Membuat Ransum Alternatif dari Bungkil Kelapa dan Limbah Ikan

0

Unsurtani.com – Kesesuaian inovasi/karakteristik lokasi :
• Ketinggian tempat 0 – 300 m di atas permukaan laut merupakan daerah pesisir
• Jenis tanaman perkebunan yang dominan diusahakan adalah kelapa, pala, kelapa, dan karet
• Jumlah itik yang dipelihara sebanyak 10 –15 ekor.

Keunggulan/nilai tambah inovasi :

Pertambahan berat badan yang diperoleh selama 2 (dua) bulan pengamatan untuk perlakuan paket A (ransum bungkil kelapa dan limbah ikan) mencapai 44,57 gr/ ek/ hr. Sedangkan untuk perlakuan paket B (ransum komersil) kenaikan berat badan sebesar 43,42 gr/ ek/ hr.

Analisa finansial dihitung berdasarkan penerimaan dan pengeluaran selama 2 (dua) bulan pemeliharaan. Keuntungan paket A dengan B/C ratio 1,823. Sedangkan paket B dengan B/C ratio 1,067.

Uraian inovasi :

Cara penggunaan inovasi :

Pada saat musim hujan di kabupaten Aceh Jaya banyak hasil ikan yang melimpah, akibatnya ikan-ikan yang tidak dikonsumsi langsung di buang ke laut. Dengan introduksi teknologi kini ikan-ikan tersebut dimanfaatkan untuk menggantikan tepung ikan dalam ransum itik. Hasil akhir dari penyulingan minyak berupa bungkil kelapa tersebut biasanya di buang.

Akan tetapi dengan introduksi teknologi pemanfaatan dari limbah kelapa kini limbah tersebut digunakan sebagai pakan alternatif oleh masyarakat sekitar. Cara pembuatan limbah ikan sangat sederhana dan mudah dipahami.

Pertama-tama ikan dibersihkan dengan air yang tujuannya untuk menghilangkan kadar garam dalam ransum. Kemudian ikan tersebut dicelup ke dalam air panas selama 5 menit kemudian ditiriskan dan di jemur sampai kering. Lalu ditumbuk dengan menggunakan alu-alu. Racikan dari tepung ikan tersebut siap di campur dalam ransum bersama bungkil kelapa.

Informasi Lain:
Konsumsi pakan selama 2 (dua) bulan pemeliharaan untuk paket A dan paket B masing-masing sebesar 7,14 kg per ekor.

Simak artikel terkait lainnya:

Loading...