Teknik Persilangan Sawit Untuk Menghasilkan Varietas Unggul Baru

0

Unsurtani.com – Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan berasal dari Afrika. Di Indonesia, perkebunan kelapa sawit terdiri dari perkebunan rakyat, swasta dan negara. Produksi sawit rakyat 1,5 ton/ha/bulan. Produksi kelapa sawit yang masih rendah, mungkin disebabkan penggunaan bibit sawit berkualitas rendah. Oleh karena itu perlu diusahakan menghasilkan varietas kelapa sawit unggul baru.

Materi persilangan dapat ditentukan berdasarkan seleksi plasma nutfah, karakter tanaman antara lain: produksi awal, toleran kekeringan, kecepatan pembentukan calon bunga, bentuk dan ukuran buah.

Varietas baru tanaman dapat dihasilkan melalui persilangan maupun seleksi secara individu dari populasi tanaman di areal tertentu. Cara menyilangkan kelapa sawit sebagai berikut:

1. Persiapan Bunga Betina

  • Pilih pohon induk yang menghasilkan calon bunga.
  • Bersihkan seludang pada calon bunga betina dari serabut dan kotoran lainnya. Selanjutnya disemprot insektisida dan fungisida agar tidak terjadi kontaminasi.
  • Pada bagian tangkai tandan dibalut kapas dan disterilkan dengan insektisida dan fungisida sebelum disungkup dengan kerondong persilangan.
  • Bunga betina yang sudah masak siap untuk diserbuki jika warna kepala putik menjadi kemerah-merahan dan telah terbuka, berlendir, serta mengeluarkan bau.
Perbedaan bunga sawit jantan dan betina

2. Persiapan Tepung Sari

Tepung sari berasal dari kelapa sawit varietas Pisifera.

  • Calon bungan jantan dibersihkan seperti persiapan bungan betina. Kerondong yang digunakan untuk menyungkup bunga jantan berbeda dengan bunga betina.
  • Tepung sari yang sudah masak (warna tepung sari berubah menjadi kuning) dipanen (dipotong dari pangkal tangkai tandan bunga dalam kondisi disungkup dan dikering-anginkan dalam suhu ruang selama satu hari. Selanjutnya tepung sari dimasukkan dalam botol, dilabeli dan disimpan dalam freezer.

3. Hibridisasi/Penyerbukan

Penyerbukan yang dilakukan pada umumnya sama, yang membedakan adalah campuran anta tepung sari/polen dengan talk dan lamanya penyerodongan tergantung kebiasaan masing-masing peneliti. Prosedur penyerbukan adalah sebagai berikut:

  • Tepung sari dicampur dengan talk (1:4) dan dimasukkan dalam botol penyerbuk. Selanjutnya disemprotkan ke bunga betina melalui lubang yang telah disediakan Gambar 6.b.b dan diberi label, ditulis tetua dan tanggal.
  • Kerondong dibuka setelah tiga minggu penyerbukan, bunga dibiarkan berkembang menjadi buah.
  • Buah dipanen apabila sudah masak fisiologis, berumur sekitar 6 bulan setelah persilangan (satu-dua-buah yang mudah lepas dari tandan).

Dengan melakukan persilangan dan seleksi yang terus menerus diharapkan dapat menghasilkan varietas kelapa sawit baru dengan kualitas dan kuantitas yang lebih baik dari varietas yang sudah ada, keberhasilan persilangan kelapa sawit adalah 100% menghasikan adalah 100% mengasilkan tandan buah jadi.

Simak juga : Cara Pemberian Pupuk dengan Injeksi Batang Kelapa Sawit

Demikian informasi tentang Teknik Persilangan Sawit Untuk Menghasilkan Varietas Unggul Baru, semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Kritik dan saran, serta penambahan informasi sangat kami harapkan, silahkan hubungi kami via email ke tim.unsurtani@gmail.com.

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini