Cara Perbanyak Benih Pisang Melalui Bonggol

0

Unsurtani.com – Perbanyakan tanaman pisang dapat dilakukan melalui benih yang berasal dari tunas anakan, bonggol dan bibit yang diperbanyak secara konvensional dan kultur jaringan. Perbanyakan tanaman pisang secara kultur jaringan membutuhkan biaya yang cukup besar dan hanya dapat dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar. Harga materi tanaman hasil perbanyakan menggunakan kultur jaringan kadang tidak terjangkau oleh petani.

Untuk usahatani pisang berskala kecil, dengan sedikit sentuhan teknologi sederhana petani dapat memproduksi materi tanaman sendiri dari materi induk yang demiliki. Sistem perbanyakan yang dapat digunakan adalah perbanyakan anakan menggunakan bonggol tanaman.

Bonggol yang digunakan dapat berupa bonggol yang masih melekat pada tanaman induk maupun bonggol yang sudah dipisahkan dari tanaman induknya. Perbanyakan materi yang digunakan adalah anakan yang berukuran 15 – 20 cm. Anakan tersebut tidak memisahkan dari tanaman induk, jadi semua perlakuan dilakukan dilapang.

Keuntungan dari sistem ini adalah tunas baru yang diinginkan akan tumbuh lebih cepat karena sistem perakaran dari bonggol anakan tidak terganggu. Sedangkan kelemahannya adalah perlu pengawasan lebih ketat dari gangguan hewan atau ternak, karena semua kegiatan tidak dilakukan pada tempat khusus. Dengan cara ini satu tanaman dapat menghasilkan lebih dari 700 tanaman kecil dalam waktu 8 bulan.

Prosedur Kerja:

  1. Pilih anakan dengan bonggol berukuran 15 – 20 cm dari tanaman induk yang sehat, kualitas dan kuantitas produksi bagus.
  2. Potong anakan ± 5 cm diatas bonggol dan buah semua bekas pelepah daun.
  3. Buat lubang sedalam 4 cm dan diameter 2 cm tepat dibagian tengah bonggol.
  4. Tunas-tunas yang tumbuh dari bonggol yang diperlakukan merupakan generasi kedua (G2S).
  5. Tiga bulan setelah tumbuh bonggol (G3S) tunas sudah berukuran lebih kurang 15 cm dan sudah dapat diperlakukan lagi seperti pada anakan generasi pertama (dipotong batangnya, dibuang tubuhnya) untuk merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru.
  6. Prosedur diatas dapat diulangi lagi sampai menghasilkan generasi keempat (G4S).
  7. Tunas generasi keempat yang berukuran 10 – 15 cm dapat dipindahkan ke pot atau polibag dan dirawat.
  8. Pemupukan dilakukan satu bulan setelah pemindahan ke polibag dengan dosis 5 g NPK per tanaman.

Simak artikel mengenai pisang berikut ini:

Sumber : BPTP Kalimantan Tengah

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini