Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao (PBK)

0

Unsurtani.com – Pendahuluan serangga hama penggerek buah kakao (PBK) dan penghisap buah merupakan hama utama pada tanaman kakao. Kerugian akibat serangan kedua hama tersebut sangat dirasakan pada budidaya tanaman kakao.

Hama PBK dapat menurunkan produksi lebih dari 80 %, sedangkan hama helopeltis spp mengakibatkan penurunan produksi lebih dari 60 %. Berikut ini disajikan teknik pengendalian hama terpadu (PHT) untuk mengendalikan kedua hama tersebut.

Penggerek Buah Kakao (PBK)

Gejala serangan :

  • Buah tampak masak lebih awal dengan warna tidak merata (belang kuning hijau atau kuning jingga).
  • Pada saat di belah daging buah berwarna hitam dan saling melekat.
  • Biji tidak berkembang, ukuran biji kecil dan tidak bernas.

Akibat serangan : 

Kehilangan hasil bisa mencapai 80 %, mutu fisik rendah, kandungan sampah meningkat, biaya panen meningkat.

Pengendalian : Untuk daerah bebas PBK, perlu dilakukan langkahlangkah sebagai berikut :

  • Karantina, yaitu tidak memasukkan bahan tanaman kakao dan perlengkapan lain dari daerah terserang PBK.
  • Perlu dilakukan monitoring hama di TPH (Tempat Pengumpulan Hasil) yang bertujuan untuk mendeteksi dini adanya serangan baru.
  • Perlu dilakukan sanitasi, dengan menguburkan kulit buah, plasenta dan buah busuk.

Untuk daerah terserang PBK, perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :

  • Perlu dilakukan pemangkasan/pemendekan tajuk maksimal 4 m, untuk memudahkan panen dan pengendalian OPT (Organisme Peng ganggu Tanaman).
  • Perlu dilakukan panen sering satu minggu sekali dan buah segera di ambil bijinya.
  • Perlu dilakukan rampasan buah, berfungsi untuk memutuskan daur hidup hama dengan cara meniadakan makanan yang sesuai bagi serangga hama selama jangka waktu tertentu (minimal 2 bulan).

  • Gunakan bahan tanam tahan (KW 514 dan ARDACIAR 10) atau berproduksi tinggi (ICCRI 03, ICCRI 04 atau klon unggul lokal), melalui teknik sambung samping-sambung pucuk.
  • Perlu dilakukan pemupukan secara tepat (tepat jenis, dosis, waktu dan cara).
  • Gunakan agens biologis (semut hitam, Dolichoderus thoracicus dan jamur Beauveria bassiana).
  • Gunakan Insektisida, melalui penyemprotan terutama dari golongan sintetik piretroid antara lain deltametrin 0,06% (Decis 2,5 EC), sihalotrin 0,06% (Matador 25 ES), betasiflutrin 0,20% (Buldok 25 EC), Esvenvalerat 0,20% (Sumialpha 25 EC). Alat semprot knapsack sprayer, volume semprot 250 liter/ha, interval 10 hari sekali, sasaran semua buah dan cabang horizontal.

Simak artikel terkait lainnya:

Loading...