Manfaat Asap Cair untuk Penyubur Tanaman, Pengendali Hama dan Pengawet Makanan

0

Unsurtani.com – Asap cair (bahasa Inggris: wood vinegar, liquid smoke) merupakan suatu hasil kondensasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran secara langsung maupun tidak langsung dari bahan-bahan yang banyak mengandung lignin, selulosa, hemiselulosa serta senyawa karbon lainnya.

Bahan baku yang banyak digunakan antara lain berbagai macam jenis kayu, bongkol kelapa sawit, tempurung kelapa, sekam, ampas atau serbuk gergaji kayu dan lain sebagainya.

Asap cair merupakan campuran terlarut dari disperse asap tempurung dalam air yang dibuat dengan mengkonden sasikan asap hasil priolisis tempurung atau merupakan kondensat dari asap tempurung yang di dalamnya terkandung berbagai unsur senyawa dengan titik didih
yang berbeda beda.

Di bidang pertanian, asap cair digunakan untuk meningkatkan kualitas tanah dan menetralisir asam tanah, membunuh hama tanaman dan mengontrol pertumbuhan tanaman, pengusir serangga, mempercepat pertumbuhan pada akar, batang, umbi, daun, bunga, dan buah.

Dengan demikian asap cair diyakini dapat menggantikan fungsi pestisida kimia yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Asap cair mempunyai kemampuan untuk mengawetkan makanan karena adanya senyawa asam, fenol dan karbonil. Pengasapan konvensional seperti mutu, citra rasa dan aroma yang konsisten sulit dicapai, senyawa tar terdeposit dan apabila suhunya terlalu tinggi akan terbentuk senyawa korsinogrenik benzopiren.

Proses pembuatan asap cair

Pada penggunaan asap cair fungsi yang diharapkan dari asap seperti citra rasa, warna, anti oksidan dan anti mikrobia dapat dipertahankan sehingga kelemahan pengasapan konvensional dapat diatasi.

Sekarang ini penggunaan bahan pengawet untuk makanan semakin merajalela yang meracuni dan berbahaya bagi kesehatan. Penggunaan formalin untuk mengawetkan makanan merebak. Padahal, Badan Pengawasan Obat dan Makanan melarang penggunaan formalin untuk mengawetkan makanan. Sebab, formalin berdampak buruk bagi kesehatan seperti memicu depresi susunan saraf, memperlambat peredaran darah, dan kencing darah.

Proses pembuatannya tidak terlalu rumit karena dapat menggunakan alat-alat sederhana, namun masyarakat belum mengetahui proses menghasilkan asap cair dan pemanfaatannya secara luas. Selain itu bahan baku yang melimpah di desa-desa sangat memungkinkan bagi masyarakat untuk memanfaatkan dan menghasilkan asap cair.

Selain sebagai salah satu sumber minyak nabati, tanaman kelapa juga sebagai sumber pendapatan bagi keluarga petani, sebagai sumber devisa negara, penyedia lapangan kerja, pemicu dan pemacu pertumbuhan sentra-sentra ekonomi baru, serta sebagai pendorong tumbuh dan berkembangnya industri hilir berbasis minyak kelapa dan produk ikutannya di Indonesia.

Saat ini para petani belum mengetahui manfaat asap cair di bidang pertanian sebagai pengganti hormon dan pestisida. Untuk itu perlu dilakukan pengujian aplikasi asap cair untuk tanaman menyangkut dosis/ konsentrasi dan cara penggunaannya.

Kegunaan Asap Cair

Kegunaan asap cair antara lain adalah:

1. Di bidang pertanian

Asap cair digunakan untuk meningkatkan kualitas tanah dan menetralisir asam tanah, membunuh hama tanaman dan mengontrol pertumbuhan tanaman, pengusir serangga, mempercepat pertumbuhan pada akar, batang, umbi, daun, bunga, dan buah.

2. Sebagai penggumpal lateks atau getah karet

Dibandingkan menggumpalkan dengan asam semut, penggunaan asap cair ini lebih unggul, karena getah karet yang menggumpal menjadi tak berbau lagi. Penambahan asam semut justru memicu pertumbuhan bakteri sehingga muncul ammonia dan sulfida. Senyawa itulah yang menyebabkan getah karet yang menggumpal itu berbau busuk. Untuk menggumpalkan 200
liter getah karet, pekebun cuma perlu 1 liter asap cair. Manfaat lain, kualitas meningkat karena karet menjadi lebih putih.

3. Sebagai pengawet makanan

Asap cair (liquid smoke) merupakan pengawet makanan alami pengganti formalin, dan sebagai penghilang bau ramah lingkungan. Selain itu asap cair bisa digunakan untuk mengawetkan kayu.

Komposisi Kimia

Analisis kimia yang dilakukan terhadap asap cair meliputi penentuan fenol, karbonil, keasaman dan indeks pencoklatan seperti tercantum pada Tabel.

Simak artikel terkait lainnya:

Loading...