Pengendalian Penyakit pada Tanaman Wijen

0

Unsurtani.com – Penyakit yang sering dijumpai menyerang tanaman wijen biasanya disebabkan oleh golongan cendawan (jamur), bakteri, dan virus. Sebelumnya simak juga pengendalian hama penting pada tanaman wijen berikut ini: Pengendalian Hama Penting Tanaman Wijen

Berikut ini beberapa penyakit yang biasa menyerang tanaman wijen :

1. Bususk Hitam (Black root)

Penyakit busuk hitam (black root) dikenal juga sebagai penyakit bercak daun bersudut (angular leaf spot). Penyebabnya adalah bakteri Pseudomonas sesami Malkoff.

Gejala awal luka-luka yang muncul berwarna coklat hingga hitam, dibatasi oleh pembuluh daun. Luka-luka berdiameter 1 cm, bila bergabung membentuk daerah nekrotik yang luas, daun gugur lebih awal. Infeksi pada batang sering terjadi akibat penularan dari tangkai daun.

Serangan berat pada batang menyebabkan tanaman mati. Patogen ini juga menyerang polong/buah, menyebabkan warna polong berubah jadi hitam. Serangan berat akan terjadi apabila curah hujan atau kelebababn tinggi berlangsung lama.

Pengendalian disarankan agar menggilir tanaman wijen dengan tanaman semusim lainnya selama 2 tahun. Lokasi harus bebas dari sisa-sisa tanaman sebelumnya. Jangan menggunakan benih dari tanaman yang terserang. Perendaman benih dengan larutan streptomisin 250 – 500 ppm dapat mencegah penularan benih. Pengairan dengan sistem penggenangan akan mempercepat penularan benih, sebaiknya pengairan diberikan pada saluran antar baris.

2. Hawar Bakteri (Bacterial blight)

Penyakit hawar bakteri (bacterial blight) disebabkan oleh bakteri Xanthomonas campestris pv. sesami. Gejala diawali dengan bercak kecil yang diameternya berkembang menjadi 2-3 mm dalam 10 hari, warnanya coklat kemerahan sampai hitam. Bercak biasanya menjadi nekrotik, mengering lalu robek. Bercak serupa juga terjadi pada batang dan polong wijen.

Pengendalian penyakit ini disarankan agar wijen ditumpangsarikan dengan tanaman jagung paling kurang selama 2 tahun. Lokasi harus dibebaskan dari sisa-sisa tanaman terserang sebelumnya. Jangan menggunakan benih dari tanaman yang terserang. Perendaman dengan formalin 0,1% (2,5 l/kg benih) untuk mencegah penularan melalui biji.

3. Bercak Daun (Cercospora)

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Cercospora sesamicola Mohanty dan C. sesami Zimm. Daerah penyebaran penyakit ini dilaporkan terdapat pada seluruh daerah penghasil wijen. Gejala bercak daun berdiameter 3 mm, bagian tengah berwarna abu-abu sedangkan pinggirannya berwarna coklat tua dan dibatasi pembuluh daun.

Pengendalian penyakit ini karena patogen terbawa benih, maka perlakuan perendaman benih pada air panas (53 derajat celcius) selama 30 menit dapat menekan serangan. Dari hasil penelitian secara in-vitro diketahui bahwa Benlate dan Folicur 250 EC dapat menekan pertumbuhan C. sesami dengan baik.

4. Busuk Buah (Pot rot)

Penyakit busuk buah pada wijen disebabkan oleh patogen Phytophthora sp. Patogen ini termasuk tular tanah dan dapat menyebabkan damping off pada bibit, menyerang batang, bunga, dan buah.

Gejala awal menyebabkan polong berwarna hijau kusam ditumbihi miselia halus berwarna putih dan selanjutnya polong berwarna hitam. Apabila polong yang terserang menempel pada batang, maka batang tersebut akan terserang dan berwarna coklat. Serangan pada pangkal batang tanaman akan layu. Biji dari tanaman yang terserang akan berwarna kuning dan berbercak coklat.

Pengendalian dengan menggunkan senyawa gabungan metalaxyl + benomyl + copper chlorida (6.5 + 15 + 25%) merupakan kombinasi fungisida yang terbaik untuk mengendalikan Phytophthora sp.

5. Layu (Wilt)

Penyakit layu dapat disebabkan oleh beberapa patogen antara lain Phytium, Rhizoctoria solani, Fusarium spp., Phytophthora sp., dan Sclerotium rolfsii. Penyakit layu sering ditemukan didaerah-daerah penghasil wijen. Di Indonesia ditemukan di daerah Boyolali, Ngawi, Lumajang. Gejala layu dapat ditimbulkan pada berbagai stadia bibit ataupun tanaman dewasa. Bagian tanaman yang diserang yaitu akar, pangkal batang atau pembuluh kayu.

Pengendalian penyakit layu yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum di lapang sukar dilakukan karena patogen dapat bertahan hidup lama dalam tanah. Penggunaan Trichoderma viride TV-192 mempunyai kemampuan antagonis untuk mengendalikan F. oxysporum sedangkan Gliocladium virens merupakan antagonis yang potensial untuk mengendalikan Fusarium sp. dan Phytium sp.

6. Keriting Daun (Leaf curl)

Penyakit daun keriting disebabkan oleh Nicotiana virus 10 atau Tobacco leaf-curl virus yang ditularkan oleh Bemisia tabaci Gen. Penyakit ini ditemukan di Boyolali, Ngawi, dan Lumajang.

Gejala daun yang terserang berubah bentuk menjadi kaku, mengkerut, dan tampak keriting berwarna hijau tua, adakalanya sukar dibedakan dengan gejala serangan kutu daun yang menyebabkan daun kaku dan menggulung kearah bawah. Serangan awal menyebabkan tanaman tumbuh abnormal dan tidak berbuah. Tanaman yang terserang pada fase pembuahan maka buah yang terbentuk sebelum adanya serangan dapat diselamatkan.

Pengendalian secara kimiawi menggunakan insektisida yang efektif untuk pengendalian vektor virus (Bemisia tabaci Gen.) antara lain Aplaud 10 WP, Folimat 500 SL, Mitac 200 EC, dan Orthene 75 SP.

7. Filodi

Penyakit filodi disebabkan oleh mikroplasma. Vektor penyakit ini adalah Orosius albisinctus, selain itu terjadi juga melalui grafting. Penyakit ini di Indonesia ditemukan di daerah Probolinggo dan Pasirian Lumajang.

Gejala penyakit terlihat ukuran daun mengecil dan menggerombol, bagian-bagian bunga mengalami modifikasi, struktur kerpel buah berubah seperti daun, anther bentuknya tetap, tetapi warnanya berubah menjadi hijau, dan serbuk sari menjadi tidak berfungsi. Ruas memendek disertai dengan pembentukan bunga dan cabang baru, menyebabkan penampilan seperti “bunchy top”.

Pengendalian dengan insektisida ditujukan untuk menekan vektornya yaitu Orosius albicinctus Distant. Demikian informasi mengenai Pengendalian Penyakit pada Tanaman Wijen, semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Kritik dan saran, serta penambahan informasi sangat kami harapkan, silahkan hubungi kami via email ke tim.unsurtani@gmail.com.

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini