Panduan Melakukan Inseminasi Buatan Pada Ayam Buras

0
Penerapan Inseminasi Buatan Pada Ayam Buras

Unsurtani.com – Inseminasi Buatan (IB) pada ayam buras adalah teknik mengawinkan secara buatan dengan memasukkan semen yang telah diencerkan dengan pengencer tertentu ke dalam saluran reproduksi betina ayam yang sedang masa produksi.

Penerapan teknik IB pada intensifikasi ayam buras (INTAB) yang dipelihara dalam kandang baterai, antara lain bertujuan:

  • Meningkatkan kemampuan reproduksi ayam betina untuk menghasilkan telur tetas.
  • Meningkatkan jumlah produksi telur tetas ayam buras hasil IB melalui seleksi induk dan pejantan yang berprestasi tinggi untuk memproduksi telur.
  • Upaya pengadaan day old chick (DOC) dalam jumlah banyak dan umur sama dalam waktu tidak lama, untuk dibesarkan sebagai ayam pengganti induk yang sudah berumur tua, sakit, dan produksi rendah.

Teknik IB telah diterapkan oleh peternak INTAB antara lain di provinsi Jawa Barat, namun upaya ini peternak INTAB masih menghadapi kendala seperti (a) Sulitnya untuk mendapatkan bibit ayam buras yang berprestasi produksi tinggi, dan (b) Produksi telur setiap hari rendah, antara lain belum dilakukan pengelompokan induk menjadi beberapa flok induk dengan umur berbeda.

Penampungan Semen Pejantan

A. Syarat-syarat Pejantan Terpilih

  • Umur ayam antara 12 – 20 bulan atau bertaji dengan panjang antara 0.50 – 1.50 cm.
  • Libido seksualis baik, atau keinginan mengawini betina baik.
  • Penampilan bentuk tubuh dengan tipe petelur, dwiguna dan warna bulu tubuh sesuai dengan program yang direncanakan.
  • Kondisi tubuh sehat dan bebas penyakit menular.

B. Metode Penampungan Semen

  • Dengan cara pengurutan atau massage bagian punggung penjantan. Telapak tangan mengurut bagian punggung dimulai dari pangkal leher, punggung sampai pangkal ekor dengan telapak tangan membuat sudut 45 derajat dari tulang belakang pejantan.
  • Pengurutan diulang beberapa kali sehingga ayam pejantan menunjukkan ereksi maksimal ditandai oleh meregangnya bulu ekor keatas dan mencuatnya penis keluar dari permukaan kloaka.
  • Segera penis mengeluarkan cairan bening, kemudian berikutnya mengeluarkan air mani atau semen yang berwarna putih keruh. Cairan semen segera ditampung dalam tabung dengan panjang ± 3 cm agar semen secepatnya ke dasar tabung. Dihindari tercampurnya semen dengan cairan bening.
  • Setiap 15 menit dapat diulang 2 – 3 kali penampungan semen.

Pengencer Semen Ayam

A. Pool Semen

Setiap ekor pejantan ayam buras menghasilkan semen rata-rata 0.30 (0.20 – 0.50 ml). Sebaiknya semen yang ditampung setiap ekor pejantan digabung dalam satu tabung atau pool semen. Kegunaan praktis sistem ini adalah untuk memudahkan pengenceran dan merencanakan dosis IB. Disamping itu, untuk menurunkan derajat silang dalam bagi populasi keturunannya.

B. Macam Pengencer Semen

Ada beberapa macam pengencer semen ayam buras yang tersedia, harganya murah dan keberhasilan IB dengan daya tunas 60 – 75%, yaitu:

  • Cairan fisiologis untuk manusia yang dikemas dalam bentuk: NaCI 0,9% infuse; Ringer’s infuse; Dextrose 5% + NaCI 0,9% infuse; Lactated Ringer’s infuse. Cairan fisiologis ini dapat dibeli di apotik.
  • Cairan fisiologis infuse tersebut diatas + kuning telur = 4:1 bagian.
  • Air kelapa muda + kuning telur = 4:1 bagian.

Dosis Inseminasi Buatan

Dosis inseminasi buatan adalah sejumlah sperma motil progresif dalam volume semen tertentu yang telah diencerkan, dimasukkan kedalam saluran reproduksi betina ayam buras yang sedang produksi.

Semen yang diperoleh diencerkan sampai 10 kali dengan salah sau pengencer. Alternatif dosis yang digunakan adalah: 20; 30; 50; 60; 80; 100; 150 juta sperma motil progresif per 0.1 ml semen yang telah diencerkan.

Contoh Perhitungan Besarnya Dosis IB

Penampungan semen dari 5 ekor pejantan = 1.25 ml. Konsentrasi sperma 2.650 juta/ml, sprema motil progresif 82%. Konsentrasi sperma motil progresif = 2.650 x 0.82 = 2.173 juta/ml. Produksi sperma motil progresif = 1.25  x  2.173 = 2.716 juta.

Alternatif dosis IB yang digunakan adalah 50 juta sperma motil progresif per 0.1 ml semen yang diencerkan atau konsentrasi 500 juta sperma motil progresif per ml semen encer.

Besarnya pengencer semen adalah (2.173 : 500) = 4.34 kali; yaitu 1.25 x 4.34 = 5.43 semen encer, terdiri semen kental 1.25 ml + 4.17 ml pengencer tertentu. Jumlah betina produktif yang dilayani IB = (5.42 : 0.1) = 54 ekor atau dengan perhitungan (2.716 : 50) = 54 ekor betina.

Metode Inseminasi Buatan

Metode inseminasi buatan, berkaitan dengan deposisi semen atau peletakan semen pada daerah saluran reproduksi betina. Ada dua metode IB yang dikembangkan yaitu metode deposisi semen intravaginal, dan metode deposisi semen intrauterine.

Metode deposisi semen intravaginal yakni dengan memasukkan batang gun sedalam ± 3 cm pada daerah vagina dimana tempat deposisi semen. Sedangkan metode deposisi intrauterine yakni dengan mamasukkan gun sedalam ± 7 – 8 cm pada daerah uterin dimana semen dideposisikan.

Apabila inseminator sudah terampil, maka dosis IB yang dimasukkan kedalam saluran reproduksi betina akan sempurna. Dengan metode deposisi semen intravaginal, dosis IB yang dimasukkan kemungkinan dapat tertumpah kembali karena kontraksi vagina kearah keluar.

Peluang stress pada betina akan lebih besar pada metode deposisi semen intravaginal jika dibandingkan dengan metode deposisi intrauterine. Keberhasilan IB ditunjukkan oleh daya tunas telur (%) hasil IB. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: dosis IB, pengencer semen, metode IB, kondisi biologis betina, gizi pakan dan sebagainya.

Dengan metode deposisi semen intravaginal, pengencer semen NaCI 0.9% dengan dosis IB 30 juta sperma motil progresif per 0.1 ml semen menghasilkan daya tunas telur 60 – 75%, bila dosis IB 50 juta sperma motil progresif per 0.1 ml semen menghasilkan daya tunas 75 – 85%.

Simak juga : Menghindari IB Berulang (Pemeriksaan Kebuntingan Pada Sapi)

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini