Diskusi – Tanya Jawab Mengenai Wereng Batang Coklat (WBC) Tanaman Padi

0

Unsurtani.com – Saat terjadi iklim La-Nina, petani hendaknya waspada terhadap serangan WBC pada tanaman padinya. Faktor iklim tidak dapat dikendalikan, kecuali sebatas mengantisipasi dan mengurangi dampaknya. Berikut disajikan beberapa peristiwa yang sering ditanyakan oleh petani saat ditemui dalam pengendalian WBC di lapangan.

1. Apakah ada varietas yang tahan terhadap WBC?

Sampai dengan saat ini belum ditemukan varietas yang tahan terhadap WBC biotipe-4, kecuali hanya sebatas toleran. Artinya, apabila petani menggunakan varietas toleran, budidaya sesuai anjuran dan dikendalikan baik, maka WBC dapat dikendalikan dengan hasil yang baik pula. Namun untuk WBC biotipe  1, 2 dan 3, sudah ada beberapa varietas yang tahan terhadap hama ini. Beberapa varietas tersebut bisa anda baca disini : 7 Varietas Padi Tahan Hama Wereng Batang Cokelat

2. Mengapa serangan WBC biasanya tiba-tiba?

Kecuali ada faktor tertentu yang istimewa, serangan WBC tidak pernah tiba-tiba. Kesan tiba-tiba itu biasanya terjadi karena tidak dilakukannya monitoring, yaitu dengan mengamati populasi WBC, baik secara langsung pada pangkal tanaman, maupun dengan melihat indikasi populasi yang terperangkap dalam lampu perangkap.

3. Apa saja yang menyebabkan pengendalian WBC dengan insektisida menjadi kurang efektif?

Beberapa faktor menjadi penyebab tidak efektifnya insektisida adalah:

  • Jenis, konsentrasi dan volume semprot insektisida yang digunakan kurang tepat.
  • Pengendalian terlambat dilakukan, misal baru dilakukan saat tanaman sudah menunjukkan gejala seperti terbakar.
  • Penyemprotan tidak dilakukan secara berkelompok. Oleh karena itu, petakan sawah yang sudah disemprot insektisida, kedatangan migrasi WBC dari petak lain yang tidak disemprot.
  • Penyemprotan tidak tepat sasaran, karena diarahkan pada bagian atas tanaman, padahal WBC berada di bagian panggal tanaman. Dianjurkan, penyemprotan diarahkan ke bagian pangkal atau di sela-sela tanaman.
  • Penyemprotan dilakukan terlalu pagi, pada saat daun tanaman masih banyak terdapat embun, menyebabkan insektisida menjadi lebih encer dari konsentrasi anjuran karena tercampur dengan air embun ( Air embun pada daun tanaman di pagi hari dapat mencapai 2.500 liter/ha. Penyemprotan pada kondisi ini dapat mengencerkan dosis insektisida yang disemprotkan).
  • Terjadinya peristiwa kekebalan WBC terhadap insektisida. Ini bisa terjadi bila WBC beradaptasi dengan bahan aktif insektisida yang digunakan secara terus-menerus dalam waktu lama.

Agar pengendalian WBC dengan insektisida menjadi efektif dan tepat sasaran, maka simaklah artikel berikut ini : Pengendalian Wereng Batang Coklat (WBC) Berbasis Insektisida

4. Adakah cara yang paling mudah dan murah dalam mengendalikan WBC?

Cara yang paling mudah dan murah dalam mengendalikan WBC adalah dengan mengedepankan pencegahan. Secara teknis hal itu telah dijelaskan dalam buku ini. Namun, ada satu faktor penting yang tidak boleh luput dari perhatian, yaitu: menumbuhkan semangat kekompakan petani atau kelompok tani, didukung oleh petugas lapangan.

Faktor tersebut yang kemudian dapat mendorong tanam dan penyemprotan secara serentak, akan mampu jauh menekan populasi WBC dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengendaliannya, daripada hanya mengandalkan insektisida semata. Kiat-kiat pencegahan hama wereng batang coklat bisa anda simak disini: Pencegahan Serangan Hama Wereng Batang Coklat Pada Tanaman Padi

5. Apakah dengan menggunakan varietas tahan/toleran, sudah dijamin bahwa WBC sudah tidak menjadi masalah?

Tentu tidak, WBC tetap mempunyai potensi untuk merusak tanaman bila penggunaan varietas tahan/toleran tidak diikuti dengan penerapan budidaya (jarak tanam, pemupukan, pengairan dsb) dan pengendalian secara benar. Selain itu diperlukan juga pemahaman faktor-faktor apa saja yang memicu perkembangan WBC, bisa anda simak disini : 8 Faktor Pemicu Perkembangan Wereng Batang Coklat (WBC)

Demikian Diskusi – Tanya Jawab Mengenai Wereng Batang Coklat (WBC) Tanaman Padi. Semoga dari diskusi singkat ini bisa menambah wawasan sobat tani sekalian dalam bertani. Jika informasi ini bermanfaat, silahkan bagikan informasi ini ke petani lainnya. Terima kasih.

Sumber : BPTP Jawa Timur

Loading...