Cara Tumpang Gilir Tanaman Jagung dengan Kacang Hijau

0

Unsurtani.com –┬áPrinsip utama dalam peningkatan intensitas tanam adalah upaya meningkatkan persentase luas panen pada satu kesatuan luas lahan yang sama untuk meningkatkan produktivitas lahan.

Penerapan teknologi tumpang gilir pada lahan kering yang selama hanya satu kali tanam dengan jagung maupun kacang hijau secara monokultur dapat memberi harapan peningkatan intensitas tanam dari 1 kali tanam menjadi 2 kali tanam.

Pelaksanaan tanam tumpang gilir antara jagung dan kacang hijau adalah untuk memanfaatkan secara maksimal lahan dengan menanam kacang hijau atau kacang-kacangan bagi petani jagung dan menanam jagung terlebih dahulu bagi petani kacang hijau.

Teknologi tumpang gilir diterapkan dalam upaya peningkatan intensitas tanam lahan kering dengan pemanfaatan curah hujan yang pendek. Adapun teknologi yang diterapkan adalah:

Paket teknologi yang dianjurkan:

 

1. Perbaikan teknologi produksi jagung

  • Pengolahan tanah sederhana atau tanpa olah tanah (TOT).
  • Varietas yang digunakan adalah bersari bebas (varietas Bisma) maupun hibrida sebanyak 20 kg/ha, yang telah diperlakukan ridomil, benih ditugal dengan jarak tanam 80 x 40 cm dengan 2 biji /lubang .
  • Pemupukan sesuai dengan rekomendasi setempat, yaitu seluruh pupuk SP-36, KCI dan 1/2 bagian Urea diberikan bersamaan tanam atau 7-10 hari setelah tanam sebagai pupuk dasar, dengan cara ditugal 5 cm dari lubang tanaman. Pupuk susulan 1/2 bagian Urea diberikan pada umur tanaman 1 bulan setelah tanam, pupuk diberikan dengan cara tugal sedalam 5-10 cm ditutup kembali.
  • Penyiangan dilakukan 2 kali yaitu umur 2 minggu dan 4 minggu setelah tanam sekaligus membumbun.
  • Pengendalian hama penyakit dilakukan dengan menerapkan konsep pengendalian hama terpadu (PHT).
  • Panen dan pasca panen Tanaman dipanen apabila klobot berwarna keputihan/coklat dan
    mengering dengan biji mengkilap dan kadar air 25-30 I.

2. Penyiapan lahan untuk penanaman kacang hijau

  • Pembersihan lahan: Menjelang kelobot jagung berwarna keputihan / coklat, dilakukan pemotongan batang jagung bagian atas tongkol, yang diikuti pembersihan daun-daun dan gulma sekitar tanaman jagung.
  • Penyemprotan herbisida: Tanah tidak perlu diolah hanya dilakukan pembersihan dengan cara menyemprotkan herbisida di sekitar tanaman jagung yang belum dipanen.

3. Perbaikan Teknologi Produksi Kacang Hijau

  • Varietas yang digunakan adalah lokal (Samsik) yang bijinya kecil-kecil yang sudah dikenal petani, atau introduksi varietas yang mampu ber adaptasi dan berdaya hasil tinggi. Kebutuhan benih sebanyak 20 – 25 kg/ha.
  • Benih ditugal dengan jarak tanam 40 x 15 cm dengan 2-3 biji/lubang dengan kedalaman lubang tugal 3-5 cm. Karena jarak antar baris jagung adalah 80 cm, maka setiap antar 2 baris jagung ditugal 2 baris kacang hijau dengan jarak 20 cm dari baris jagung dengan demikian jarak tanam kacang hijau antar baris adalah 40 cm.
  • Pemupukan tidak perlu dilakukan karena memanfaatkan residu pupuk yang telah berikan pada tanaman jagung.
  • Penyiangan dilakukan antara 1 -2 kali sesuai keadaan gulma pada umur 2 minggu setelah tugal penyiangan pertama.
  • Pengendalian hama/penyakit sesuai konsep PHT.
  • Panen dilakukan apabila sebagian besar polong sudah berwarna coklat sampai hitam.

Simak artikel terkait lainnya:

Disusun Oleh : Jafar Yusuf Abdulgani (IPPTP Mataram)

Loading...