Cara Mengatasi Hama Ulat Tanduk atau Ulat Keket pada Tanaman Singkong

0

Unsurtani.com – Ulat tanduk atau yang juga disebut ulat keket (Erinnyis Ello L) merupakan hama musiman pada musim kemarau. Serangan ulat tanduk dapat mengakibatkan defoliasi total terhadap daun dan rendahnya kualitas umbi ubi kayu.

Besarnya kehilangan hasil ubi kayu akibat serangan ulat tanduk tergantung pada umur tanaman, kesuburan tanah, faktor lingkungan seperti hujan dan frekuensi serangan. Kehilangan hasil pada tanah yang subur berkisar antara 0-25% untuk satu kali serangan, dan mencapai 47% setelah dua kali serangan.

Kehilangan hasil pada tanah yang kurang subur berkisar antara 15-46% untuk satu kali serangan, dan mencapai 64% setelah sua kali serangan. Setelah tanaman mencapai umur 6 bulan, kehilangan hasil kurang berarti walaupun berpengaruh terhadap kualitas umbi. Walaupun seluruh daun ubi kayu dapat dimakannya, namun yang paling disukai adalah daun pada batang muda dan daun pucuk.

Selama periode larva, seekor larva bisa mengonsumsi daun seluas 1100 cm persegi, dan sekitar 75% dari luasan tersebut dikonsumsi selama instar 5. Serangan ulat dapat terjadi pada semua umur tanaman, akan tetapi umur terentan aatara 2-5 bulan.

Bioekologi

Ulat tersebut dikenal dengan “ulat keket atau ulat tanduk” karena ulat ini mempunyai semacam tanduk diujung kepalanya. Telur E. ello berbentuk bulat kecil dengan diameter 1 mm, berwarna hijau muda sampai kuning, diletakkan secara tunggal di atas permukaan daun ubi kayu. Imago bertelur pada malam hari, seekor imago dapat bertelur hingga 1850 butir, Telur-telur menetas dalam 3-5 hari. Larva terdiri atas lima instar, dengan lama fase larva tergantung pada suhu udara.

Semakin panas suhu udara fase larva semakin pendek. Warna larva bervariasi dari hijau sampai coklat dan dengan pola yang jelas. Larva dengan lima instar terjadi dalam 3-4 minggu, pada instar kelima panjang tubuh daoat mencapai 95 mm. Pupa terjadi dalam tanah sekitar 3 minggu sampai beberapa bulan tergantung iklim yang ada.

Imago adalah kupu malam berwarna abu-abu dengan 5 atau 6 buah pita merah jambu yang melintang di abdomen dan garis hitam di kedua sayap (sayap yang membentang panjangnya 80-120 mm), pada abdomen ditandai adanya garis lateral seperti pita. Imago makan nektar bunga.

Pengendalian Hama Ulat Tanduk:

Insektisida biologi : Bacilus turingiensis (Bt) efektif pada stadia tiga instar pertama.

Musuh alami :

  • Parasit telur Trichogramma sp. dan Telenomus sp.
  • Predator Chrysopa spp., Polistes spp.
  • Jamur entomopatogen Beauveria sp. dan Metarhizium sp.
  • Virus anggota Baculoviridae.

Simak juga artikel terkait hama tanaman singkong berikut ini :

Sumber : Balitbangtan

Loading...