Pemupukan Pada Bawang Merah (Dosis Pupuk Tunggal dan Pupuk Majemuk)

0

Unsurtani.com – Pemupukan adalah salah satu usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan hara bagi tanaman untuk tumbuh dan berproduksi. Tujuan utama dalam pemupukan adalah menjamin ketersediaan hara secara optimum untuk mendukung pertumbuhan tanaman sehingga diperoleh peningkatan hasil panen.

Penggunaan pupuk yang efisien pada dasarnya adalah memberikan pupuk dalam bentuk dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tanaman, dengan cara yang tepat dan pada saat yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan tingkat pertumbuhan tanaman tersebut.

Bawang merah merupakan salah satu produk hortikultura yang banyak diusahakan oleh petani karena bisa menjadi sumber pendapatan dan kesempatan kerja serta memberikan kontribusi cukup tinggi terhadap perkembangan ekonomi wilayah.

Pemupukan pada tanaman bawang merah dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu pemupukan dasar yang dilakukan bersamaan dengan olah tanah dan pemupukan susulan yang diberikan sebanyak 2-3 kali tergantung kondisi tanah dan musim.

Untuk tanah yang berpasir atau pada musim banyak hujan, pemupukan susulan sebaiknya dilakukan sebanyak 3 kali (5-7, 21-25 dan 35-40 hst) karena akan lebih efektif jika dibandingkan pemupukan 2 kali (21-25 dan 35-40 hst).

Untuk tanah yang berliat atau pada musim tidak banyak hujan, pemupukan susulan bisa dilakukan sebanyak 2 kali saja pada umur 21-25 hst dan 35-40 hst.

Pupuk dasar dilakukan dengan memberikan pupuk organik yang sudah matang. Pupuk organik bisa menggunakan pupuk kandang sapi dengan dosis 10-20 t/ha. Selain itu, pupuk P (SP-36) dengan dosis 200-250 kg/ha (70-90 kg P2O5/ha), diaplikasikan 2-3 hari sebelum tanam dengan cara disebar.

Simak jugaInilah 14 Jenis Varietas Bawang Merah yang Dirilis Balitsa

Pemupukan susulan I berupa pupuk N 1/3 dosis dan K sebanyak 1/2 dosis. Macam dan jumlah pupuk N dan K yang diberikan adalah sebagai berikut: N sebanyak 100 kg/ha atau sekitar 200-250 kg/ha Urea dan K sebanyak 50-75 kg K2O)/ha atau 100-200 kg KCI/ha.

Komposisi pupuk N yang paling baik untuk menghasilkan umbi bawang merah konsumsi adalah 1/3 N (Urea) + 2/3 N (Urea+ZA). Sumber pupuk K yang paling baik adalah KCI atau K2MgSO4 (Kamas). Untuk mencegah kemungkinan terjadinya kekurangan unsur mikro, dapat digunakan pupuk pelengkap cair yang mengandung unsur mikro.

Pemupukan susulan kedua menggunakan jenis dan dosis pupuk yang sama dengan pemupukan susulan I tetapi waktu pemupukan dilakukan pada 1 bulan setelah tanam.

PUPUK TUNGGAL

Waktu
Pemupukan
Jenis
Pupuk
Pupuk 2 kali
(Kg/ha)
Pupuk 3 kali
(Kg/ha)
Pupuk dasar (-2-0 hst) Organik 10.000 – 20.000 10.000 – 20.000
SP36 200 – 250 200 – 250
Susulan I (5-7 hst) Urea 35 – 40 35 – 40
ZA 140 – 185
KCI 50 – 75 50 – 75
Susulan II (21-25 hst) Urea 35 – 40 35 – 40
ZA 140 – 185 140 – 185
KCI 50 – 75 50 – 75
Susulan III (35-40 hst) ZA 140 – 185

 

PUPUK MAJEMUK

Waktu
Pemupukan
Jenis
Pupuk
Pupuk 2 kali
(Kg/ha)
Pupuk 3 kali
(Kg/ha)
Pupuk dasar (-2-0 hst) Organik 10.000 – 20.000 10.000 – 20.000
SP36 200 – 250 200 – 250
Susulan I (5-7 hst) NPK 200 – 300 150 – 200
ZA 60 – 75
Susulan II (21-25 hst) NPK 200 – 300 150 – 200
ZA 60 – 75
Susulan III (35-40 hst) NPK 100 – 200
ZA 115 – 150

 

Pada lahan masam denga pH kurang dari 5,6 penggunaan dolomit disarankan pemberian kaptan/dolomit minimal 2 minggu sebelum tanam dengan dosis 0,5-0,75 ton/musim. Pemberian dolomit ini penting dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg).

Hasil penelitian, menyimpulkan bahwa untuk lahan yang dikelola intensif, pemberian dolomit sebanyak 1,5 ton/ha dapat meningkatkan bobot basah dan bobot kering bawang merah.

Simak juga15 ZPT Untuk Memperbesar Umbi dan Meningkatkan Produktivitas Bawang Merah

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini