Mengolah Sukun Menjadi Sawut dan Tepung Sukun

0

Unsurtani.com – Produksi sukun di kabupaten Kulon Progo melimpah pada musim panen. Kondisi ini sering menimbulkan kerugian petani akibat beberapa kelemahan buah sukun antara lain mudah rusak setelah dipetik (tua optimum) dan hanya mampu bertahan sekitar 2-4 hari dalam keadaan segar.

JIka tidak segera diproses atau dikonsumsi, buah sukun akan mengalami pematangan (daging buah menjadi empuk). Mengingat sifat yang kurang menguntungkan tersebut, petani berusaha menjual hasil sukun secepat mungkin kendati dengan harga yang murah.

Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan pengolahan terhadap buah sukun dengan menggunakan teknologi sederhana yaitu menjadi sawut kering dan tepung sukun.

Sawut kering dapat ditepungkan yang selanjutnya dipakai sebagai bahan pangan atau bahan baku industri untuk subtitusi tepung terigu. Masalahnya apabila disimpan dalam bentuk tepung hanya bertahan 2-3 bulan (berubah bau dan warna) dan jika disimpan dalam bentuk sawut kering dapat bertahan sekitar 6 bulan, untuk itu sebaiknya disimpan dalam bentuk sawut kering.

Pembuatan Sawut Kering dan Tepung Sukun:

Bahan dan alat:

  • Buah sukun segar (petik tua optimum),
  • Air,
  • Alat penyawut,
  • Ember,
  • Kantong plastik.

Cara pembuatan:

  1. Penyortiran, buah sukun terlebih dahulu disortir atau dipilih yang sudah tua optimal,
  2. Kulit buah sukun dihilangkan dan dibelah menjadi beberapa bagian,
  3. Lakukan pencucian untuk menghilangkan kotoran tanah yang menempel pada buah,
  4. Setelah dicuci, potong bagian empelur buah, dan empelur itu disisihkan (tinggal daging buah), selanjutnya langsung direndam air untuk mencegah berubah warna menjadi coklat,
  5. Sukun lalu disawut dengan alat penyawut, ini bertujuan untuk mengecilkan ukuran buah sukun agar cepat kering bila dijemur (dikeringkan). Selama menunggu penyawutan, buah sukun harus tetap direndam air,
  6. Sawut kemudian dikeringkan dengan dijemur dibawah sinar matahari selama 1-2 hari. Sawut sudah kering ditandai dengan mudah patah,
  7. Penepungan, sawut lalu diubah menjadi tepung sukun dilakukan dengan menggunakan alat penepung.

Dalam pengolahan sawut dan tepung sukun menggunakan dua jenis sukun yaitu sukun bangkok dan sukun lokal. Rendemen sawut kering dan rendemen tepung lebih tinggi sukun bangkok bila dibanding sukun lokal, demikian juga derajat putih lebih tinggi (sukun Bangkok 72,5 dan sukun lokal 67,50), namun sukun bangkok lebih rendah derajat putih jika dibandingkan dengan terigu, yaitu 90,00 (Djaafar et al, 2004)

Simak artikel terkait lainnya:

Loading...