7 Langkah Pengendalian Penyakit LANAS pada Tembakau

0

Unsurtani.com – Penyakit lanas banyak ditemukan pada tanah-tanah yang memiliki drainase kurang baik atau tergenang. Gejala umumnya terlihat setelah pengairan. Tanaman layu tiba-tiba, seluruh daun terkulai tetapi masih hijau (Gambar 2).

Ketika dicabut, pangkal batang terlihat hitam meskipun perakaran masih terlihat sehat (Gambar 3). Pada kondisi lembab, akan terlihat miselia jamur disekitar pengkal batang yang sakit.

Jika perkembangan penyakit lambat, sebelum tanaman layu daunnya terlihat kuning, kemudian mengering. Apabila dibelah, empulunya terlihat bersekat-sekat (Gambar 4). Kadang-kadang jamur ini juga menyerang daun dengan gejala bercak berwarna coklat basah (Gambar 1). Penyakit lanas akan semakin parah jika di dahului oleh infeksi nematoda puru akar.

Penyebab

Penyebab lanas disebabkan oleh jamur Phytophthora nicotianae var. nicotine yang merupakan patogen tular tanah. Suhu yang cocok untuk perkembangan penyakit 24 – 30°C, maksimum 36°C .

Jamur akan membentuk banyak sporangia jika konsentrasi oksigen banyak. Ketika akar tanaman yang sakit terdekomposisi, maka jamur akan membentuk klamidospora yang mampu bertahan didalam tanah sampai 4 tahun.

Penularan

Jamur menyebar melalui aliran air irigasi atau tanah yang mengandung patogen menempel ke daun menjadi percikan air hujan. Bibit yang mengandung jamur biasanya masih belum menunjukkan gejala nyata, namun ketika kondisi lingkungan mendukung, gejala mulai tampak. Biasanya ketika tanaman berumur 25 – 30 hari.

Faktor Pendukung

  • Kelembaban tanah yang tinggi
  • pH tanah diatas 6,2

Pengendalian

  1. Perbaikan drainase dan meninggikan guludan untuk mengurangi kelembaban tanah,
  2. Rotasi tanaman dengan tanaman non-solanaceae (minimal 5 tahun) untuk mengurangi sumber inokulum,
  3. Menggunakan fungisida seperti metalaksil, mefenoksam, mancozeb, atau benomil yang diberika di pembibitan, saat tanam, dan 4 mst,
  4. Desinfektan tanah bedengan dengan larutan terusi 2% 2 – 3 hari sebelum benih ditabur, dan mengurangi kerapatan bibit,
  5. Sanitasi dan membingkar tanaman yang sakit agar tidak menjadi sumber inokulum,
  6. Mengendalikan nematoda,
  7. Menggunakan varietas tanah,

Simak juga :

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini