Perbanyakan Benih Manggis Secara Kultur in Vitro

0

Unsurtani.com –¬†Perbanyakan benih manggis secara konvesional memiliki beberapa keterbatasan, yaitu sulit untuk memperoleh benih dalam jumlah masal, lambat dan tidak seragam. Untuk itu, kultur in vitro merupakan salah satu alternatif dalam memproduksi benih manggis.

Beberapa keuntungan dari perbanyakan benih manggis melalui kultur in vitro adalah:

  • Benih yang dihasilkan sehat dan seragam,
  • Benih dapat diproduksi dalam jumlah masal dalam waktu yang relatif singkat,
  • Tidak diperlukan tempat yang luas,
  • Pelaksanaannya tidak tergantung pada musim,
  • Benih yang dihasilkan bebas dari penyakit yang disebabkan bakteri dan cendawan.

Beberapa tahapan dalam perbanyakan benih manggis secara kultur in vitro adalah sebagai berikut:

1. Pemilihan sumber eksplan

Eksplan terbaik untuk perbanyakan manggis secara in vitro adalah biji dari buah
masak. Namun demikian, biji dari buah muda, daun dan batang muda juga dapat digunakan sebagai bahan eksplan.

2. Sterilisasi eksplan

Untuk eksplan yang berasal dari buah, biji manggis dibersihkan dari daging buahnya. Selanjutnya, tahapan umum dari sterilisasi eksplan manggis adalah sebagai berikut:

  • Rendam eksplan dalam botol alkohol 70% selama 10 menit, kemudian dibilas dengan aquades steril 1 kali.
  • Rendam eksplan kedalam larutan klorox (NaOCI) 20% selama 15 menit, kemudian dibilas dengan aquades steril 3 kali, masing-masing selama 5 menit.
  • Letakkan eksplan dalam cawan petri steril didalam laminar, kemudian potong berdasarkan jenis eksplannya. Untuk biji dipotong secara melintang menjadi 3-4 bagian, sedangkan daun muda dipotong dengan ukuran 1×1 cm dan batang muda 1 cm.
  • Tanam eksplan pada media kultur

3. Induksi dan multiplikasi tunas

Untuk menginduksi tunas manggis, tanam eksplan pada media WPM (Woody Plant Medium) + 5 mg/l BAP. Penggunaan media ini dapat menghasilkan tunas sebanyak kurang lebih 20 tunas/biji pada umur tiga bulan setelah kultur dengan panjang tunas 2-3 cm.

4. Induksi perakaran

Induksi perakaran manggis dapat dilakukan secara in vitro dan ex vitro. Pengakaran secara in vitro tingkat keberhasilannya masih beragam dan kadangkala masih menghadapi hambatan dalama aklimatisasi. Metode terbaik untuk pengakaran manggis adalah secara ex vitro. Tingkat keberhasilan metode ini mencapai 90%.

Tahapan pengakaran manggis secara ex vitro adalah sebagai berikut:

  • Potong tunas manggis yang berasal dari tahapan sebelumnya sepanjang 2-3 cm dari eksplan induknya,
  • Rendam pangkal tunas dalam larutan IBA 200 ppm selama 1 jam,
  • Tanam tunas manggis kedalam polibag atau pot dengan ukuran 15 x 15 cm yang berisi media campuran tanah, pupuk kandang dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1.
    Pada umur 2 bulan setelah tanam dapat dilihat keberhasilannya. Tunas yang berakar akan tetap segar dan yang tidak berakar akan mati.
  • Pindah tanaman yang telah berakar ke polibag yang berukuran lebih besar (25 x 30 cm) dengan media tanam yang sama.

5. Aklimatisasi

Aklimatisasi merupakan proses adaptasi benih (planlet) hasil kultur in vitro ke lapang. Untuk planlet manggis, aklimatisasi dibutuhkan untuk tunas yang pengakarannya diinduksi secara in vitro, sedangkan tunas yang akarnya diinduksi secara ex vitro tidak membutuhkan proses adaptasi lagi.

Simak artikel terkait lainnya:

Loading...