Mudahnya Budidaya Selada Menggunakan Polybag

0

Unsurtani.com – Tanaman selada tumbuh baik di tanah dataran tinggi tropik. Pembentukan krop di dataran rendah kurang baik. Tanaman selada menghendaki tanah yang remah, banyak mengandung bahan organik dan berdrainase baik.

Tanaman tersebut membutuhkan air yang cukup banyak pada fase pertumbuhan vegetatif. Kegunaannya selada merupakan sumber vitamin A dan C serta kaya akan Ca dan P.

Simak juga Resep Membuat Nutrisi Hidroponik Sendiri

Media Tanam dan Media Semai

Media tanam terdiri atas tanah, pupuk kandang yang sudah matang dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Campuran bahan tersebut dikukus selama 6 jam pada suhu 120°C, setelah itu didinginkan.

Media tanam diaduk menjadi satu dimasukkan kedalam polybag, pot, talang atau paralon sebagai bahan penanaman dengan cara vertikultur. Pupuk NPK dan kapur diberikan beberapa hari sebelum tanam sebagai pupuk dasar dengan dosis 5 gram per polybag/tanaman, kemudian dilakukan penyiraman.

Persemaian

Benih selada disemai terlebih dahulu dilahan persemaian atau dalam bak semai yang sudah diisi media semai. Sebelum disemai, benih direndam dalam air hangat selama 1 jam, lalu ditiriskan.

Jika penyemaian benih menggunakan baki semai, media semai dimasukkan kedalam baki, lalu benih ditanam satu per satu pada setiap lubang. Setelah itu, ditutup dengan selapis tipis media semai dan selembar daun pisang. Setelah tiga hari tutup persemaian dibuka. Setelah berumur 7 hari, bibit dipindahkan ke bumbunan.

 

Penanaman

Penanaman dilakukan setelah bibit tanaman ±2 minggu setelah dibumbung atau 3 minggu setelah disemai. Sebelum ditanam, sebaiknya bibit disiram terlebih dahulu supaya tidak layu dan cepat beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari.

Pemeliharaan Tanaman

1. Penyiraman dilakukan pada pagi atau sore hari, menggunakan embrat atau selang. Kalau tanaman sudah besar, penyiraman dilakukan jika tidak ada hujan atau melihat kondisi media, agar tidak terlalu basah, atau terlalu kering.

2. Penyulaman dilakukan jika ada tanaman yang mati selama satu minggu setelah tanam, supaya pertumbuhannya tidak berbeda jauh dengan tanaman lainnya.

3. Pemupukan, pupuk susulan diberikan setelah tanaman selada berumur 2 minggu sejak tanam. Pupuk ditabur disekeliling tanaman dengan dosis 2 gram per tanaman, kemudian langsung disiram atau dengan cara dikocor/dicairkan dengan dosis 1 NPK (16:16:16) ditambah air 100 liter untuk 500 tanaman, atau 2 gr/200 ml/tanaman. Pemupukan dilakukan dengan interval 7 hari, sebanyak 3 kali.

4. Pengendalian OPT, Organisme pengganggu tanaman (OPT) yang menyerang tanaman selada ialah ulat daun. Pengendalian OPT dilakukan menggunakan pestisida nabati atau cara mekanis agar tidak ada residu yang terhadap kesehatan, karena umur selada cukup pendek.

Pemanenan

Pemanenan selada dilakukan pada umur 45 hari setelah tanam. Pemanenan dilakukan menggunakan pisau atau cutter.

Pemanenan dilakukan pada pagi hari dan hasil panen harus segera dibawa ke tempat yang teduh agar tidak cepat layu.

Simak juga Mudahnya BUDIDAYA Seledri di Polybag Hasil Melimpah

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini