Pengendalian Wereng Batang Coklat (WBC) Berbasis Insektisida

0

Unsurtani.com – Seperti diketahui, Wereng Batang Coklat (WBC) merupakan salah satu hama tanaman padi yang sangat sulit diatasi jika sudah terlanjur menyerang. Oleh karena itu perlu adanya pegendalian wereng batang coklat secara terpadu dan dilakukan secara serempak.

Pada tahun 2017, intensitas serangan hama WBC, virus kerdil rumput, virus kerdil hampa di Jawa Barat sangat tinggi terutama di wilayah pantai utara (Kabupaten Subang, Indramayu, dan Cirebon). Akibat gangguan WBC tersebut banyak petani yang hanya panen sekitar 20-40% atau sekitar 0,6-1,0 t/ha bahkan ada yang tidak bisa panen.

Hama WBC yang berkembang pada tanaman padi ketika membentuk anakan dimulai oleh wereng bersayap panjang yang berpindah dari tempat lain. Jika wereng yang berkembang pada tanaman padi yang berumur 2 atau 3 minggu setelah tanam, maka WBC bisa berkembang biak menjadi dua generasi. Tetapi bila wereng yang menyerang tanaman padi yang berumur 5-6 minggu setelah tanam, wereng yang berkembang biak hanya satu generasi yang puncak populasinya terjadi pada padi umur 9-10 minggu setelah tanam.

Sebelumnya bisa anda simak juga: 8 Faktor Pemicu Perkembangan Wereng Batang Coklat (WBC)

Berikut ini tahapan-tahapan pengendalian Wereng Batang Coklat pada padi dengan insektisida:

  1. Melakukan monitoring untuk mengetahui apakah populasi WBC di pertanaman sudah mencapai ambang ekonomi atau belum.
  2. Apabila hasil monitoring mencapai ambang ekonomi (AE), selanjutnya menentukan jenis insektisida yang akan digunakan.
  3. Pelaksanan Pengendalian

Ambang Ekonomi (AE) WBC:

Lebih dari 5 ekor WBC/rumpun pada tanaman berumur lebih dari 20 hari setelah tanam (HST), atau lebih dari 10 ekor WBC/rumpun pada tanaman berumur 20-40 hst, atau lebih dari 20 ekor/rumpun pada tanaman berumur lebih dari 40 hst.

1. Monitoring

WBC dewasa tertarik dengan cahaya lampu kemudian mendatanginya. Sifat ini dapat dimanfaatkan untuk mengetahui adanya WBC dis suatu tempat dengan memasang lamu perangkap (light trap). Pengamatan WBC pada lampu perangkap secara rutin, akan diketahui adanya WBC pada tanaman padi di sekita lampu perangkap. Dengan demikian, monitoring juga berfungsi sebagai peringatan dini (early warning).

Pemasangan lampu perangkap disamping sebagai alat untuk monitoring adanya WBC, juga berfungsi sebagai pengendali WBC. Pemasangan lampu perangkap menggunakan lampu 100 watt dapat menangkap sampai 400.000 ekor WBC/malam. Pemasangan lampu perangkap sederhana menggunakan lampu 40 watt selama dua jam (pukul 18.00-20.00), dapat menangkap dan membunuh WBC rata-rata 868 ekor/lampu, tergantung populasi WBC di pertanaman padi.

Pentingnya pengamatan populasi WBC di pertanaman padi

Secara alami permulaan WBC datang di pertanaman padi yang sudah lilir, dan biasanya serangga datang pada dua minggu pertama setelah tanam. Monitoring atau pengamatan langsung pada persemaian dan tanaman muda penting dilakukan untuk mengetahui apakah populasi WBC sudah mencapai batas AE atau belum, agar tindakan pengendalian tidak terlambat.

2. Jenis insektitida yang digunakan

Pengendalian menggunakan insektsida (sistemik atau kontak) dilaksanakan saat populasi WBC mencapai AE. Beberapa jenis insektisida yang terdaftar di Kementan (2016) sudah saya rangkum dibawah ini.

3. Pelaksanaan pengendalian

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan insektisida dalam pengendalian WBC, adalah:

  • Hanya dibolehkan apabila populasi WBC berada di atas AE,
  • Konsentrasi dan volume semprot harus tepat, bisa dilihat pada label kemasan insektisida,
  • Jangan menyemprot tanaman padi sebelum pukul 07.00 WIB, karena insektisida akan terencerkan oleh embun di permukaan tanaman padi,
  • Arahkan nozle sprayer ke sasaran WBC,
  • Selama menyemprot tanaman, gunakan baju lengan panjang, masker, sarung tangan, kacamata, dan topi,
  • Lakukan penyemprotan tanaman padi dalam hamparan secara berkelompok, agar diperoleh hasil pengendalian yang optimal.

Simak juga :

Sumber : BPTP Jawa Timur

Loading...