Budidaya Kedelai Berdasarkan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT)

0

Unsurtani.com –  Apa itu PTT? Pengelolaan tanaman terpadu (PTT) kedelai adalah suatu pendekatan inovatif dan dinamis dalam upaya meningkatkan produksi dan pendapatan petani melalui perakitan teknologi secara partisipatif bersama petani.

Prinsip utama penerapan PTT adalah partisipatif (petani berperan aktif memilih dan menguji teknologi yang sesuai melalui proses pembelajaran di Laboratorium Lapang), spesifik lokasi (memperhatikan kesesuaian teknologi dengan lingkungan fisik, sosial budaya dan ekonorni petani), terpadu (pengelolaan sumber daya tanaman, tanah dan air secara terpadu), sinergis (pemanfaatan teknologi terbaik dan memperhatikan keterkaitan antar komponen teknologi), dan dinamis (penerapan teknologi sesuai perkembangan IPTEK).

Bagaimana Penerapan PTT?

Penerapan PTT kedelai diawali dengan pemahaman masalah dan peluang pengembangan sumber daya dan kondisi lingkungan setempat dengan tujuan:

  1. Mengumpulkan informasi dan menganalisis masalah, kendala dan peluang usaha tani kedelai.
  2. Mengembangkan peluang dalam upaya peningkatan produksi kedelai; 3) mengidentifikasi teknologi yang sesuai kebutuhan petani di wilayah setempat.

Prinsip Utama Penerapan PTT

1. Partisipatif, petani berperan aktif memilih dan menguji teknologi yang sesuai dengan kondisi setempat dan meningkatkan kemampuan melalui proses pembelajaran di Laboratorium Lapangan.

2. Spesifik Lokasi, memperhatikan kesesuaian teknologi dengan lingkungan fisik, sosial-budaya, dan ekonomi petani setempat.

3. Terpadu, sumber daya tanaman, tanah, dan air dikelola dengan baik secara terpadu.

4. Sinergis atau Serasi, pemanfaatan teknologi terbaik, memperhatikan keterkaitan antar komponen teknologi yang saling mendukung.

5, Dinamis, penerapan teknologi selalu disesuaikan dengan perkembangan dan kemajuan IPTEK serta kondisi sosial ekonomi setempat.

Tahapan Pelaksanaan

Tahapan pelaksanaan mencakup 2 kegiatan utama, yaitu (1) penentuan prioritas masalah secara bersama oleh kelompok tani, dan (2) analisis kebutuhan dan peluang introduksi teknologi atas dasar permasalahan tersebut.

Komponen Teknologi

Komponen teknologi yang diterapkan dalam PTT kedelai dikelompokkan dalam komponen teknologi dasar dan pilihan. Komponen teknologi dasar sangat dianjurkan untuk diterapkan di semua areal pertanaman kedelai. Penerapan komponen pilihan disesuaikan dengan kondisi, kemauan dan kemampuan petani setempat.

Komponen teknologi dasar adalah sebagai berikut:

  • Varietas unggul baru, yang berdaya hasil tinggi, tahan hama dan penyakit dan toleran deraan lingkungan. Varietas unggul kedelai antara lain: Argomulyo, Anjasmoro, Grobogan, Gepak Kuning dan Detam 1. Pemilihan varietas disesuaikan dengan agroekosistem dan permintaan pengguna.
  • Benih bermutu dan berlabel, benih dengan tingkat kemurnian dan daya tumbuh tinggi (>85%) yang umumnya ditemukan pada benih yang berlabel.
  • Pembuatan saluran drainase, diperlukan untuk mengalirkan air ke areal pertanaman untuk menjaga kelembaban tanah optimal dan mengalirkan kelebihan air. Jarak antar saluran umumnya 2-5 meter dengan lebar dan kedalaman sekitar 30 cm.
  • Pengaturan populasi, berkisar 350 – 500 ribu tanaman/ha. Pada musim hujan gunakan jarak tanam lebar (populasi sedang), sedangkan pada musim kemarau gunakan jarak tanam rapat (populasi tinggi). Jarak tanam yang dianjurkan adalah 40 cm antar baris, 10-15 cm dalam barisan, 2-3 biji perlubang.
  • Pengendalian OPT secara terpadu.

Komponen teknologi pilihan adalah sebagai berikut:

  1. Penyiapan lahan, pada lahan kering dilakukan dengan cara olah tanah sempurna (OTS), dengan cara dibajak menggunakan traktor, sapi atau cangkul, kemudian digaru dan disisir sampai rata. Pada lahan sawah setelah padi dengan tanpa olah tanah (TOT) atau olah tanah minimum.
  2. Penyiapan saluran drainase di lahan kering di musim hujan, atau saluran irigasi di lahan sawah pada musim kemarau. Pada lahan kering, saluran drainase dibuat pada saat penyiangan pertama menggunakan cangkul atau mesin pembuat alur. Pada lahan sawah, saluran irigasi yang dibuat untuk setiap 2 baris tanaman lebih efisien dibandingkan untuk setiap baris tanaman.
  3. Pemberian bahan organik, bahan organik dapat berupa sisa tanaman, kotoran hewan, pupuk hijau dan kompos atau humus. Pupuk organik dapat diberikan sebagai penutup lubang tanam benih dengan takaran 2-3 t/ha.
  4. Pembumbunan, dilakukan bersamaan dengan penyiangan pertama dan pembuatan saluran atau setelah pemupukan kedua (35 HST) bersamaan dengan penyiangan kedua secara mekanis.
  5. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara mekanis atau menggunakan herbisida kontak. Penyiangan pertama menggunakan cangkul atau mesin pembuat alur. Penyiangan kedua dilakukan menggunakan cara yang sama atau menggunakan herbisida.
  6. Pengendalian hama dan penyakit, dilakukan berdasarkan pengendalian secara terpadu.
  7. Panen tepat waktu dan pengeringan segera. Panen dilakukan jika kelobot tongkol telah mengering atau berwarna coklat, biji telah mengeras dan telah terbentuk lapisan hitam sebesar minimal 50% pada setiap baris biji. Tongkol yang telah dipanen segera dijemur atau diangin-anginkan apabila hujan. Kemudian dipipil menggunakan alat pemipil, dan dikeringkan sampai kadar air biji 15%.

Simak juga artikel terkait Kedelai berikut ini:

Demikian informasi mengenai bagaimana cara Budidaya Kedelai Berdasarkan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Jika artikel ini bermanfaat, jangan sungkan untuk membagikannya (share) ke petani lainnya. Semoga bermanfaat, dan Terima Kasih.

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini