10 Cara Pengendalian Penyakit Patek (Antraknosa) pada Tanaman Cabai

0

Unsurtani.com – Organisme penganggu tanaman (OPT) merupakan faktor pembatas produksi tanaman di Indonesia baik tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan. Organisme pengganggu tanaman secara garis besar dibagi menjadi tiga yaitu hama, penyakit dan gulma.

Hama menimbulkan gangguan tanaman secara fisik, dapat disebabkan oleh serangga, tungau, vertebrata, moluska. Sedangkan penyakit menimbulkan gangguan fisiologis pada tanaman, disebabkan oleh cendawan, bakteri, fitoplasma, virus, viroid, nematoda dan tumbuhan tingkat tinggi. Perkembangan hama dan penyakit sangat dipengaruhi oleh dinamika faktor iklim.

Sampai saat ini patek (antraknosa) masih merupakan penyakit utama tanaman cabai, bahkan menurut informasi sekarang patek juga mulai menyerang cabai rawit. Penyakit patek (antraknosa) sangat susah sekali dikendalikan jika sudah terlanjur menyerang. Kerugian yang ditimbulkan oleh penyakit patek bisa mencapai 100%.

Penyakit patek disebabkan oleh dua jenis jamur:

1. Jamur Colletotricum capsici, serangan jamur ini pada cabai dicirikan dengan cara menginokulasi pada tengah buah cabai dan biasanya menyerang cabai yang sudah tua.

  • Penyebab : cendawan Colletotrichum
  • Sumber : benih dan sisa tanaman sakit
  • Cara menular : percikan air (termasuk penyemprotan pestisida), hujan angin, tangan pemetik buah

Pemicu perkembangan penyakit :

  • Benih tidak sehat
  • Kondisi tajuk terlalu lembab
  • Pupuk N terlalu tinggi
  • Tanah kekurangan Ca

2. Jamur Gloeosporium sp, jamur ini dicirikan dari jenis serangannya pada ujung cabai dan bisa menyerang pada cabai yang muda maupun tua.

Gejala Umum Serangan

Cendawan Collectrotichum capsici gejala awal ditandai terdapat bercak coklat kehitaman pada buah yang kemudian meluas menjadi busuk lunak. Di bagian tengah tengah terdapat titik-titik hitam. Serangan berat menyebabkan buah cabai mengerut dan mengering seperti jerami.

Sedangkan gejala yang ditimbulkan cendawan Gloesporium piperatum umumnya menyerang buah muda dan menyebabkan mati ujung (die back). Gejalanya ditandai dengan terbentuknya bintik – bintik kecil kehitaman dan berlekuk serta tepi bintik berwarna kuning. Bagian lekukan akan terus membesar dan memanjang serta bagian tengahnya berwarna gelap.

Pengendalian

Berikut ada beberapa cara dalam pengendalian penyakit Antraknosa pada tanaman cabai :

1. Sebelum disemai, biji direndam dalam air hangat (55°C) selama setengah jam, atau direndam selama 4 – 8 jam dalam larutan fungsida seperti benlate dengan dosis 0,5 gr/Liter.

2. Pergunakan bibit yang sehat, jika menggunakan bibit sendiri jangan menggunakan dari bekas cabai yang terserang patek. Karena spora jamur tersebut mampu bertahan pada benih cabai.

3. Jarak tanam dijarangkan agar tidak lembab, misalnya menggunakan jarak tanam 65 x 70 cm.

4. Pilih lokasi lahan yang bukan bekas tanaman cabai, terong, tomat dll (satu famili dengan cabai). Spora patek mampu beradaptasi dan bertahan hidup dalam tanah dalam waktu tahunan.

5. Tanamlah varietas cabai yang lebih tahan patek, biasanya cabai keriting lebih tahan terhadap penyakit patek.

6. Pergunakan pupuk dasar maupun kocoran yang rendah unsur Nitrogen, karena unsur N hanya akan membuat tanaman cabai menjadi rentan. Selain itu unsur N juga akan membuat tanaman menjadi rimbun yang akan meningkatkan kelembaban sekitar tanaman.

7. Perbanyak unsur Kalium dan Calsium untuk membantu pengerasan kulit buah cabai.

8. Kebun dibersihkan. Buah yang sudah diserang dikumpulkan dari tanah maupun dipetik langsung setiap hari dalam wadah/kantong plastik untuk kemudian dibakar. Wadah tidak boleh digunakan untuk buah yang sehat agar tidak tertular.

9. Tanaman disemprot dengan fungisida Derosol 60 WP dicampur Dithane M-45 dengan perbandingan 1 : 8, konsentrasi 2,8 gram/Liter. Atau dapat juga disemprot dengan fungisida Kasumin 20 AS 2 cc/Liter, Difolatan 4 cc/Liter, Phycozan, Anvil 50 SC, Champion 77 WP, Kumulus 80 WDC, Kocide 60 WDG, Rubigan 120 EC, Redhos 70/12 WP, Uniflow 720 F, Cupravit OB 12, Ingrofol 50 WP, Folicur 25 WP, Masalgin 50 WP, Velimek 80 WP, , Daconil 75 WP, Topsin, Antracol 70 WP, Delsene MX 200.

10. Pestisida Nabati, pestisida babati yang bisa digunakan berupa:

  • Campuran nimba, serai dan laos dengan perbandingan 8:6:6 atau 6:6:6.
  • Larutan daun tembakau pada air 1:20, efektifitasnya setara dengan Mancozeb 0,2% (fungisida kimia).

Simak juga : Mencegah Serangan Penyakit Layu Bakteri Ralstonia Pada Tanaman Cabai

Perlu diingat bahwa walaupun sudah disemprot, pembersihan buah yang terserang dari tanah dan tanaman harus tetap dikumpulkan dan dibakar agar serangan tidak semakin parah. Jika langkah-langkah diatas sudah dilakukan tetapi masih terjadi serangan penyakit patek maka segera memusnahkan tanaman dengan cara dicabut kemudian dibakar.

Sumber : Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung, 2017

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini