3 Teknik Memacu Laju Tumbuh MANGGIS Hingga 2 Kali Lipat

0

Unsurtani.com – Masalah serius dalam budidaya manggis adalah sangat lambatnya laju tumbuh tanaman, baik pada fase bibit maupun setelah tanam. Laju pertumbuhan yang lambat ini disebabkan oleh sistem perakaran manggis yang kurang baik. Akar manggis tidak memiliki atau hanya memiliki sedikit sekali bulu-bulu akar, sehingga kemampuan akar menyerap hara menjadi terbatas. Selain itu, kemampuan daun manggis dalam menangkap karbondioksida juga rendah.

Akibatnya masa remaja manggis yang berasal dari biji sangat panjang dan untuk mulai berbuah memerlukan waktu yang sangat lama yakni 10-15 tahun, bahkan ada yang mulai berbuah setelah 20-22 tahun. Karena masalah ini kebanyakan petani kita enggan mengembangkan manggis dalam skala luas.

Berbagai penelitian untuk mempercepat pertumbuhan manggis telah dilakukan dengan pemupukan, pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT/hormon), atau memodifikasi media tumbuh, namun hasilnya belum memuaskan. Perlakuan pemacuan yang terbaik hanya mampu mempercepat pertumbuhan 10-20%. Oleh karena itu, masih perlu dicari upaya lain yang mampu mempercepat pertumbuhan manggis secara nyata.

Simak juga : Perbanyakan Benih Manggis Secara Kultur in Vitro

Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu) di Solok telah melakukan penelitian pemacuan laju tumbuh manggis. Caranya yaitu dengan memperbaiki sistem perakaran manggis menggunakan teknik akar ganda dan memanfaatkan mikroorganisme tanah (mikoriza) dan meningkatkan kemampuan daun manggis dalam menangkap Kabondioksida (CO2) dengan cara memanipulasi konsentrat zat tersebut disekitar bibit manggis selama beberapa waktu tertentu.

1Penggunaan Teknik Akar Ganda

Berdasarkan hasil penelitian Balitbu, pada tahun pertama, pertumbuhan bibit manggis yang memiliki 2 dan 3 sistem perakaran masih lebih lambat dibandingkan bibit yang hanya memiliki satu sistem perakaran. Hal ini mungkin disebabkan transportasi hara atau nutrisi dari akar ke daun masih terhambat, akibat pertautan sambungan untuk membuat akar ganda dan akar tiga belum sempurna.

Namun, setelah pertautan sambungan sempurna dan transportasi nutrisi atau hara dari akar ke daun cukup lancar, pada tahun kedua manggis dengan akar ganda dan akar tiga tumbuh lebih cepat daripada manggis berakar tunggal.

Pada umur 2 tahun, bibit manggis berakar dua telah mencapai tinggi 62,0 cm dengan jumlah daun sebanyak 33,10 helai dan cabang literal sebanyak 1,55 pasang. Sedangkan bibit manggis yang berakar tiga memiliki tinggi 60,17 cm dengan daun sebanyak 31,60 helai dan cabang literal yang terbentuk sebanyak 1,10 padang. Sementara itu bibit manggis berakar tunggal baru mencapai tinggi 52,33 cm dengan daun 24,5 helai dan banyak yang belum membentuk cabang literal.

Kemampuan untuk tumbuh cepat pada tanaman manggis yang berakar ganda dan berakar tiga ini semakin meningkat sejalan dengan semakin bertambahnya umur tanaman. Beberapa literatur menyatakan bahwa salah satu tanda untuk mengetahui sudah berakhirnya masa remaja tanaman manggis dan siap memasuki masa reproduktif adalah dari jumlah cabang literal terbentuk. Apabila jumlah cabang literal yang terbentuk telah mencapai 15-16 pasang bererti tanaman manggis tersebut sudah siap untuk berproduksi.

Apabila pernyataan ini dikaitkan dengan hasil penelitian diatas, maka teknik akar ganda pada bibit manggis selain dapat mempercepat pertumbuhan sekaligus juga mempercepat masa berproduksinya tanama manggis.

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini