Pengendalian Wereng Batang Coklat (Kerdil Hampa dan Kerdil Rumput)

0

Unsurtani.com – Wereng batang coklat (Nilaparvata lugens Stal) adalah salah satu hama utama pada pertanaman padi sawah di Indonesia, karena perkembangannya cepat sekali dan dapat menghabiskan makanan dalam waktu singkat, apabila hama ini menyerang tanaman padi dapat menimbulkan kerugian dalam skala besar.

Tanaman padi yang terserang wereng coklat sangat sulit untuk upaya penyembuhannya, karena dapat meninggalkan virus serta menimbulkan penyakit yang lainnya seperti kerdil hampa dan kerdil rumput.

Dibeberapa daerah di pulau Jawa, peningktan produksi padi menghadapi tantangan yang sangat nyata dengan timbulnya ledakan serangan hama wereng batang coklat disertai infeksi Virus Kerdil Hampa (VKH) dan Virus Kerdil Rumput (VKR).

Kerugian yang ditimbulkan akibat adanya serangan hama wereng coklat adalah bervariasi dan sangat tergantung kepada luasnya hamparan yang diserang. Serangan dewasa hama ini berwarna coklat berukuran 4-5 mm. Kerusakan yang diakibatkan oleh hama wereng batang coklat adalah melalui pengisapan cairan yang ada dalam jaringan tanaman padi.

Semua stadia wereng coklat mulai dari nimfa sampai imago dapat melakukan pengerusakan terhadap tanaman padi, namun yang paling ganas adalah pada stadia nimfa dengan instar 1-3, gejala kerusakan yang ditimbulkan adalah daun berwarna kuning dan pangkal batang berwarna kehitaman, bila serangan ini sangat parah, tanaman menjadi mengering seperti terbakar (hopperburn).

Gagal panen (puso) dapat terjadi apabila jumlah populasi wereng coklat lebih dari 20 ekor per rumpun. Oleh karena itu pada kondisi seperti ini upaya pengendalian perlu segera dilakukan. Batas ambang ekonomi untuk hama wereng batang coklat adalah tergantung kepada stadia tanaman yang diserang, apabila wereng menyerang pada stadia vegetatif batas ambang ekonominya adalah 4 ekor per rumpun, apabila penyerangan ini pada stadia generatif batas ambang ekonominya adalah 7 ekor per rumpun.

Peningkatan populasi hama wereng coklat ini didorong oleh beberapa ahal yaitu:

  • Penanaman padi varietas rentan serangan,
  • Jadwal tanam tidak serentak,
  • Penggunaan insektisida yang tidak tepat (jenis, dosis, waktu, dan cara), pemupukan yang tidak sesuai dengan kebutuhan.

Selain sebagai hama, wereng coklat juga berperan sebagai penular penyakit kerdil hampa dan kerdil rumput. Setiap ekor wereng coklat berpotensi menularkan penyakit virus kerdil hampa dan kerdil rumput dari tanaman yang sakit ke tanaman yang sehat.

Cara Pengendalian

1. Teknik Budidaya

  • Menanam varietas tahan wereng,
  • Pemeliharaan tanaman mulai dari persemaian, sehingga tanaman muda tidak terserang wereng coklat,
  • Penanaman serempak dalam satu wilayah,
  • Gunakan pupuk sesuai dengan kebutuhan tanaman,
  • Pada saat terjadi serangan, keringkan petakan sawah selama beberapa hari untuk memudahkan teknis pengendalian.

2. Kimiawi

Bila populasi wereng coklat sudah mencapai batas ambang ekonomi, semprotkan dengan insektisida yang berbahan aktif seperti amidakloprid, karbofuran, taemetoksan,dan bupofresin.

3. Hayati

Mengembangkan agen hayati dan musuh alami untuk mengurangi potensi bahaya wereng coklat dengan biaya murah. Menggunakan ekstrak daun nimba,

4. Mekanis

Menggunakan lampu perangkap (light traps), karena biasanya hama wereng batang coklat ini aktif pada malam hari. Oleh karena itu apabila memasang lampu perangkap ditengah sawah, maka wereng akan berkumpul pada lampu tersebut dan akan masuk dalam perangkap lampu.

Penyakit Kerdil Rumput

Tanaman yang sakit kerdil rumput umumnya mempunyai banyak anakan, tumbuh kerdil, dan tegak seperti rumput. Daun-daun memendek dan sempit, berwarna hijau kekuningan dan penuh dengan bercak coklat seperti karat. Akhir-akhir ini ditemukan gejala penyakit kerdil rumput tipe-2 berupa tanaman agak kerdil, daun kaku berwarna kuning jingga dan anakan sedikit.

Penyakit Kerdil Hampa

Tanaman padi yang terkena penyakit kerdil hampa menjadi kerdil, daun melintir, tepi daun bergerigi, terdapat garis-garis berwarna putih pada pelepah, anakan bercabang dan warna daun menjadi hijau tua.

Pada suatu hamparan, pertanaman yang tertular berat oleh kerdil hampa tampak tidak tumbuh rata karena tinggi tanaman tidak seragam. Malai yang terbentuk dari tanaman sakit tidak keluar sempurna, sehingga gabah yang dihasilkan hampa.

Cara Pengendalian

Upaya pengendalian penyakit kerdil rumput dan kerdil hampa dapat dilakukan dengan beberapa cara:

  • Memutuskan hubungan antara wereng coklat, virus kerdil hampa dan virus kerdil rumput dengan
  • Eradikasi tanaman padi atau ratun yang tertular virus, dan tidak menanam padi untuk beberapa saat (1-2 bulan). Langkah-langkah ini adalah merupakan cara-cara yang paling penting untuk mengendalikan penyakit kerdil hampa dan kerdil rumput.

Simak juga informasi

Loading...