Budidaya Jamur Tiram Media Baglog Jerami Padi

0

Unsurtani.com – Jamur tiram adalah salah satu jamur yang dapat dikonsumsi (edible), dapat tumbuh dan diproduksi dalam jumlah besar dengan kualitas tinggi. Saat ini semakin meningkat animo petani di Kaltim untuk membudidayakan jamur tiram. Produksi jamur tiram segar skala rumah tangga sudah mencapai 10 – 20 kg/hari, bahkan lebih.

Salah satu faktor pembatas produksi yang menjadi kendala para petani jamur tiram yaitu bahan baku serbuk kayu sebagai media tumbuh jamur yang semakin sulit untuk diperoleh atau tidak tersedia sama sekali dilokasi dalam jumlah yang besar.

Salah satu media alternatif yang dapat digunakan adalah jerami padi. Jerami mengandung hara yang cukup lengkap baik berupa hara makro maupun mikro. Secara umum hara NPK masing-masing sebesar 0,4% : 0,2% : 0,7% dan 40% C. Berikut dijelaskan tahapan singkat mengenai pembuatan media jamur tiram menggunakan jerami padi.

Bahan-Bahan

Media tanam untuk budidaya jamur tiram terdiri atas jerami padi, dedak dan kapur.

1. Jerami padi yang digunakan adalah limbah hasil pertanian yang diperoleh sesudah panen. Hasil per ha sawah dapat diperoleh 3 – 4 ton jerami. Selanjutnya jerami dicacah kecil dengan ukuran 3 – 5 cm.

2. Dedak disini digunakan untuk campuran media tanam jamur yang berfungsi sebagai nutrisi dan sumber karbohidrat, karbon dan nitrogen. Karbon digunakan energi utama, sedangkan nitrogen berfungsi untuk membangun miselium dan membangun enzim-enzim yang disimpan dalam tubuhnya. Dedak yang disarankan adalah yang masih baru dan tidak berbau apek atau tengik dan tidak berkutu.

3. Kapur  merupakan salah satu bahan yang berfungsi untuk meningkatkan pH secara praktis, murah dan aman, selaligus sebagai pencegah hama serta pengatur pH substrat tanam agar mendekati netral atau basa. Ada beberapa macam kapur yang dapat digunakan, yaitu kapur pertanian, kapur tembok dan dolomite, yang paling baik adalah kapur tembok (CaCO3).

Peralatan

Drum pengukus, cincin penutup bag log, timbangan, termometer, kertas lakmus pH, plastik pp ukuran 18 x 30 cm, kertas koran dan karet gelang. Adapun bahan lainnya adalah gipsum dan air.

Prosedur Pembuatan Media

  1. Siapkan jerami padi yang sudah dicacah sebanyak 100 kg,
  2. Campurkan jerami kayu, dedak, kapur dan gipsum dengan perbandingan (100 kg : 20 kg : 2,5 kg : 2 kg). Tambahkan air jika campuran terlalu kering. Lalu diaduk hingga merata kemudian ditutup dengan plastik selama 48 jam dengan pH 6-7.
  3. Masukkan media ke dalam plastik (baglog) dengan mempersiapkan plastik pp tahan panas yang memiliki ketebalan 0,8 mm berukuran 18 x 30 cm, masukkan media kedalam plastik dan dipadatkan hingga beratnya 1 – 1,3 kg. Pasang cincin paralon, kertas penutup dan ikat dengan karet.
  4. Selanjutnya baglog dikukus dalam drum selama 6 jam.
  5. Setelah dikukus, kemudian dilakukan pendinginan selama 12 jam (semalam).
  6. Tahap selanjutnya yaitu inokulasi (penanaman bibit). Inokulasi ini dilakukan secara aseptik. Bibit dimasukkan dengan menggunakan pinset.
  7. Baglog diinkubasi selama 40 – 60 hari dengan suhu diatas 30 derajat celcius. Inkubasikan baglog sampai miselium menutupi media secara merata.
  8. Baglog yang sudah ditumbuhi miselium tempatkan di rak-rak dalam rumah jamur (kombong). Buka tutup baglog agar jamur dapat tumbuh setelah 2 minggu baglog dibuka.
  9. Panen jamur segar setelah umur 2 – 3 hari,

Hasil analisis proksimat jamur tiram putih dengan media jerami padi dan serbuk kayu. Produksi jamur tiram dengan berat 1000 gram dapat menghasilkan 300 – 350 gram jamur segar.

Meskipun produksi jamur tiram dari baglog jerami padi tidak menyamai produksi baglog serbuk kayu, namun potensi jerami yang banyak tersedia di pedesaan merupakan alternatif pengganti serbuk kayu untuk usaha tani jamur tiram.

Simak juga artikel terkait jamur lainnya:

Sumber : BPTP Kalimantan Timur (2012)

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini