Mengenal Varietas Padi Green Super Rice (GSR): Inpari 42 dan Inpari 43

0

Unsurtani.com – Green Super Rice (GSR) adalah padi yang tetap mampu berdaya hasil tinggi baik pada kondisi optimum maupun ketika daya dukung lingkungan tumbuhnya (misalkan air dan hara tanah) dalam kondisi terbatas.

Varietas GSR dirancang untuk memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit utama, sehingga dapat meminimalisir aplikasi pestisida.

Istilah “Super”, menekankan pada kemampuannya memberikan hasil panen tinggi. Sedangkan istilah “Green” menekankan pada kemampuannya untuk berdaya hasil tinggi meskipun pada kondisi input usahatani yang reatif rendah.

Spesifikasi INPARI 42 Agritan GSR:

  • Umur tanaman ± 112 hari setelah semai
  • Potensi hasil 10,6 ton/ha GKG
  • Rata-rata hasil 7,11 ton/ha GKG
  • Anakan produktif ± 18 malai/rumpun
  • Jumlah gabah isi per malai:  ± 123 butir
  • Rendemen beras giling: 94,56 %
  • Rendemen beras pecah kulit: 77,12 %
  • Tekstur nasi pulen
  • Tahan rebah
  • Kandungan amilosa 18,8%
  • Rendemen beras giling 69,4%
  • Anjuran tanam di lahan sawah dengan ketinggian 0-600 m.
  • Ketahanan terhadap hama dan penyakit: Pada fase generatif agak tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III, rentan strain IV, dan agak rentan Strain VIII, tahan terhadap penyakit blas daun ras 073, agak tahan terhadap ras 033 dan rentan terhadap ras 133 dan 173. Agak tahan terhadap hama wereng batang coklat biotipe 1 dan agak rentan terhadap biotipe 2 dan 3, rentan terhadap virus tungro varian 033 dan 073.

Spesifikasi INPARI 43 Agritan GSR:

  • Umur tanaman ± 111 hari setelah semai
  • Potensi hasil 9,02 ton/ha GKG
  • Rata-rata hasil 6,96 ton/ha GKG
  • Anakan produktif ± 21 malai/rumpun
  • Jumlah gabah isi per malai  ± 108 butir
  • Rendemen beras giling 94,15 %
  • Rendemen beras pecah kulit: 77,58 %
  • Tekstur nasi pulen
  • Tahan rebah
  • Kandungan amilosa 18,8%
  • Rendemen beras giling 69,4%
  • Anjuran tanam pada lahan sawah subur dan kurang subur dengan ketinggian 0-600 m di atas permukaan laut, termasuk sawah daerah endemik hawar daun bakteri, dan blas.
  • Ketahanan terhadap hama dan penyakit: Pada fase generatif tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III, agak tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe IV dan VIII, tahan terhadap blas daun ras 073 dan 0133, agak tahan ras 033, dan rentan ras 173, serta agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3.

Simak juga: Mengenal Varietas Padi Tahan Penggerek Batang

Sumber: Badan Litbang Pertanian

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini