PANDUAN Lengkap Budidaya Timun Hasil Melimpah

0

Unsurtani.com – Mentimun (Cucumis sativus L.) adalah komoditas sayuran yang banyak diusahakan didataran rendah sampai medium. Mentimun termasuk kedalam keluarga Cucurbitae yang disebut pula timun (Jawa), bonteng (Sunda), dan cucumber (Inggris).

Kegunaan mentimun antara lain untuk dikonsumsi segar sebagai lalaban dan untuk acar. Untuk konsumsi segar biasanya konsumen memilih mentimun yang berwarna hijau dengan panjang buah sekitar 15,5 – 19,5 cm, sedangkan untuk acar yang berwarna hijau terang dengan panjang buah 15 – 18 cm. Simka juga Cara Simpel Budidaya Tomat Menggunakan Polybag.

Persyaratan Tumbuh

Tanaman mentimun dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian tempat 200 – 800 m dpl. Namun, tanaman mentimun tumbuh dengan optimum pada daerah yang berketinggian tempat 400 m dpl, pada tanah yang berkadar liat rendah dengan pH 6 – 7.

Budidaya Mentimun

  • Kebutuhan benih mentimun per hektar adalah sebanyak 1 – 2 kg.
  • Varietas mentimun yang dianjurkan untuk dibudidayakan antara lain ialah Saturnus, Pluto, Mars dan Litsa Hijau.
  • Sebelum ditanam, benih mentimun harus disemai terlebih dahulu.

Tahapan pelaksanaan penyemaian benih adalah sebagai berikut:

  • Untuk mencegah penyakit tular benih, benih mentimun sebelum disemai harus direndam terlebih dahulu dalam air hangat (50°C) atau dalam larutan fungisida Propamokarb Hidroklorida (0,5 ml/l) selama 1/2 jam.
  • Benih disemai didalam baki persemaian yang berisi media tanam, yaitu campuran tanah dengan pupuk kandang (1:1) yang telah disterilkan dengan cara dikukus selama 4 jam.
  • Benih yang telah tumbuh dan memiliki dua helai daun dipindahkan kedalam bumbungan daun pisang atau kantung plastik yang berisi media tanam (campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1).
  • Untuk mencegah serangan penyakit rebah kecambah, semaian mentimun disemprot dengan fungisida Propamokarb Hidroklorida (0,5 ml/l) dengan interval 1 minggu.

Pengolahan Lahan

  • Tanah dicangkul dengan kedalaman 30 cm.
  • Dibuat bedengan pertanaman dengan lebar 1 m, tinggi bedengan 20 – 30 cm, dan jarak antar bedengan 30 – 50 cm.
  • Jika pH tanah < 5,5 satu bulan sebelum tanam dilakukan pengapuran dengan menggunakan Dolomit sebanyak 1 – 1,5 ton/ha.
  • Diatas bedengan pertanaman dibuat lubang tanam dengan jarak antar barisan 70 cm dan jarak dalam barisan 30 – 40 cm.

Pemupukan

Pupuk kandang ayam 10 ton/han atau 20 – 30 ton/ha pupuk kandang domba/sapi + 600 kg NPK (16:16:16)/ha atau kompos/kascing 2,5 ton/ha + 150 kg NPK (16:16:16)/ha diaplikasikan sekaligus seminggu sebelum tanam didalam alur tanaman.

Pemulsaan dan Penanaman

Untuk menekan pertumbuhan gulma pada budidaya mentimun dapat digunakan mulsa plastik atau mulsa jerami. Jika menggunakan mulsa plastik, mulsa dipasang sebelum tanam. Sedangkan mulsa jerami dipasang setelah tanaman mentimun berumur 2 minggu.

Bibit mentimun yang telah memiliki 2 – 3 helai daun sejati atau telah berumur 20 – 23 hari setelah semai dapat ditanam dilahan. Lubang tanam dibuat menggunakan tugal. Satu lubang tanam ditanami 1 buah bibit. Untuk menghindari kematian bibit, penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari.

Pemeliharaan Tanaman

  • Penyiraman dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman.
  • Pemasangan turus bambu mulai dilakukan 4 – 5 hari setelah bibit ditanam dengan cara mengikat setiap dua buah turus.
  • Pembuangan tunas air dan bunga yang tumbuh pada ruas ke-1 sampai ruas ke-3 dilakukan sampai umur 1,5 – 2 bulan.
  • Bunga pada ruas ke-4 dan selanjutnya dipelihara sebanyak 1 buah per ruas.
  • Penyiangan gulma dilakukan setiap 2 – 3 minggu.
  • Tanaman yang terserang virus mosaik mentimun atau yang layu dicabut lalu dibakar.
  • Untuk mengendalikan penyakit embun tepung atau penyakit karat tanaman disemprot dengan fungisida Propineb (2 g/l), Mankozeb (2 g/l), atau Klorotalonil (2 g/l) dengan interval 1 minggu.
  • Untuk mengendalikan hama ulat grayak, oteng-oteng atau kumbang totol hitam pertanaman disemprot dengan insektisida Spinosad (0,5 ml/l), Deltametrin (1 ml/l), atau Spinoteram (0,5 ml/l) dengan interval 1 minggu.
  • Penyemprotan insektisida dan fungisida dilakukan pada sore hari dan tidak boleh dicampur dengan pupuk daun.

Panen dan Pascapanen

Mentimun mulai dapat dipanen pada umur 75 – 85 hari setelah tanam. Ciri-ciri buah mentimun yang siap dipanen adalah masak penuh dengan warna seragam dari pangkal sampai ujung buah. Buah mentimun mudah kehilangan air, sehingga mudah keriput. Oleh karena itu, setelah dipanen buah mentimun harus diletakkan ditempat yang teduh agar terhindar dari sinar matahari langsung.

Simak juga:

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini