Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)

0

Unsurtani.com – Rumah Pangan Lestasri (PRL) adalah rumah yang halaman atau pekarangannya dimanfaatkan secara intensif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

RPL mengacu pada empat prinsip, yaitu (i) ketahanan dan kemandirian pangan, (ii) diversifikasi pangan berbasis sumber pangan lokal, (iii) konservasi sumber daya genetik, dan (iv) upaya lestari melalui kebun bibit desa, menuju peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. RPL dapat diterapkan pada rumah tanpa pekarangan dan pekarangan sempit, sedang, maupun luas.

Kawasan Rumah Pangan Lestari

Kawasan RPL dapat merupakan RT, RW, dusun, atau desa yang sebagian besar penduduknya memiliki Rumah Pangan Lestari. Halaman atau pekarangan digunakan untuk budidaya tanaman pangan, hortikultura, aneka tanaman obat, ternak, ikan, dan lainnya. Hasil dari budidaya tersebut dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, sekaligus berpeluang menambah penghasilan rumah tangga.

Melalui budidaya tanaman, ternak, dan ikan, masyarakat turut serta melestarikan sumber daya genetik yang sangat bermanfaat bagi kehidupan generasi masa depan.

KPRL dapat diterapkan diwilayah pedesaan maupun perkotaan yang masing-masing memiliki rekomendasi budidaya dan basis komoditas tertentu. Pada tiap kawasan, dikembangkan juga budidaya yang mengintensifkan pagar jalan dan lahan fasilitas umum.

Rancangan Rumah Pangan Lestari

  • Penataan dan pemanfaatan pekarangan dapat dilakukan dengan cara penanaman di polybag, pot, vertikultur, bedengan, pagar, kolam, maupun kandang.
  • Pemilihan komoditas mempertimbangkan kebutuhan pangan dan gizi keluarga, keanekaragaman pangan, pelestarian sumber pangan lokal, serta kemungkinan pengembangannya secara komersial.
  • Kebun bibit desa dibangun secara partisipatif oleh masyarakat sebagai pemasok benih dan bibit untuk memenuhi kebutuhan RPL maupun kawasan.
  • Pengembangan unit pengolahan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari dan untuk tujuan komersial.

Simak juga Usaha Budidaya Ikan Diwajibkan Memiliki Sertifikat GAP

Komoditas yang dapat dikembangkan

Komoditas yang dapat dikembangkan antara lain: sayuran (sawi, selada, kelor, labu kuning, katuk, terung, kacang panjang), tanaman rempah dan obat (jahe, kencur, lempuyang, kapulaga), aneka buah (pepaya, belimbing, jambu biji, srikaya, sirsak), aneka umbi (ubi jalar, ubi kayu, ganyong, garut, talas, suweg, gembili). Pada pekarangan yang lebih luas dapat dibudidayakan ikan dan ternak.

Loading...