Cara Jitu Mempercepat Pengomposan Jerami

0

Unsurtani.com –┬áPengomposan merupakan proses humifikasi bahan orgnaik tidak stabil (rasio C/N >25) menjadi bahan organik stabil yang dicirikan oleh pelepasan panas dan gas dari bahan yang dikomposkan.

Mempercepat pengomposan jerami dapat dilakukan dengan pencacahan bahan jerami, penggunaan mikroba pengompos (dekomposer) unggul dengan dosis maksimum, penggunaan bahan pelemah lignin, dan penambahan bahan starter (pemacu perkembangan mikroba).

Manfaat:

  • Panas yang dihasilkan kompos membunuh mikroba patogen dan benih gulma.
  • Pengomposan yang tepat mengurangi peluang terbentuknya senyawa toksik yang dalam banyak kasus menghambat pertumbuhan tanaman.

Prosedur Pengomposan

1. Persiapan Bahan

  • Jerami dicacah sampai berukuran 1-3 cm (menggunakan mesin pencacah jerami APPO, Mektan).
  • Agen pengompos (dekomposer) unggul dari kelompok fungi perombak lignin dan selulosa dengan dosis ganda, misalnya dosis biasa 1 kg menjadi 2 kg per ton jerami.
  • Larutan gula (gula pasir atau gula aren) 1/4 kg dilarutkan dalam 5-10 liter air per ton jerami sebagai bahan pemacu perkembangan mikroba dekomposer (starter) atau 2,5 kg urea/ton jerami.
  • Kapur sebagai bahan pelemah lignin, diberikan dalam bentuk tepung atau diencerkan dengan air, dosis 5 kg/ton jerami.
  • Plastik penutup kompos warna gelap (tidak transparan).

2. Tahap Kerja

  • Cacahan jerami ditumpuk memanjang di pinggir galengan sawah lapis demi lapis (tebal lapisan 20 cm), tinggi dan lebar tumpukan maksimum 100 cm.
  • Tiap lapisan jerami ditaburi atau dibasahi dengan larutan kapur, kemudian larutan starter gula (atau urea), terakhir agen pengompos.
  • Tumpukan jerami yang sudah diinokulasi ditutup rapat dengan plastik penutup warna gelap. Penutupan ini untuk memerangkap panas, mengurangi penguapan atau pemanasan langsung terik matahari serta melindungi kompos dari pencucian hara dan pembahasan oleh air hujan.
  • Pembalikan kompos dilakukan pada hari ke-3 untuk aerasi dan pelembaban bahan dengan air (bila kering), kemudian ditutup kembali dengan plastik gelap sampai hari ke-7 atau kompos matang.

Indikasi Kompos Matang

  • Terjadi pengurangan volume kompos jerami >1/3 bagian (tinggi semula 100 cm menjadi sekitar 60 cm)
  • Kompos berwarna gelap (coklat atau coklat kehitaman)
  • Kompos beraroma fermentasi, tidak brbau tengik atau bau menyengat (busuk)

Simak juga artikel terkait Jerami, berikut ini:

Demikian informasi tentang Cara Mempercepat Pengomposan Jerami, semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Kritik dan saran, serta penambahan informasi sangat kami harapkan, silahkan hubungi kami via email ke tim.unsurtani@gmail.com.

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini