Gejala dan Pengobatan Penyakit Demam Tiga Hari (BEF) pada Sapi

0

Unsurtani.com – Penyakit demam tiga hari atau BOVINE Ephemeral Fever (BEF) sudah sering di dengar oleh peternak. Meskipun angka kematian yang disebabkan oleh penyakit ini rendah, namun penyakit ini tetap membuat pemilik sapi cemas karena sapi menjadi malas makan bahkan ambruk. Kecemasan peternak yang berlebihan tanpa mengerti cara penanganan itulah yang menyebabkan sapi mati.

Sapi yang terkena penyakit ini dapat cepat sembuh bila tidak ada komplikasi. Penyakit ini biasa menyerang pada musim pancaroba atau peralihan dari kemarau ke hujan. Penyakit ini secara umum tidak menimbulkan kerugian ekonomi yang besar, asalkan segera mendapatkan pertolongan medis yang memadai, sehingga tidak terjadi komplikasi dengan penyakit lain. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut maka diperlukan pengetahuan tentang penyakit BEF tersebut. Simak juga Menghindari IB Berulang (Pemeriksaan Kebuntingan Pada Sapi).

Penularan Penyakit

Penyakit demam tiga hari merupakan penyakit sapi yang bersifat akut disertai demam dengan angka sakit yang tinggi, namun angka kematiannya rendah. Penyakit ini disebabkan oleh virus rhabdovirus. Penyakit demam tiga hari disebabkan oleh Cullicoides sp. Nyamuk, Cullicoides yang terinfeksi dapat menyebabkan penyakit ini sampai jarak 2000 km. Ada dugaan penyebaran penyakit ini dapat melalui angin.

Virus berkembang biak dalam sel RE pulmo, limfa, kel. limfa, muskulus dan persendian. Virus terikat dengan sel darah putih sehingga sapi menunjukkan gejala demam dan kekakuan anggota gerak.

Gejala Klinis

  • Demam dengan kenaikan 2-4 dari suhu normal (nilai normal 37,9-39,0) untuk jangka waktu 1-4 hari,
  • Hewan tampak gemetar, kehilangan nafsu makan maupun minum,
  • Leleran hidung atau mata,
  • Pada sebagian besar kejadian kekakuan dan kepincangan terlihat sehari sesudah terjadinya demam. Kepincangan dapat berpindah-pindah dari kaki yang satu ke kaki yang lain,
  • Beberapa hewan teta[ sanggup berdiri namun sebagian besar akan tiduran untuk 2-3 hari,
  • Angka kematian biasanya kurang dari 1 %.

Pengobatan

Pengobatan secara khusus tidak ada. Terapi dapat dilakukan untuk memperkecil terjadinya komplikasi sekunder (Subronto, 2003). Pada literatur lain menyebutkan pemberian obat anti radang, calsium borogukonat bila ambruk, rehidrasi, antibiotika. Jika ambruk, sapi harus dibolak-balik secara periodik.

Saran

  • Karena penyebarannya ditekankan pada peranan vektor atau angin, maka kebersihan kandang perlu diperhatikan.
  • Walaupun saat ini belum ada obat anti virus yang efektif, perlu diberikan antibiotik berspektrum luas untuk mencegah infeksi sekunder.
  • Penyemprotan terhadap ternak sebaiknya dilakukan secara kontinu menggunakan insektisida.

Simak juga : Obat Tradisional Untuk Mengobati Penyakit pada Sapi

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini