Rekomendasi Pemupukan NPK Padi Sawah Spesifik Lokasi

0

Unsurtani.com – Hingga saat ini rekomendasi pemupukan spesifik lokasi masih terbatas pada lokasi-lokasi penelitian dan pengkajian atau di daerah yang sudah memiliki peta status hara P dan yang lebih rinci (skala besar). Namun peta status hara P dan K tanah sawah yang telah tersebar belum dilengkapi dengan arahan rekomendasi pemupukan spesifik lokasi hingga tingkat kecamatan.

Oleh sebab itu, hingga saat ini penggunaan pupuk oleh petani belum efisien, rasional dan berimbang. Sebagian petani menggunakan pupuk tertentu dengan dosis berlebihan, sehingga efisiensinya sangat rendah dan pupuk terbuang percuma.  Namun sebagian lainnya menggunakan pupuk dengan dosis yang lebih endah dari kebutuhan tanaman, sehingga produksi padi tidak optimal akibat ketidakseimbangan hara di dalam tanah.

Agar benar-benar spesifik lokasi, banyak cara dan metode yang dapat digunakan dalam menentukan rekomendasi pemupukan. Badan Litbang Pertanian bekerja sama dengan berbagai lembaga internasional dan nasional telah menghasilkan dan mengembangkan beberapa metode dan alat bantu peningkatan efisiensi pemupukan N, P, dan K untuk tanaman padi sawah, antara lain Bagan Warna Daun (BWD) untuk pemupukan N, Petak Omisi, dan Paddy Soil Test Kit (Perangkat Uji Tanah Sawah, PUTS) untuk menentukan dosisi pupuk P dan K.

Anjuran pupuk yang diberikan dalam bentuk integrasi pupuk anorganik dan pupuk organik. Pupuk anorganik yang digunakan dapat berbentuk tunggal atau majemuk, sedangkan pupuk organik yang disarankan adalah berbahan dasar jerami dan kotoran hewan (pukan).

Rekomenasi pemupukan tersebut sudah menjadi kebijakan pemerintah dalam bentuk Peraturan Menteri Pertanian No. 40/Pert/HK.060/5/2007.

Manfaat: Menetapkan kebutuhan dan strategi distribusi pupuk yang lebih efektif. Penerapan teknologi BWD, PUTS (Perangkat Uji Tanah Sawah), dan pendekatan petak omisi memberikan peluang untuk lebih meningkatkan efisiensi pemupukan spesifik lokasi.

Cara Penerapan

1. Pilih lokasi dimana akan dilakukan pemupukan, kemudian tentukan pilihan kombinasi pupuk anorganik dan organiknya dalam salah satu kolom dalam tabel (pupuk anorganik tunggal/majemuk dan pupuk organik).

2. Bila akan menggunakan pupuk majemuk NPK, maka pastikan dosisnya sesuai dengan status hara P dan K. Pilihan formula jenis pupuk majemuk NPK yang digunakan beserta dosisnya anjurannya telah disediakan dalam Permetan ini.

3. Seandainya dosis pupuk organik yang dianjurkan (kompos jerami atau kotoran hewan) tidak tersedia di lapangan, maka gunakan bahan organik yang tersedia di sekitar lahan. Semua bahan organik yang digunakan harus dikomposkan terlebih dahulu agar unsur hara dalam kompos cepat tersedia.

Simak juga :

Rekomendasi Pemupukan Spesifik Lokasi

Pupuk N (urea)

Rekomendasi pupuk N (urea) didasarkan pada perkiraan cadangan hara N di tanah (yang didasarkan pada peta produktivitas lahan sawah) dan kebutuhan tambahan N untuk mencapai tingkat kenaikan hasil tertentu. Misalnya, apabila tanaman padi di lokasi tertentu diperkirakan dapat menghasilkan gabah 3 ton/ha tanpa pemupukan N dan jika ditanami dengan varietas unggul dengan daya hasil optimal 6 ton per ha, maka tambahan pupuk urea yang diperlukan adalah sekitar 275 kg.

Pada tanah dengan pH tinggi (>7), seperti Vertisols di Jawa Tengah bagian timur, Jawa Timur, Bali, dan NTB, dan NTT diperlukan penambahan pupuk ZA sebanyak 100 kg/ha untuk meningkatkan ketersediaan hara S. Dengan penambahan ZA, takaran urea dapat dikurangi sebanyak 50 kg/ha.

Bagan warna daun digunakan untuk menetapkan rekomendasi penggunaan pupuk N berdasarkan tingkat kehijauan warna daun. Makin pucat warna daun, makin rendah skala BWD yang berarti makin rendah ketersediaan N di tanah dan makin banyak pupuk N yang perlu diaplikasikan.

Rekomendasi berdasarkan BWD memberikan jumlah dan waktu pemberian pupuk N yang diperlukan tanaman sehingga dapat menghemat 15 – 20% pupuk urea. Selain itu untuk lebih efisien, rekomendasi pupuk N pada tanaman padi sawah per kecamatan juga dikaitkan dengan pemberian bahan orgnik.

Pemberian pupuk N direkomendasikan sebanyak 200 kg, 250 kg, dan 290 kg urea/ha pada lahan dengan produktivitas tinggi, sedang, dan rendah.  Tetapi jika diberikan jerami sebanyak 5 ton atau seluruh jerami sisa panen dikembalikan, pupuk urea bisa dikurangi 20-25 kg urea/ha.  Sedangkan jika diberikan 2 ton kompos/pupuk kandang, pupuk urea dapat dikurangi sekitar 50 kg urea (Tabel 1).

Tabel 1. Rekomendasi Umum Pemupukan Nitrogen pada Tanaman Padi Sawah

 

Pupuk P dan K.

Peta Status Hara P dan K Tanah Sawah skala 1:250.000 yang telah dibuat untuk 21 propinsi digunakan sebagai arahan kebutuhan dan distribusi pupuk P dan K tingkat nasional.  Sedangkan penetapan rekomendasi pupuk P dan K di lapang seyogianya didasarkan pada peta skala 1:50.000 yang setiap analisis tanah mewakili areal 25 ha, atau setara dengan satu hamparan pengelolaan kelompok tani.

Rekomendasi P dan K per kecamatan disusun dengan cara menumpangtindihkan Peta Status Hara P dan K skala 1:250.000 dengan batas administratif kecamatan. Rekomendasi tersebut mungkin belum persis sesuai dengan kondisi di lapangan karena setiap analisis tanah mewakili areal pesawahan seluas 625 ha.  Untuk itu, rekomendasi pemupukan P dan K perlu didampingi dengan PUTS atau menggunakan pendekatan petak omisi.

PUTS merupakan suatu perangkat untuk mengukur kadar hara P, K, dan pH tanah yang dapat dikerjakan secara langsung di lapangan dengan relatif cepat, mudah, dan cukup akurat. PUTS terdiri dari pelarut (pereaksi) P, K, dan pH tanah serta peralatan pendukungnya. Contoh tanah sawah yang telah diekstrak dengan pereaksi ini akan memberikan perubahan warna dan selanjutnya kadarnya diukur secara kualitatif dengan bagan warna P, K, dan pH.

Status P dan K tanah dikelompokkan menjadi tiga kelas, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Dari masing-masing kelas status P dan K tanah sawah telah dibuatkan rekomendasi pemupukan P (dalam bentuk SP36) dan K (dalam bentuk KCl). Tabel 2 dan Tabel 3 memuat rekomendasi umum pemupukan P dan K berdasarkan status hara tanah.

Tabel 2. Rekomendasi Umum Fosfor pada tanaman padi sawah
Tabel 3. Rekomendasi Umum Pemupukan Kalium pada tanaman padi sawah dengan dan tanpa bahan organik jerami padi

Demikian informasi tentang Rekomendasi Pemupukan NPK Padi Sawah Spesifik Lokasi, semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Kritik dan saran, serta penambahan informasi sangat kami harapkan, silahkan hubungi kami via email ke tim.unsurtani@gmail.com.

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini