Membangun Konstruksi Tambak Udang dilahan Berpasir

0

Unsurtani.com – Kegiatan budidaya udang tambak selama ini dilaksanakan dikawasan pantai berhutan bakau, dengan tekstur tanah liat. Ditinjau dari segi konstruksi, sangat ideal untuk tambak udang, karena sangat kedap air, sehingga menghindarkan terjadinya kebocoran pada tambak.

Namun, dari sisi biologis ada kelemahannya, karena tanah liat sangat memungkinkan terbentuknya lapisan lumpur di dasar tambak, sehingga dapat mengakibatkan dampak negatif terhadap kehidupan atau pertumbuhan udang, karena terjadinya penumpukan bahan organik berupa sisa makanan atau detritus yang terikat dengan liat lempung akan sulit teroksidasi kembali sewaktu dilakukan pengolahan dasar tambak.

Bila digenangi air, akan terurai pada kondisi anaerob yang menghasilkan gas beracun dan sangat membahayakan udang. Selain itu, lapisan lumpur dapat pula menimbulkan penyakit yang menyerang udang sebagaimana terjadi akhir-akhir ini pada hampir sebagian besar tambak udang di Indonesia.

Pembangunan tambak udang pada lahan pantai berpasir belum banyak dilakukan, karena pertimbangan ekonomis. Konstruksi tambak cenderung membutuhkan biaya investasi yang besar, karena harus ditembok beton dan itupun kadang kala masih mengalami kegagalan karena terjadi kebocoran tambak.

Padahal dasar tambak berpasir sangat baik untuk pertumbuhan udang, karena secara biologis lingkungan dasar bersih dari lumpur, sehingga sehat bagi pertumbuhan udang. Berdasarkan pengalaman dilapangan menunjukkan pada tambak-tambak bertekstur lumpur produktivitas tambak cenderung menurun setelah periode pemeliharaan tahun kedua. Hal ini terjadi karena penumpukan lumpur, sehingga harus dilakukan pembuangan lapisan lumpur pada dasar tambak sebelum periode tanam dilakukan.

Sedangkan pada tambak pasir yang telah dikembangkan di Kabupaten Sukabumi, produktivitas konstan sampai periode tanam ke-12. Bahkan kualitas udang yang dihasilkan pun cenderung lebih baik, karena tumbuh pada lingkungan dasar tambak yang relatif lebih bersih.

Keunggulan:

Konstruksi yang dipakai adalah Bioseal, bila dibandingkan dengan konstruksi lain (beton cor) keunggulannya adalah:

  • Biaya yang relatif lebih murah,
  • Proses konstruksi mudah dan cepat,
  • Mudah dalam perawatan,
  • Baik untuk pertumbuhan udang.
Gambar 1 Konstruksi Dinding Tambak Menggunakan Bioseal

Petunjuk Proses:

1. Bentuk konstruksi bujur sangkar dengan ukuran panjang dan lebar 50 x 50 cm.

2. Tanggul digunakan harflek dari bahan asbestos, dipasang memanjang pada dinding tambak pada bagian dalam. Seriap sambungan diperkuat dengan pasangan batako semen.

3. Lapisi dinding dan dasar tambak dengan plastik ketebalan 0,6 mm.

4. Pematang dengan miring 1:1 sampai 1:1,5. Sebelum Bioseal dipasang, pematang pasir dipadatkan terlebih dahulu agar stabil.

5. Untuk memudahkan dan memperkuat konstruksi dinding, pada dasar dinding terlebih dahulu diberi konstruksi “sepatu dinding” selebar 1 meter yang terbuat dari plesteran.

6. Dasar tembok miring ke tengah dengan kemiringan 1-2% dan dilengkapi dengan saluran pengeluaran air (central drainage) terdiri dari bangunan tower , saringan air dan pipa pembuangan bawah tanah terbuat daru pipa PVC 12″ (Gambar 2). Kemiringan dasar tambak kearah tengah, bertujuan agar tambak mudah dikeringkan saat panen dan sisa-sisa pakan selama pemeliharaan dapat dibersihkan.

Gambar 2 Spesifikasi Teknis Tambak Udang Lahan Pasir

7. Konstruksi saluran pemasukan air (inlet) dibuat diatas pematang tambak yang menghubungkan sumber air sungau dengan petakan tambak, terbuat dari pasangan bata merah selebar 5 cm dan tinggi 5 cm, pada bagian dasarnya diperkuat dengan fondasi batu kali (Gambar 3). Saluran pembuangan air dibuat dibawah tanah, lebih rendah dari dasar tambak terbuat dari buis beton yang menampung air pembuangan berasal dari central drainage.

Gambar 3 Desain Konstruksi Tambak dan Saluran Air
Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini