Teknik Pengendalian Penyakit Layu Fusarium pada Tembakau

0

Unsurtani.com – Penyakit layu fusarium ditemukan di hampir seluruh perkebunan tembakau, terutama pada tanah-tanah ringan yang berpasir.

Gejala : satu atau dua daun berubah kekuningan, kemudian mengering, kadang-kadang pucuk mengalami perubahan bentuk karena pertumbuhannya terhambat. Pada layu fusarium warna pada pangkal batang dan garis-garis pada berkas pembuluh cenderung berwarna coklat. Pada kondisi lembab terlihat miselia putih pada bagian yang busuk kulit batang yang sakit akibat layu fusarium lebih mudah dikupas dibandingkan layu bakteri.

Penyebab : Penyakit ini disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum f.sp.nicotianae. Jamur ini memiliki beberapa strain, yang memiliki inang berbeda. Jamur ini mampu bertahan dalam tanah puluhan tahun dalam bentuk khlamidospora. Fusarium juga mampu hidup sebagai saprofit dalam sisa-sisa tanaman atau bahan organik lainnya.

Khlamidospora berkecambah ketika ada eksudat akar tembakau. Jamur akan masuk kedalam jaringan tanaman melalui luka, baik yang ditimbulkan oleh serangan nematoda atau alat pertanian, juga luka akibat retaknya akar ketika akar sekunder muncul.

Ketika jamur sudah mencapai pembuluh kayu, maka jamur akan menyebar dan berkembang biak. Miselia jamur menghasilkan khlamidospora dan mikrokonidia. Tanaman akan menghasilkan tilosa untuk menghambat pertumbuhan dan penyebaran jamur, akibatnya transportasi hara terhambat dan menyebabkan tanaman layu.

Penularan : Penyakit menyebar dari kebun ke kebun melalui alat-alat pertanian yang membawa tanah atau sisa tanaman yang mengandung jamur. Sementara khlamidospora bisa tersebar bersama dengan debu yang terbawa angin atau percikan air hujan. Terkadang bibit sudah terkontaminasi jamur, namun belum menunjukkan gejala.

Faktor yang Mendukung : Fusarium oxysporum f.sp nocotianae tumbuh dengan baik dan menyebar dengan cepat pada suhu sekitar 28°C. Penyakit cenderung lebih parah pada tanah lempung berpasir. Serangan menjadi lebih para jika didahului dengan serangan nematoda puru akar. Inang lain pada strain tertentu jamur menyerang ubi jalar dan kapas.

Simak juga : 5 ZPT Untuk Menghambat Pertumbuhan Tunas Samping Tembakau

Pengendalian

  1. Rotasi tanaman untuk mengurangi sumber inokulum,
  2. Menggunakan fungisida seperti benomil yang diberikan di pembibitan, saat tanam dan 4 minggu setelah tanam.
  3. Membersihkan alat-alat pertanian dari tanah untuk menghindari tersebarnya jamur,
  4. Sanitasi dan membongkar tanaman yang sakit agar tidak menjadi sumber inokulum. Membenamkan sisa tanaman tidak akan mengurangi sumber inokulum karena jamur bisa bertahan hidup sebagai saprofit.
  5. Mengendalikan nematoda, dan
  6. Menggunakan varietas tahan.
Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini