Mengolah Cabai Menjadi Bubuk Cabai (Tepung Cabai)

0

Unsurtani.com – Mengolah Cabai Menjadi Bubuk Cabai (Tepung Cabai), merupakan pengolahan lanjutan dari Proses Pembuatan Cabai Kering. Tepung cabai diperoleh dari pengeringan, penggilingan dan pengayakan cabai merah kering.

Pengolahan tepung cabai memberikan keuntungan diantaranya adalah memperkecil tingkat kerusakan, meminimalkan biaya distribusi, meningkatkan daya simpan dan daya guna terutama dalam penyediaan bahan baku industri.

Tepung cabai dimanfaatkan sebagai bahan baku industri macaroni, bihun, mie, kecap, kerupuk, emping, bumbu masak, dan industri pelumatan buah-buahan serta sayuran dan di tingkat industri modern dapat diekstraksi menggunakan pelarut organik menjadi oleoresin.

Adapun cara pembuatan Tepung Cabai/Bubuk Cabai adalah sebagai berikut :

Bahan : Cabai merah
Alat-alat : Baskom, Telenan, Wajan, Serokan, Oven, Alat Penepung dan Plastik/Botol pastik.

Cara Pembuatan:

  1. Pilih cabai yang sudah masak panen (tua), berwarna merah dan sehat, buang tangkainya dan cuci sampai bersih,
  2. Tiriskan cabai kemudian belah menjadi dua bagian,
  3. Setelah itu, lakukan pemblansiran seperti proses pembuatan cabai kering,
  4. Keringkan cabai yang telah diblasir seperti proses pembuatan cabai kering,
  5. Selanjutnya cabai yang telah kering dihaluskan dengan menggunakan alat penepung sampai halus menjadi bubuk cabai. Alat penepung yang digunakan yaitu Hammer mil (gilingan) atau dapat juga menggunakan blender (skala rumah tangga), gilingan kopi atau mesin giling khusus bubuk cabai yang biasanya digunakan untuk keperluan industri menengah keatas. Kehalusan tepung cabai hingga 50-60 mesh.
  6. Bubuk cabai / tepung cabai yang telah dihasilkan segera dikemas. Hal ini untuk menghindari penyerapan kembali uap air. Masukkan bubuk cabai dalam kemasan. Bahan kemasan yang digunakan selain aluminium foil dapat juga menggunakan plastik dengan tebal 0.9 mm s/d 1 mm, plastik tersebut harus tertutup rapat dengan cara dikemas menggunakan alat sealer biasa atau alat sealer kedap udara.
  7. Setelah dikemas, sebaiknya simpan ditempat yang bersih, memiliki sirkulasi udara yang baik, suhu tidak melebihi 30 derajat Celcius, jauh dari bahan lain yang dapat menyebabkan kontaminasi, dan terbebas dari hama gudang.

Perlu diperhatikan bahwa sumber utama kerusakan adalah air, kelembaban, sinar matahari langsung, dan hama seperti kutu, rayap, dan tikus. Pada suhu kamar tepung cabai dengan kemasan plastik memiliki daya simpan selama 3-6 bulan, sedangkan yang dikemas dengan aluminium foil memiliki umursimpan kurang lebih 2 tahun.

Simak artikel terkait lainnya:

Loading...