Petunjuk Teknis Cara Budidaya Nilam di Polybag atau Pot

0

Unsurtani.com – Tanaman nilam (Pogestemon Cablin Benth) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang terpenting di Indonesia. Dalam dunia perdagangan, minyak nilam dikenal dengan “Patchouli oil” yang banyak digunakan sebagai bahan baku, bahan campuran dan fiksatif (pengikat wangi-wangian) dalam industri parfum, farmasi, kosmetika dan industri makanan dan minuman.

Pada umumnya penanaman tanaman nilam dilakukan menggunakan setek pucuk dan setek batang. Setek yang digunakan sebagai bibit adalah dari batang yang cukup tua dengan diameter antara 0,8-1 cm dengan panjang 20-30 cm.

Setek batang diambil dari tanaman yang sehat, muda dan agak berkayu dengan memiliki 3-5 mata tunas. Setek yang baik adalah setek pucuk yang memiliki 4-5 buku dengan 3-4 mata tunas atau 3 helai daun.

Setek ditanam di polybag berisi media tanam campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1, dimasukkan sebanyak 3/4 dari volume polybag. Bibit siap ke lapang apabila sudah muncul 3-5 helai daun dan sudah berakar. Setek yang telah berumur 6-7 minggu, tunasnya sudah tumbuh dan berdaun dapat dipindahkan ke lapangan.

Penanaman

Pembuatan lubang tanam dengan ukuran panjang x lebar x tinggi : 30x30x30 cm. Jarak tanam yang digunakan bervariasi, misal 100×100 cm, sehingga populasi per hektar 10.000 setek. Dalam usaha budidaya nilam pemeliharaan merupakan faktor yang penting guna memperoleh hasil optimal. Pemeliharaan tanaman nilam meliputi:

1. Penyiangan, dilakukan dengan membersihkan rumput atau gulma yang ada di areal pertanaman.

2. Pemupukan, pemberian pupuk dengan dosis 280 kg urea + 70 kg SP36 + 140 kg KCI per hektar pada tanah podsolik merah kuning menghasilkan 3,5 ton terna kering/ha dengan produksi minyak 117,60 kg/ha.

3. Pemangkasan, dilakukan pada tanaman yang sangat rimbun, yang dilakukan pada cabang dari tingkat tiga keatas, sehingga sinar matahari dapat terbagi rata menyinari tanaman.

4. Pembubunan, cabang-cabang yang letaknya jatuh dipatahkan dibagian ujung, tetapi tidak putus dari batangnya, sesudah itu bagian patah ditimbun dengan tanah. Dengan pembubunan, terbentuk tanaman nilam yang padat dengan anakannya.

5. Hama dan Penyakit, perlindungan terhadap serangan hama dan penyakit sangat penting. Hama yang sering menyerang tanaman nilam yaitu ulat pemakan daun, belalang dan nematoda. Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman nilam yaitu budog, busuk batang, dan luka batang.

Penyakit nilam terpenting yang diduga dapat tersebar melalui bahan tanaman (setek) adalah bakteri layu (Pseudomonas solanacearum), penyakit budok yang disebabkan oleh mikoplasma serta berbagai jenis nematoda.

Panen

Panen pertama dilakukan saat tanaman berumur 6-8 bulan. Panen pada pagi dan sore hari menjelang malam agar kandungan minyak tetap tinggi. Panen diusahakan sebelum daun berubah warna menjadi coklat. Untuk menghasilkan minyak yang baik, terna dijemur dan dikering-anginkan dulu sebelum disuling.

Simak juga : Ubah Bawang Merah Jadi Minyak Gosok Aromaterapi

Penjemuran dihamparkan diatas terpal dan dibalik dari waktu ke waktu supaya keringnya merata dan terhindar dari proses fermentasi dan harus dihindari penumpukan bahan dalam keadaan basah, dilanjutkan dengan pengering-anginan dalam ruang yang bereaksi baik dan terlindungi dari sinar matahari langsung sampai kadar air 12-15%.

Loading...