Cara Meningkatkan Persentase Tanaman Hermaprodit Pada Pepaya

0

Unsurtani.com – Pepaya (carica papaya L.,) termasuk dalam famili Caricaceae. Famili Caricaceae terdiri atas 4 genus yaitu: Carica, Cylicomorpha, Jacaritia, dan Jarilla. Carica mempunyai sekitar 40 spesies, tetapi hanya 3 yang mempunyai nilai penting untuk hortikultura yaitu Carica papaya L., Carica candamarcensis Hook (pepaya gunung) dan Carica monoica. Dari ketiga spesies ini, hanya Carica pepaya L., yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Buah pepaya mengandung 1-1,5% protein dan merupakan sumber karotin yang merupakan precursor dari vitamin A. Kandungan karotin berkisar 1.160 – 2.431 mg per 100 gram bagian yang dapat dimakan, tergantung varietasnya. Pepaya juga merupakan sumber vitamin C (69-71 mg/100 g), Kalsium (11-31 mg/100 g), Kalium (39-337 mg/100 g). Pepaya terkenal sebagai makanan untuk diet, karena rendah lemak (0,1%), karbohidrat (7-13%) dan kalori (35-39 Kcal/100 g).

Sistem Perkawinan dan Jenis Kelamin

Pepaya termasuk tanaman yang menyerbuk silang. Penyerbukan sebagian besar dibantu oleh angin dan serangga Pepaya (2n = 18) merupakan spesies tanaman yang poligamous. Untuk praktisnya, tanaman umumnya dikelompokkan kedalam tiga jenis kelamin yang utama: a) Jantan (staminate), b) Berkelamin Ganda (hermaprodit) dan c) Betina (pistilate).

Penentuan jenis kelamin dapat disamakan dengan pewarisan monohibrida yang mencangkup tiga alel dengan pengaruh pleiotropik. Alel M disimbulkan untuk jantan, MH untuk hermaprodit dan m untuk betina. Kombinasi dominan MM, MMH, dan MHMH, bersifat mematikan untuk zigot yang menerimanya. Sebagai akibatnya, seluruh jantan dan hermaprodit yang hidup adalah heterozigot. Genotipe Mm dilambangkan untuk jantan, MHm untuk hermaprodit dan mm untuk betina.

Tabel 1 Kombinasi Penyerbukan dan Perbandingan Jenis Kelamin Pepaya

Meskipun jenis kelamin ditentukan berdasarkan genotipe, tanaman jantan dan tanaman hermaprodit bersifat tidak stabil yang artinya dapat mengalami perubahan kelamin akibat perubahan lingkungan. Tanaman jantan dapat menghasilkan bunga hermaprodit, sehingga menghasilkan buah yang dikenal sebagai pepaya gantung/gandul.

Perubahan lingkungan yang tidak menguntungkan pada tanaman hermaprodit akan menyebabkan banyak munculnya bunga jantan. Demikian pula bunga hermaprodit yang dihasilkan akan beragam yaitu bunga hermaprodit elongata, bunga hermaprodit pentandria dan bunga hermaprodit antara. Tanaman betina bersifat stabil.

Cara Meningkatkan Persentase Tanaman Hermaprodit

Pada umumnya tanaman diperbanyak secara generatif (biji). Sampai saat ini, penentuan jenis kelamin pada semai pepaya belum dapat dilakukan secara pasti. Penentuan jenis kelamin hanya dapat dilakukan setelah tanaman pepaya berbunga. Hal ini menyebabkan kerugian jika dalam suatu kebun terdapat banyak tanaman pepaya jantan.

Tabel 1 dapat digunakan sebagai pedoman untuk menghasilkan benih dengan jenis kelamin yang diinginkan. Berdasarkan pada Tabel 1, maka jika menginginkan persentase tanaman hermaprodit yang lebih besar maka kita harus menggunakan benih yang berasal dari bunga hermaprodit yang diserbuki sendiri atau benih dari bunga hermaprodit yang diserbuki oleh benang sari yang berasal dari bunga hermaprodit.

Jika kita menginginkan persentase tanaman betina yang sama dengan tanaman hermaprodit maka kita harus menggunakan benih yang berasal dari bunga betina yang diserbuki oleh serbuk sari dari bunga hermaprodit.

Selain cara diatas, untuk meningkatkan persentase tanaman hermaprodit pada suatu kebun maka dapat dilakukan penanaman tiga semai pada satu lubang tanam. Pada saat tanaman mulai berbunga, maka dilakukan penjarangan dengan menyisakan satu tanaman hermaprodit pada satu lubang tanam. Penentuan bunga tanaman sempurna dan betina dapat dilakukan ketika berukuran sekitar 5-6 mm (Tahap 3).

Simak juga:

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini