Teknologi Pembibitan Okulasi Karet Klon Unggul

0

Unsurtani.com – Dalam rangka meningkatkan produksi karet rakyat, Pemerintah Provinsi Jambi telah mencanangkan program peremajaan karet rakyat seluas 155.950, yang dimulai sejak tahun 2006 s/d 2010, dengan mengambil kebijakan untuk membeli bibit-bibit karet yang di produksi oleh petani penangkar.

Hal ini karena, Balai Penelitian Sembawa dan Sungai Putih Medan tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan bibit karet di Provinsi Jambi. Dari data dilapangan sampai dengan akhir 2010, permintaan bibit karet klon unggul, oleh petani perorangan, perusahaan swasta dan pemerintah, masih sangat tinggi, sementara jumlah bibit ditingkat petani penangkar sangat terbatas.

Hal ini menimbulkan keinginan petani lain yang bukan penangkar, ikut membuat bibit karet, sehingga bibit yang dihasilkan belum sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu secara teknis sangat diperlukan pembinaan dan pengawasan, oleh instansi terkait, sehingga diharapkan kedepannya bisa menjadi penangkar dan bisa memproduksi bibit karet yang berkualitas sesuai dengan teknologi anjuran.

Untuk sebagai informasi dan ilmu pengetahuan dilapangan bagi PPL dan penangkar, maka dalam artikel ini ditulis secara ringkas tentang langkah-langkah untuk bisa menghasilkan bibit karet klon unggul yang berkualitas.

Langkah-langkah Teknologi Pembuatan Bibit Karet Klon Unggul

1. Pembangunan Kebun Entres

  •  Lahan harus bersih dari sisa tunggul,
  • Menggunakan Klon anjuran Generasi ke-3 dan ke-4,
  • Lubang tanam 60 x 60x 60 cm dengan jarak tanam 1 x 1 m,
  • Batas blok per klon 2 meter,
  • Perawatan secara intensif (wiwilan, pemupukan sesuai anjuran dan penyiangan),
  • Pemanenan entres setelah 4 payung.

2. Pembangunan Batang Bawah

  • Benih berasal dari kebun induk klon anjuran,
  • Pembuatan bedengan menggunakan pasir 10 cm,
  • Pendederan, biji disusun tengkurap dengan jarak 1 cm,
  • Penyiraman dilakukan 1 hari sekali,
  • Pemindahan ke lapangan pada stadium jarum 7 hari s/d 21 hari,
  • Pemupukan dilakukan sesuai anjuran,
  • Pengendalian hama dan penyakit serta gulma,
  • Pada umur 1 – 2 bulan dilakukan penjarangan pada bibit yg kerdil.

3. Okulasi

  • Lilit batang 5 – 7 cm atau umur 6 bulan (okulasi hijau),
  • Batang bawah sehat dan daun pucuk sudah tua, menggunakan mata prima,
  • Matang okulasi minimal 1 bulan,
  • Lakukan pemotongan batang bawah 1 – 2 minggu sebelum pencabutan stum.

4. Penaman bibit dalam polibag

  • Polibag : 15 x  35 cm atau 18 x 40 cm,
  • Stum sehat, panjang akar tunggang minimal 20 cm,
  • Pemupukan dasar 5 gram NPK (15:15:15),
  • Penanaman stum di polibag,
  • Pemberian naungan, penyiraman,
  • Pembuangan tunas palsu,
  • Pengendalian penyakit dan pemupukan PPC,
  • Bibit prima, minimal tinggi tunas 20 cm, lingkar tunas 0,3 cm,
  • Umur 3 bulan atau 1 payung daun pucuk tua siap ditanam dilapangan

Simak juga artikel mengenai Karet berikut ini:

Demikian informasi tentang Teknologi Pembibitan Okulasi Karet Klon Unggul, semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Kritik dan saran, serta penambahan informasi sangat kami harapkan, silahkan hubungi kami via email ke tim.unsurtani@gmail.com.

Oleh : Joko Supriyanto, BPTP Jambi (2010)

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini