8 Faktor Pemicu Perkembangan Wereng Batang Coklat (WBC)

0

Unsurtani.com – Wereng batang coklat atau WBC (Nilaparvata lugens Stal.) merupakan hama dari golongan insekta yang sangat merugikan petani padi. Sejak tahun 1930 wereng coklat menjadi kendala dalam usaha peningkatan produksi padi di Indonesia.

Di jawa Timur, serangan WBC paling luas. Dalam periode 2006/2007-2011/2012, luas serangan rata-rata 30.492,22 ha/tahun, terluas di antara hama dan penyakit padi lainnya. WBC merusak tanaman padi dengan cara menghisap cairan tanaman pada sistem vaskular, menyebabkan tanaman menguning dan cepat sekali mengering. Umumnya gejala terlihat mengumpul pada satu lokasi.

Di samping sebagai hama, WBC juga berperan sebagai vektor penyakit kerdil hampa dan kerdil rumput. Tidak kurang dari 20% dari total luas tanaman padi yang terserang WBC, juga terjangkit penyakit kerdil rumput dan kerdil hampa. Berikut ini beberapa faktor pemicu perkembangan wereng batang coklat:

1. La-Nina (kemarau basah, di kemarau masih turun hujan). Terjadinya kemarau basah (La-Nina) menyebabkan suhu naik 1,9 °C dan kelembaban naik 25%, sehingga cocok bagi perkembangan WBC. La-Nina menurunkan efektivitas pengendalian menggunakan agen hayati atau insektisida karena terlarut oleh air hujan.

2. Penggunaan varietas yang rentan. Varietas rentan lebih disukai oleh WBC dan WBC lebih cepat berkembang pada varietas rentan dibanding varietas tahan/toleran. Sejak tahun 2007, IR 64 dan Ciherang rentan terhadap WBC karena sudah lahir WBC biotipe 4.

3. Dalam satu hamparan tanam tidak serentak. WBC menyerang tanaman padi berbagai umur. Adanya tanaman padi dengan berbagai umur dalam satu hamparan seperti gambar di bawah, mendorong WBC berkembang pesat karena tersedia makanan setiap saat.

4. Tidak dilakukannya monitoring sejak dini. Apabila serangan WBC baru diketahui saat ada gejala tanaman padi seperti terbakar, menunjukkan monitoring WBC tidak dilakukan. Pada kondisi ini populasi WBC sangat tinggi (400-1000 ekor/rumpun) dengan beragam stadium (telur, nimfa dan dewasa), dan sulit dikendalikan.

5. Lahan selalu digenangi. Tanaman padi yang selalu digenangi menyebabkan kondisi sekitar tanaman menjadi lebih lembab, sangat disukai WBC.

6. Pemberian pupuk N berlebihan. Dalam budidaya padi, pemberian pupuk N sering berlebihan, menyebabkan tanaman peka terhadap WBC. Tanaman padi yang kelebihan unsur N peka terhadap WBC, berpotensi meningkatkan jumlah gabah hampa, menimbulkan kahat hara S atau Zn, mudah rebah dan memperpanjang umur tanaman. Pemberian pupuk K dapat meningkatkan ketebalan daun, dan lebih tahan terhadap hama-penyakit.

7. Cara pengendalian kurang tepat. Yang sering terjadi di lapang adalah jenis, konsentrasi dan volume semprot insektisida tidak tepat, pengendalian terlambat dilakukan (baru dilakukan saat gejala tanaman seperti terbakar), dan bila dalam satu hamparan terserang WBC hanya sebagian petani yang mengendalikan sedang petani lainnya tidak mengendalikan.

8. Lahir WBC biotipe baru. Sejak tahun 2007, di Jawa Timur telah lahir WBC biotipe 4, sebagai akibat dari lamanya varietas IR 64 dan Ciherang dominan ditanam sepanjang tahun. Ciherang sebelumnya toleran sekarang rentan terhadap WBC.

Setelah anda mengetahui faktor-faktor yang menjadi pemicu perkembangan Wereng Batang Coklat (WBC) ini, maka selanjutnya yaitu:

Sumber : BPTP Jawa Timur

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini