Cara Mengatasi Jamur Akar Putih Pohon Karet Secara Biologi

0

Unsurtani.com – Penyakit jamur akar putih (JAP) merupakan penyakit utama pada tanaman karet yang disebabkan oleh jamur Rigidoporus microporus (Rigidoporus lignosus). Pada perakaran tanaman sakit tampak benang-benang jamur berwarna putih dan agak tebal. Penyakit ini dapat mengakibatkan kematian pada tanaman karet.

Cendawan Trichoderma koningii bersifat antagonis dengan Jamur Akar Putih mampu bertahan lama di alam. Keunggulan pengendalian Jamur Akar Putih menggunakan Trichoderma koningii antara lain dapat mengembalikan produksi secara normal, ramah lingkungan, mudah diperbanyak, dan murah.

Biaya untuk tiap batang tanaman sekitar Rp. 3.000,- untuk serangan berat dan Rp. 1.200,- untuk serangan ringan. Sedangkan dengan cara tradisional membutuhkan biaya sebesar Rp. 6.670,- untuk setiap batang baik serangan ringan maupun berat.

Bahan dan Alat

Bahan dan alat yang dibutuhkan dalam perbanyakan Trichoderma koningii adalah :

  • Dedak halus 500 kg,
  • Stater atau biang Trichoderma koningii ± 25 kg,
  • Belerang 10 kg,
  • Drum pengukus dedak 2 buah,
  • Tungku besi 2 buah,
  • Kayu bakar secukupnya,
  • Papan 2 cm,
  • Kayu balok 10 batang,
  • Plastik hitam dan plastik kaca secukupnya,
  • Tali plastik,
  • Stapler, cangkul, dan sekop.

Biang Trichoderma koningii dapat diperoleh dari Laboratorium Lapangan Dinas Perkebunan setempat anda.

Cara Kerja

1. Dedak halus dimasukkan ke dalam karung tepung, kemudian direndam dengan air hingga dedak benar-benar basah sampai ke dalam karung.
2. Dedak yang telah direndam selanjutnya diangkat, kemudian ditiriskan hingga air tidak menetes lagi dari karung.
3. Dedak yang telah ditiriskan, kemudian dikukus dengan air mendidih selama 1 – 2 jam.
4. Dedak yang telah dikukus diangkat, kemudian didinginkan selama 1 – 2 jam pada kotak yang telah disediakan.
5. Setelah dedak dingin, campurkan belerang halus secara merata, dengan perbandingan 1 : 50 (1 kg belerang : 50 kg dedak halus).
6. Selanjutnya diinokulasikan biangnya dengan cara menaburkan biang Trichoderma koningii ke dalam kotak yang telah berisi dedak, selapis demi selapis, sehingga merata sampai ke lapisan bawah. Perbandingan biang dengan media dedak 1:20 (1 kg biang : 20 kg dedak).
7. Semua proses dilakukan secara steril dengan menggunakan alkohol 70%.
8. Tutup rapat dengan plastik kaca, usahakan ada rongga udara, dan biarkan spora jamur tumbuh sampai 15 hari.
9. Lakukan pembalikan media pada hari ke-3 dan kelipatannya, supaya pertumbuhan spora merata sampai ke bagian bawah.
10. Bila seluruh bahan media dedak telah ditumbuhi spora hijau, maka siap diaplikasikan ke lapangan atau dimasukkan ke dalam karung.
11. Simpan bahan/media tersebut pada tempat yang sejuk sehingga tetap efektif jika diaplikasikan ke lapangan.

Aplikasi di Lapangan

Sebagai tindakan preventif/pencegahan pengunaan Trichoderma koningii digunakan dengan takaran pada tanaman belum menghasilkan ± 100 gr/pohon atau 50 gr per lubang tanam pada saat penanaman. Pengunaan Trichoderma koningii pada polybag 35 gr/polybag menjamin bibit yang dikembangkan tidak terserang Jamur Akar Putih.

Simak juga artikel terkait Karet lainnya:

Untuk pengendalian diaplikasikan pada pohon terserang: di sekeliling pohon yang sakit dibuat parit dangkal lalu ditaburkan jamur tersebut dengan takaran:

  • TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) 100 gr Trichoderma + 50 gr belerang sirus/pohon.
  • TM (Tanaman Menghasilkan) 150 gr Trichoderma + 100 gr belerang sirus/pohon. Untuk belerang ditabur terpisah 50 cm dari leher akar.

Sumber : BPTP Jambi (2010)

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini