Teknologi Persemaian Padi Sistem Dapog (Tray) – Mesin Rice Transplanter

0

Unsurtani.com – Membuat persemaian merupakan langkah awal bertanam padi. Pembuatan persemaian memerlukan suatu persiapan yang baik untuk pertanaman produksi benih, sebab benih di persemaian ini akan menentukan pertumbuhan padi di sawah. Oleh karena itu persemian harus benar-benar mendapat perhatian, agar harapan untuk mendapatkan bibit padi yang sehat dan subur dapat tercapai.

Salah satu titik kritis tanam bibit menggunakan mesin tanam pindah bibit padi (Rice  Transplanter) adalah pembuatan persemaian karena memerlukan bibit khusus. Cara pembuatan persemaian berbeda dengan persemaian yang biasa dilakukan saat ini (konvensional).

Jenis alat dan bahan yang digunakan dalam pembibitan dengan sistem dapog:

1. Persiapan Tanah

  • Saringan (1,5 m x 2,0 m # mesh 0,5 cm)
  • Skop dan Martil

2. Pemilihan Benih

  • Benih (berkualitas baik)
  • Garam
  • Telur (1 butir)
  • Ember

3.  Pembibitan

  • Tray/kotak semai – Alat siram (gembor)
  • Timbangan – Karung Plastik/Terpal
  • Alat seeder/sowing manchine – Pupuk (NPK: 2-3 gram/tray
  • Daun pisang/jerami – Paranet (2,0 m x7,0m /40 trays

4. Ukuran Kotak Semai untuk Transplanter Kubota

  • Bagian luar : Panjang : 60 cm, Lebar : 31 cm, Tinggi : 4 cm.
  • Bagian dalam : Panjang : 58 cm, Lebar : 28 cm, Tinggi : 3 cm.

5. Ukuran Kotak Semai untuk Transplanter Indojarwo

  • Bagian luar : Panjang : 60 cm, Lebar : 21 cm, Tinggi : 4 cm.
  • Bagian dalam : Panjang : 58 cm, Lebar : 18 cm, Tinggi : 3 cm.

Korelasi antara jumlah tray dengan jarak tanam

Tahapan Seleksi Benih :

  • Larutkan 500 gr garam dalam 10 liter air
  • Masukkan 1 butir telur utuh
  • Masukkan benih
  • Buang benih yang mengapung
  • Ambil benih yang tenggelam
  • Bilas benih dengan air (2x)
  • Rendam benih dalam air selama 2 hari

Media Pembibitan Padi

  • Tanah yang dipergunakan dalam media semai padi dengan tray/dapok adalah tanah yang subur berasal dari pekarangan yang bebas dari tumpukan sampah atau tanah sawah.
  • Tanah dikeringkan hingga kering betul selanjutnya di hancurkan sampai lembut kemudian disaring dengan kawat saring ukuran 0,5 cm. kemudian,
  • Tanah dicampur dengan pupuk organik dengan perbandingan 4 : 1 (3 liter tanah/tray) terdiri dari 2,25 liter tanah + 0,75 liter pupuk organik atau Nitrogen 1 gr/tray, Phosphate, 1 gr/tray Kalium, 1 gr/tray, kemudian diaduk rata.

Pembibitan dengan Sistem Dapog

  1. Dapog/tray adalah tempat tumbuhnya bibit padi yang ditanam secara acak dengan cara ditabur pada media tumbuh untuk disemaikan.
  2. Ukuran dapog untuk mesin Jarwo Transplanter mempunyai lebar 18,3 cm dan panjang sekitar 58 cm.
  3. Cara penyemaian dapog dapat dilakukan langsung di lahan basah (sawah) ataupun di pekarangan rumah.
  4. Kebutuhan benih per dapog persemaian adalah 90 – 100 gram.
  5. Tebal media tumbuh untuk persemaian yaitu 2 – 3 cm.
  6. Umur bibit yang dapat ditanam berkisar 15 – 20 hari setelah semai
  7. Tinggi bibit yang disarankan mencapai 15 -20 cm.

Pemilihan/Penentuan Lokasi Tempat Pembibitan

Lokasi pembibitan harus memenuhi persyaratan diantaranya:

  • Tempat penyemaian bisa di pekarangan/langsung disawah,
  • Mudah mengairi/menyiram,
  • Terbebas dari hewan ternak jika di pekarangan,
  • Jauhkan dari sinar lampu menghindari organisme pengganggu tanaman (OPT).

Pembibitan di pekarangan/halaman rumah

  • Jika pembibitan di pekarangan/halaman rumah bisa dibuat rak-rak dari bambu, ketinggian rak disesuaikan dengan kondisi tempat.
  • Setelah lokasi kita tentukan kemudian dapok/tray yang telah diisi media, ditata dengan hati-hati selanjutnya disiram air sampai basah betul (bila diangkat dapok/tray airnya menetes).

Pembibitan dilahan/sawah.

  • Buat guludan/bedengan setingga 10 cm dengan lebar bedengan sekitar 150 cm untuk dua dapok kanan kiri.
  • Panjangnya disesuaikan dengan kebutuhan kemudian ratakan (harus datar).

Semai Benih Dengan Alat Penabur Benih (Seeder)

  1. Rel terbuat dari kayu ukuran 5 x 7 cm sebanyak dua batang yang lurus dan dihaluskan atau rel dari besi siku ukuran 4 x 4 cm sebanyak 2 batang,
  2. Atur dapok/tray yang sudah diisi media,
  3. Letakkan rel pastikan tepi dapok sesuaikan dengan lebar alat, pastikan pada kondisi lurus dan berada di tengah (center) (sesuai pada gambar),
  4. Atur lebar pengeluaran benih padi, sebelumnya lakukan kalibrasi,
  5. Tutup dengan tanah dengan menggunakan alat seeder,
  6. Tutup dengan daun pisang kemudian ditutup lagi dengan terpal/karung plastik tindih dengan kayu agar tidak terlipat terkena terpaan angin, biarkan selama 3 – 4 hari selanjutnya penutup dibuka, lalu disiram air sampai basah atau diairi setinggi 2 – 5 cm.

Pemeliharaan Pembibitan/Pesemaian

  • Pemeliharaan setelah pesemaian umur 4 hari setelah semai (HSS) yaitu: bila tempat pesemaian dilahan pekarangan setiap hari perlu penyiraman secara intesif,
  • Cara pemeliharaan pesemaian dilahan sawah,
  • Masa kecambah, atur ketinggian air dibawah tray/dapok,
  • Masa pertumbuhan daun, atur ketinggian air sama dengan guludan jika penyemaian disawah.

Simak juga :

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini