Cara Memperbaiki Kualitas dan Mutu Buah Sirsak dengan Penyerbukan Buatan

0

Unsurtani.com – Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi informasi bagaimana memperbaiki kualitas dan mutu buah sirsak dengan melakukan pernyerbukan buatan. Seperti apa dan bagaimana? berikut ulasannya.

Buah sirsak dapat dipanen dengan ciri buah yang sudah benar-benar tua, tetapi kondisi buah masih keras, duri-durinya saling berjauhan dan warna kulit berubah dari hijau mengkilat menjadi kusam atau kekuning-kuningan.

Disamping itu, saat pemetikan harus tepat, jika terlalu awal kualitas buahnya jelek. Jika terlambat, buah akan matang dipohon dan sering dimakan hama seperti musang ataupun kekelawar sebelum buah jatuh ke tanah.

Pada umumnya produksi buah sirsak rendah dengan kualitas jelek, seperti mempunyai bentuk tidak baik (buah bengkok dan ukuran kecil). Hal ini disebabkan oleh sistem budidaya yang tidak tepat, dan proses penyerbukan yang tidak sempurna. Secara umum buah yang dihasilkan merupakan hasil penyerbukan alami yang dilakukan oleh serangga.

Agribisnis sirsak masa mendatang menghendaki hasil panen dengan mutu yang baik, seperti bentuk buah lurus (simetris) dan berukuran besar (lebih dari 1,5 kg). Demikian juga untuk mengisi pasaran domestik maupun regional memerlukan kualitas yang baik dan berkesinambungan.

Untuk memperoleh kualitas (bentuk dan ukuran) buah sirsak yang baik dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan melakukan penyerbukan buatan. Seperti diketahui bunga sirsak merupakan bunga sempurna, akan tetapi waktu masaknya serbuk sari dengan kepala putik tidak bersamaan. Oleh karena itu penyerbukan yang terjadi adalah penyerbukan silang yang dilakukan oleh serangga.

Keberhasilan penyerbukan buatan ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain harus diketahui saat yang tepat bunga sirsak untuk diserbuki, keterampilan pelaku penyerbukan dan waktu penyerbukan yang tepat pula.

Tahapan pelaksanaan penyerbukan buatan:

Persiapan. Siapkan botol bekas roll film untuk menampung serbuk sari dan kuas kecil sebagai alat penyerbuk.

Tahap 1. Tampung serbuk sari kedalam botol ataupun bekas pembungkus film. Waktu  yang tepat untuk pengambilan serbuk sari yaitu pada pagi hari, sehari setelah bunga betina mekar (saat seluruh kelopak bunga betina rontok) dengan menampung kedalam botol bekas pembungkus film dan tangkai bunga betina dipukul-pukul agar seluruh serbuk sari jatuh kedalam botol film.

Untuk mempermudah pelaksanaan penyerbukan, perlu dibuang tangkai sarinya terlebih dahulu. Serbuk sari yang telah murni (tidak tercampur dengan tangkainya) dapat disimpan untuk keperluan penyerbukan berikutnya.

Tahap 2. Pilih bunga betina yang siap diserbuki dengan ciri kelopak bunga tersebut telah merekah dan kepala putik agak sedikit berlendir saat diraba. Buka kelopak dan mahkota bunga betina. Upayakan agar keduanya tidak patah atau rusak.

Tahap 3. Ambil serbuk sari dari dalam botol dengan menggunakan kuas kecil dan oleskan serbuk sari tersebut pada kepala putik secara merata. Yang perlu diperhatikan dalam proses penyerbukan disini adalah menjaga jangan sampai kelopak bunga betina rusak (patah). Lepas jari tangan sehingga kelopak dan mahkota menutup kembali. Apabila hal itu terjadi bisa menggagalkan penyerbukan, bahkan bunganya bisa rontok.

Tahap 4. Keberhasilan proses penyerbukan buatan ditandai dengan berkembangnya bakal buah mulai umur 1 bulan setelah penyerbukan. Buah sirsak akan masak fisiologi setelah berumur kurang lebih 5 bulan sejak penyerbukan dengan hasil buah yang berkualitas baik. Kualitas buah hasil penyerbukan buatan lebih baik dibanding dengan hasil penyerbukan alami yang dilakukan oleh serangga.

Catatan: Tanda penyerbukan berhasil jika bagian yang dioles berwarna cokelat tua.

Berikut ini salah satu contoh perbandingan buah sirsak hasil dari pernyerbukan alami dan penyerbukan buatan.

Simak artikel terkait lainnya:

Loading...