Cara Agar Populasi Pepaya Bisa 100% Berkelamin Sempurna (Hermaprodit) dan Seragam

0

Unsurtani.com – Buah pepaya telah menjadi buah trend setter sejak beredarnya beberapa varietas unggul baru seperti Kalina produk IPB dan Merah Delima produk Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, keduanya mempunyai kelebihan antara lain ukuran buah kecil-sedang (1,2 kg/buah), daging buah tebal, produksi tinggi, dan cita rasa lebih manis dibandingkan varietas lokal yang ada.

Namun, dari keduanya masih ditemukan adanya kelemahan, yaitu munculnya pepaya kelamin
betina maupun kelamin jantan yang jumlahnya cukup fantastik, yaitu pepaya betina sekitar 30% dan pepaya jantan sekitar 1% dari populasi yang ditanam, hal ini berakibat turunnya kualitas buah dan sekaligus mengurangi pendapatan petani karena kedua jenis pepaya ini mempunyai nilai ekonomi lebih rendah dibandingkan pepaya sempurna. Akan tetapi masalah ini dapat diatasi dengan cara menanam pepaya dengan menggunakan benih yang sudah jelas berkelamin sempurna (hermaprodit).

Indriyani (2005) melaporkan bahwa tanaman pepaya memiliki tiga jenis kelamin, yaitu: (1) pepaya jantan (staminate), (2) pepaya betina (pastillate), dan (3) pepaya sempurna atau berkelamin ganda (hermaprodit). Ketiga  jenis kelamin tersebut bisa diketahui setelah tanaman pepaya mulai berbunga, karena secara visual ketiga jenis kelamin pepaya tersebut dapat dibedakan berdasarkan ciri morfologi bunganya.

Pepaya Jantan (Staminate)

Pepaya jantan ditandai dengan tangkai bunga yang panjang sekitar 25-40 cm diikuti dengan bunga majemuk berupa malai (Gambar 1) dan bunga nyaris tidak mempunyai putik, jumlah buah tiap pohon sedikit bahkan sering kali tidak berbuah sama sekali. Bunga jantan pertama terdapat pada pangkal tangkai dengan ditandai adanya bakal buah tanpa kepala putik dan oleh karenanya tidak dapat berbuah (Rochmatul 2003). Pada ujung tangkai biasanya terdapat bunga sempurna yang dapat melakukan penyerbukan sendiri. Tetapi buah dari bunga tersebut kecil-kecil menggantung dan lonjong.

Pepaya Betina (Pastillate)

Pepaya betina memiliki bunga tunggal dan hanya terdiri dari putik saja tanpa benang sari, jumlah buah tiap pohon cukup banyak, buah berukuran besar dan berbentuk bulat (Gambar 2) serta memiliki daging buah yang relatif tipis. Pepaya betina dapat membentuk buah karena mendapat serbuk sari dari tangkai bunga lain. Bunga betina berbunga sepanjang tahun, buah
dari bunga betina berbentuk bulat dan bertangkai pendek, sedangkan

Pepaya Sempurna (Hermaprodit)

Pepaya sempurna (hermaproditmemiliki bunga tunggal dengan alat kelamin lengkap, yaitu putik dan benang sari, jumlah buah tiap pohon cukup banyak dengan bentuk buah lonjong (Gambar 3) dan memiliki daging buah yang tebal. Bunga sempurna dapat melakukan penyerbukan sendiri (Rochmatul 2003).

Dari ketiga jenis kelamin tersebut pepaya sempurna (hermaprodit) memiliki nilai jual tertinggi dibanding dua jenis kelamin lainnya karena di samping tampilannya lebih menarik, pepaya sempurna juga memiliki daging buah yang lebih tebal serta ukurannya lebih kecil sehingga satu buah dapat dimakan sekali habis.

Berdasarkan laporan Karsinah (2016) jumlah pepaya betina pada varietas Merah Delima yang ditanam di Kebun Percobaan Cukurgondang sebanyak 30%, sedangkan pada varietas Kalina yang ditanam di Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Probolinggo jumlah pepaya betina sebesar 31,33 % dan pepaya jantan sebesar 1,33% dari populasi yang ditanam (Rebin 2017).

Membuat Benih Pepaya Sempurna (Hermaprodit)

Benih pepaya sempurna (hermaprodit) dapat diperoleh dengan dua cara, yaitu (1) mencangkok tunas/cabang pepaya sempurna (hermaprodit) dari seleksi tanaman di kebun produksi. Seleksi tanaman perlu memperhatikan karakter unggulnya antara lain buah lebat dan bentuk buah seragam dan (2) mencangkok cabang/tunas pepaya sempurna dari tanaman induk. Prosedur pembuatan benih pepaya sempurna bisa dibaca disini : Cara MENCANGKOK Pepaya Untuk Menghasilkan Benih Pepaya Hermaprodit

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini