Inilah 14 Jenis Varietas Bawang Merah yang Dirilis Balitsa

0

Unsurtani.com – Bawang merah (Allium cepa L. var ascalonicum) merupakan salah satu komoditas utama sayuran di Indonesia. Sejak tahun 1984 hingga 2017, Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) sudah melepas atau mendaftarkan 14 varietas bawang merah yang cocok ditanam di dataran rendah sampai tinggi.

Namun, berdasarkan pengalaman dalam memproduksi benih sumber oleh Unit Pengelola Benih Sumber Balitsa ada beberapa varietas bawang merah dataran rendah yang juga cocok ditanam di dataran tinggi yaitu varietas Sembrani, Pikatan, Trisula, Pancasona dan Mentes. Selain cocok ditanam di dataran tinggi dan dataran rendah ada pula varietas yang cocok ditanam di luar musim atau pada musim hujan (off-season) yaitu varietas Trisula dan Sembrani.

Pada tahun 2014 Balitsa juga telah mengajukan pendaftaran 2 calon varietas bawang merah True Shallot Seed (TSS). Varietas asal TSS bawang merah ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan benih sumber bawang merah. Benih bawang merah bentuk biji (TSS) memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan benih bawang merah bentuk umbi, yaitu volume benih yang diperlukan kurang lebih hanya 3-6 kg/ha sedangkan dalam bentuk umbi berkisar 1-1.2 ton/ha.

Dengan menggunakan TSS akan mengurangi biaya produksi dan biaya pengiriman benih serta penggunaan TSS dapat meningkatkan produktivitas tanaman sampai 100% dibandingkan dengan penggunaan umbi (Basuki 2009).

Pemilihan Varietas

Syarat pemilihan varietas sayuran :

  • Sesuai dengan permintaan pasar (rasa, warna, penampakan, ukuran, dll),
  • Produktivitas tinggi,
  • Tahan terhadap serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT),
  • Cocok ditanam pada kondisi ekosistem setempat,

Berikut ini beberapa varietas Bawang Merah yang dilepas Balitsa:

1. Varietas Maja Cipanas

Varietas Maja Cipanas berasal dari lokal Cipanas yang dilepas tahun 1984, cocok untuk ditanam di dataran rendah dan dataran tinggi. Varietas ini memiliki karakteristik sebagai berikut: tinggi tanaman berkisar antara 24.3 – 43.7 cm, jumlah anakan antara 6 – 12 per rumpun, daun berbentuk silindris dan berlubang, warna daun hijau agak tua, jumlah daun antara 16 – 49 helai, agak mudah berbunga (mulai berbunga 50 hari) dan umur panen 60 hari.

Umbi berbentuk bulat dan berwarna merah tua. Produksi umbi kering mencapai 10,9 ton/ha, dengan susut bobot dari umbi basah menjadi umbi kering sekitar 24.9%. Umbi cukup tahan terhadap penyakil busuk umbi (Botrytis sp.),  namun peka terhadap penyakit busuk ujung daun (Phytophthora porri).

2. Varietas Bima Brebes

Ini merupakan varietas lokal Brebes yang dilepas tahun 1984, cocok untuk ditanam di dataran rendah. Varietas ini memiliki karakteristik sebagai berikut: tinggi tanaman berkisar antara 25 – 44 cm, jumlah anakan antara 7 – 12 per rumpun, daun berbentuk silindris dan berlubang, warna daun hijau, jumlah daun antara 14 – 50 helai, agak sukar berbunga (mulai berbunga 50 hari) dan umur panen 60 hari.

Umbi berbentuk lonjong bercincin kecil pada leher cakram  dan berwarna merah muda. Produksi umbi kering mencapai 9,9 ton/ha, dengan susut bobot dari umbi basah menjadi umbi kering sekitar 21.5%. Varietas ini cukup tahan terhadap busuk umbi (Botrytis allii), namun peka terhadap busuk ujung daun (Phytophtora porri).

3. Varietas Kuning

Bawang merah varietas Kuning merupakan varietas lokal Brebes, Jawa Tengah yang dilepas tahun 2001. Kultivar ini baik untuk diusahakan di daerah dataran rendah sampai dataran medium pada musim kemarau. Varietas ini memiliki karakteristik sebagai berikut: tinggi tanaman rata-rata 35,3 cm, jumlah anakan antara 7 – 12 per rumpun, daun berbentuk silindris, warna daun hijau kekuning-kuningan, jumlah daun antara 34 – 47 helai, sukar berbunga dan umur panen 56 – 66 hari.

Bentuk umbi bulat, ujung meruncing, dan memiliki warna umbi merah gelap. Produksi umbi kering mencapai 6 – 21,39 ton/ha, dengan susut bobot dari umbi basah menjadi umbi kering sekitar 21,5 – 22,0%. Varietas ini tidak tahan terhadap penyakit moler (layu fusarium), maupun antraknosa (Colietotrichum sp.). Namun agak tahan terhadap penyakit bercak ungu (Alternaria porri).

4. Varietas Kramat 1

Varietas Kramat-1 yang dilepas tahun 2001, merupakan hasil persilangan varietas Maja Cipanas dengan Bawang Bombay (Gunung Batu). Cocok ditanam pada daerah dataran rendah dan medium, terutama pada musim kemarau. Karakteristik varietas ini yaitu: tinggi tanaman berkisar antara 27 – 49,6 cm, jumlah anakan 6 – 9 umbi per rumpun, daun berbentuk silindris seperti pipa, warna daun hijau tua, jumlah daun 18 – 46 helai per rumpun, agak sukar berbunga dan umur panen 60 hari.

Umbi berbentuk bulat, bagian leher agak besar dan berwarna merah tua. Produksi umbi kering mencapai 8 – 25.3 ton/ha, dengan susut bobot dari umbi basah menjadi umbi kering sekitar 21.3%. Varietas ini agak tahan terhadap penyakit layu Fusarium, namun kurang tahan terhadap penyakit bercak ungu (Altenaria porri).

5. Varietas Kramat 2

Sama seperti Kramat-1, varietas ini  merupakan hasil persilangan varietas Maja Cipanas dengan Bawang Bombay (Gunung Batu) yang dilepas pada tahun 2001. Cocok ditanam pada musim penghujan dan musim kemarau dengan ketinggian lebih rendah dari 800 m dpl. Karakteristik varietas ini yaitu: tinggi tanaman berkisar antara 25 – 49 cm, jumlah anakan 5 – 8 umbi per rumpun, daun berbentuk silindris seperti pipa, warna daun hijau tua, jumlah daun 19 – 42 helai per rumpun, agak sukar berbunga dan umur panen 62 hari.

Umbi berbentuk bulat, bagian leher agak besar dan berwarna merah pucat. Produksi umbi kering mencapai 6 – 22.67 ton/ha, dengan susut bobot dari umbi basah menjadi umbi kering sekitar 20.73%. Varietas ini tahan terhadap penyakit layu Fusarium, namun tidak tahan terhadap penyakit bercak ungu (Altenaria porri).

6. Varietas Sembrani

Varietas Sembrani yang dilepas pada tahun 2007 ini  merupakan hasil persilangan antara varietas bawang merah Thailand dengan bawang Bombay. Beradaptasi dengan baik di dataran rendah dengan altitude 6 – 80 m dpl pada musim kemarau.

Karakteristik varietas ini yaitu: tinggi tanaman berkisar antara 44,3 – 56,2 cm, jumlah anakan 4 – 5 umbi per rumpun, daun berbentuk silindris, warna daun hijau muda, jumlah daun 24 – 32 helai per rumpun, agak sukar berbunga (mulai berbunga 28 – 37 hari setelah tanam) dan umur panen 54 – 56 hari.

Umbi berbentuk bulat berwarna merah pucat. Produksi umbi kering mencapai 9,0 – 24,4 ton/ha, dengan susut bobot dari umbi basah menjadi umbi kering sekitar 25.45%. Daya simpan umbi pada suhu kamar sekitar 2 – 4 bulan setelah panen.

7. Varietas Katumi

Varietas ini dirilis bebarengan dengan Sembrani, ini  merupakan hasil persilangan antara bawang merah Singkil Gajah dengan bawang merah Thailand. Beradaptasi dengan baik di dataran rendah dengan altitude 6 – 80 m dpl pada musim kemarau.

Karakteristik varietas ini yaitu: tinggi tanaman berkisar antara 35 – 46,2 cm, jumlah anakan 9 – 11 umbi per rumpun, daun berbentuk silindris, warna daun hijau muda, jumlah daun 53 – 66 helai per rumpun, agak sukar berbunga (mulai berbunga 29 – 40 hari setelah tanam) dan umur panen 53 – 56 hari.

Umbi berbentuk bulat berwarna merah. Produksi umbi kering mencapai 8 – 24,1 ton/ha, dengan susut bobot dari umbi basah menjadi umbi kering sekitar 30.85%. Daya simpan umbi pada suhu kamar sekitar 2 – 3 bulan setelah panen.

8. Varietas Pikatan

Varietas yang dirilis tahun 2011 ini merupakan hasil persilangan antara B 2558 dengan  B 3155. Beradaptasi dengan baik di dataran rendah dengan ketinggian 6 – 85 m dpl. Karakteristik varietas ini yaitu: tinggi tanaman berkisar antara 39 cm, jumlah anakan 5 – 8 umbi per rumpun, bentuk penampang daun agak pipih, sedikit berkerut, warna daun hijau tua, jumlah daun 27 – 36 helai per rumpun, mulai berbunga 26 – 34 hari setelah tanam dan umur panen 50 – 55 hari.

Umbi berbentuk bulat keriput berwarna merah. Produksi umbi kering mencapai 6,20 – 23,31 ton/ha, dengan susut bobot dari umbi basah menjadi umbi kering sekitar 42.01%. Daya simpan umbi pada suhu kamar hingga 6 bulan setelah panen.

9. Varietas Trisula

Varietas yang dirilis tahun 2011 ini merupakan hasil persilangan antara B 2558 dengan B 4127. Beradaptasi dengan baik di dataran rendah dengan ketinggian 6 – 85 m dpl. Karakteristik varietas ini yaitu: tinggi tanaman berkisar antara 39,92 cm, jumlah anakan 5 – 8 umbi per rumpun, bentuk penampang daun bulat, sedikit bergelombang, warna daun hijau tua, jumlah daun 28 – 39 helai per rumpun, mulai berbunga 24 – 35 hari setelah tanam dan umur panen 50 – 55 hari.

Umbi berbentuk bulat dengan ujung runcing dan berwarna merah tua. Produksi umbi kering mencapai 6,50 – 23,21 ton/ha, dengan susut bobot dari umbi basah menjadi umbi kering sekitar 38.04%. Daya simpan umbi pada suhu kamar hingga 5 bulan setelah panen.

10. Varietas Pancasona

Varietas ini juga dirilis tahun 2011, merupakan hasil persilangan antara B 2275 dengan B 4127. Beradaptasi dengan baik di dataran rendah dengan ketinggian 6 – 85 m dpl. Karakteristik varietas ini yaitu: tinggi tanaman berkisar antara 41,13 cm, jumlah anakan 3 – 7 umbi per rumpun, bentuk penampang daun agak bulat, warna daun hijau agak tua, jumlah daun 36 – 39 helai per rumpun, mulai berbunga 25 – 35 hari setelah tanam dan umur panen 50 – 57 hari.

Umbi berbentuk bulat berwarna merah keunguan. Produksi umbi kering mencapai 6,90 – 23,70 ton/ha, dengan susut bobot dari umbi basah menjadi umbi kering sekitar 28.11%. Daya simpan umbi pada suhu kamar hingga 3 – 4 bulan setelah panen.

11. Varietas Mentes

Varietas ini juga dirilis tahun 2011, merupakan hasil persilangan antara B 3117 dengan B 3155. Beradaptasi dengan baik di dataran rendah dengan ketinggian 6 – 85 m dpl. Karakteristik varietas ini yaitu: tinggi tanaman berkisar antara 42,07 cm, jumlah anakan 8 – 12 umbi per rumpun, bentuk penampang daun bulat, warna daun hijau muda agak lunglai, jumlah daun 41 – 43 helai per rumpun, mulai berbunga 25 – 35 hari setelah tanam dan umur panen 50 – 58 hari.

Umbi berbentuk bulat berwarna merah pucat. Produksi umbi kering mencapai 7,10 – 27,58 ton/ha, dengan susut bobot dari umbi basah menjadi umbi kering sekitar 32.20%. Daya simpan umbi pada suhu kamar hingga 3 – 4 bulan setelah panen.

12. Varietas TSS AGRIHORT 1

Varietas ini dirilis tahun 2015, merupakan varietas unggul hasil pemurnian varietas Maja. TSS Agrihort 1 memiliki bentuk umbi pipih bulat, dengan warna umbi merah muda. Daunnya berbentuk silindris, dengan tinggi tanaman rata-rata 37,6-37,9 cm. Keunggulan varietas ini adalah potensi produksi tinggi.

TSS Agrihort 1 memiliki rata-rata jumlah anakan 1 – 2 anakan, dan rata-rata bobot per umbi antara 21,61 – 34,42 gr. Rata-rata berat umbi per rumpun dari varietas ini adalah 26,2 – 46,12 gr. TSS Agrihort 1 memiliki daya simpan umbi 3 – 4 bulan setelah panen dalam kondisi suhu ruangan (25 – 27°C) dan penyusutan bobot umbi basah hingga kering simpan sebesar 42,33%.

Potensi produksi varietas TSS Agrihort 1 adalah 20,04 ton/ha. Kebutuhan benih TSS Agrihort 1 per hektar adalah sebesar 2 – 3 kg. Populasi tanaman per hektar adalah sebesar 470.000 tanaman. Varietas ini dapat beradaptasi dengan baik di kabupaten Brebes di musim kemarau, potensi hasil tinggi.

13. Varietas TSS AGRIHORT 2

TSS Agrihort 2 juga dirilis tahun 2015, ini merupakan varietas unggul hasil persilangan varietas Bima dengan Klon asal Thailand. TSS Agrihort 2 memiliki bentuk umbi bulat, dengan warna umbi merah tua. Daunnya berbentuk silindris, dengan tinggi tanaman rata-rata 37,97 – 40,1 cm. Keunggulan varietas ini adalah jumlah anakan banyak dan potensi produksi tinggi.

TSS Agrihort 2 memiliki rata-rata jumlah anakan 2 – 3 anakan, dan rata-rata bobot per umbi antara 15,17 – 21,89 gr. Rata-rata berat umbi per rumpun dari varietas ini adalah 36,9 – 54,06 gr. TSS Agrihort 2 memiliki daya simpan umbi 3 – 4 bulan setelah panen dalam kondisi suhu ruangan (25 – 27°C) dan penyusutan bobot umbi basah hingga kering simpan sebesar 34,87%.

Potensi produksi varietas TSS Agrihort 2 adalah 21,75 ton/ha. Kebutuhan benih TSS Agrihort 2 per hektar adalah sebesar 2 – 3 kg. Populasi tanaman per hektar adalah sebesar 470.000 tanaman, jumlah anakan banyak, potensi produksi tinggi. Beradaptasi dengan baik di Kabupaten Brebes pada musim kemarau.

14. Varietas Violetta 1 Agrihorti

Violetta 1 Agrihorti merupakan varietas unggul baru yang dirilis tahun 2017, ini merupakan varietas unggul hasil persilangan varietas Tiron dengan Maja Cipanas. Varietas ini memiliki bentuk umbi tinggi bulat, dengan warna umbi ungu tua (Greyed Purple Group RHS 187 C). Tinggi tanaman berkisar antara 39,95 – 43,97 cm. Keunggulan varietas ini adalah produksi umbi kering tinggi, dan agak tahan terhadap penyakit bercak ungu (Alternaria porri).

Varietas ini memiliki rata-rata jumlah anakan 9 – 10  umbi/rumpun, dan rata-rata bobot per umbi antara 15,17 – 21,89 gr. Rata-rata berat umbi per rumpun dari varietas ini adalah basah : 56,95 – 90,46 gr dan kering : 37,71 – 67,02 gr . Daya simpan umbi pada suhu 25 – 30°C : 2 – 3 bulan setelah panen dan penyusutan bobot umbi basah hingga kering simpan sebesar 24,24 – 32,37 %.

Potensi produksi varietas ini adalah basah : 17,32 – 24,66 ton/ha dan kering : 8,87 – 15,2 ton/ha. Kebutuhan benih Violetta 1 Agrihorti per hektar adalah sebesar 1,3 ton. Populasi tanaman per hektar adalah sebesar 260.000 tanaman, potensi produksi tinggi. Beradaptasi dengan baik di dataran tinggi.

Simak juga:

Syarat Benih Bawang Merah yang Baik:

  • Cukup umur tanam (lebih dari 65 hari tanam),
  • Cukup umur simpan (30-60 hari setelah panen),
  • Padat atau kompak dan kulit umbinya tidak luka dan warnanya berkilau,
  • Ukuran umbi sedang(diameter 1,8 cm),
  • Apabila bawang merah belum cukup umur simpan, dilakukan pemotongan ujung umbi (0,5 cm) dengan tujuan untuk memecah masa dormansi
Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini