Cara MENCANGKOK Pepaya Untuk Menghasilkan Benih Pepaya Hermaprodit

0

Unsurtani.com – Benih pepaya sempurna (hermaprodit) dapat diperoleh dengan dua cara, yaitu (A) mencangkok tunas/cabang pepaya sempurna (hermaprodit) dari seleksi tanaman di kebun produksi.

Seleksi tanaman perlu memperhatikan karakter unggulnya antara lain buah lebat dan bentuk buah seragam dan (B) mencangkok cabang/tunas pepaya sempurna dari tanaman induk. Prosedur pembuatan benih pepaya sempurna adalah sebagai berikut:

A. Mencangkok Tunas dari Tanaman Produksi

Untuk mendapatkan cabang dari tanaman produksi pepaya sempurna maka mata tunas yang tumbuh pada batang utama dipelihara pada ketinggian 60–120 cm dari permukaan tanah sebanyak 4–6 cabang/pohon. Pada umur 2–3 bulan tunas tersebut telah mencapai diameter 4–5 cm (Gambar 4) dan sudah dapat dicangkok dengan cara sebagai berikut:

1. Membuat irisan

Tunas/cabang pepaya diiris/digergaji dari arah bawah ke arah atas dengan membentuk sudut 45 derajat dengan kedalaman kira-kira 10 cm (Gambar 5). Setelah itu luka bekas irisan diganjal dengan irisan bambu/kayu dengan ketebalan 3–4 mm dengan tujuan agar irisan bagian bawah tidak menyentuh/menyatu dengan irisan bagian atas (Gambar 6).

2. Merangsang perakaran

Untuk mempercepat tumbuhnya akar pada cangkokan maka perlu diberikan zat pengatur tumbuh (ZPT) yang mengandung auksin misalnya Rootone F, Grow Root, ekstrak bawang merah, dan sebagainya. Sebagaimana disampaikan oleh Heddy (1996) bahwa auksin berfungsi untuk merangsang pembelahan sel yang terbuka seperti pada irisan cangkokan. Setelah ZPT kering luka irisan diberi media cangkok.

3. Memberi media cangkokan

Memberi media cangkokan ada dua cara, yaitu:

(a) luka cangkokan yang telah diberi ZPT (zat pengatur tumbuh) dibungkus dengan kantong plastik, kemudian kantong plastik diisi dengan media cocopeat yang sudah direndam ke dalam air kapur, 24 jam kemudian kantong plastik diikat (Gambar 7),

(b) bekas irisan yang sudah diberi ZPT (namun tidak diganjal dengan bambu) dimasukkan ke dalam gelas plastik bekas air mineral yang bagian bawahnya diberi lobang kemudian gelas plastik diisi dengan media cocopeat yang sudah direndam ke dalam air kapur 24 jam hingga penuh (Gambar 8). Apabila media dalam gelas kering maka perlu dilakukan penyiraman.

4. Panen cangkokan

Panen cangkokan tergantung cara pemberian media cangkok. Pada cangkokan dengan media yang dibungkus kantong plastik dapat dipanen pada umur 60 hari setelah pencangkokan, sedangkan cangkokan dengan media dalam gelas plastik dapat dipanen pada umur 42 hari setelah pencangkokan.

Panen cangkokan pada media yang dibungkus kantong plastik tersebut lebih lama, namun kelebihannya akarnya lebih banyak dibandingkan dengan cangkokan dalam gelas plastik. Cara memanen cangkokan adalah dengan cara menggergaji cabang cangkokan tepat di bawah bidang cangkokan, kemudian daun yang tua dipotong dengan menggunakan gunting pangkas dan ditinggalkan 4–5 daun yang masih muda (Gambar 9).

Transplanting Cangkokan

Setelah cangkokan dipanen, kemudian cangkokan ditanam/di-transplanting dalam polibag berukuran 20 cm x 30 cm yang berisi media campuran tanah + pupuk kandang + sekam (3:2:1) kemudian disiram dan ditempatkan di tempat yang teduh/di bawah pohon (Gambar 10).

Kurang lebih 3–4 minggu setelah transplanting benih pepaya asal cangkokan sudah dapat ditanam di lapang. Untuk mendapatkan populasi yang seragam di lapang maka benih asal cangkokan harus ditanam dengan dikelompokkan berdasarkan tinggi benih.

B. Mencangkok Tunas dari Tanaman Induk

1. Mempersiapkan tanaman induk

Untuk mendapatkan tunas/cabang sebagai bahan cangkokan dalam jumlah yang cukup maka diperlukan tanaman induk pepaya sempurna (hermaprodit). Tanaman induk dapat diperoleh dengan cara khusus membuat blok penggandaan tunas (BPT) dengan jarak rapat (2 m x 2,5 m) dengan benih yang berasal dari hasil cangkokan tanaman produksi.

Tanaman induk tidak diharapkan untuk menghasilkan buah melainkan untuk menghasilkan tunas. Untuk itu pohon induk dipelihara secara intensif agar dapat menghasilkan tunas yang sehat, antara lain memberikan dosis pupuk N yang lebih tinggi dan air yang cukup dibandingkan dengan pemeliharaan tanaman produksi.

2. Penggandaan tunas

Untuk memproduksi benih cangkokan pepaya sempurna secara massal diperlukan tunas/cabang secara massal pula, oleh karena itu tanaman induk harus diperlakukan secara khusus agar dapat menghasilkan tunas/cabang dalam jumlah yang optimal, dengan prosedur sebagai berikut:

  • Bidang olah tanaman induk (seluas 1 meter persegi) dibersihkan dan digemburkan bagian atasnya sacara dangkal agar akar tanaman tidak banyak yang putus.
  • Tanaman induk dipupuk dengan pupuk kandang sebanyak 20 kg (1 karung)/pohon kemudian pupuk kandang dicampur dengan tanah. Pupuk kandang diberikan setahun sekali menjelang akhir musim hujan.
  • Dua minggu setelah pemberian pupuk kandang, selanjutnya tanaman induk dipupuk dengan pupuk buatan berupa Urea 250 g + NPK (15:15:15) 250 g per pohon. Pupuk buatan diberikan setahun tiga kali, yaitu setiap selesai panen cangkokan.
  • Setelah pemberian pupuk tanaman diairi, namun apabila di sekitar lokasi penanaman tidak ada sumber air maka pemupukan dilakukan pada saat masih ada hujan.
  • Dua minggu setelah pemberian pupuk buatan, tanaman induk dipotong setinggi 1 m dari permukaan tanah.
  • 2–3 minggu setelah pemotongan, biasanya tanaman induk akan tumbuh tunas dalam jumlah banyak dengan posisi tunas yang tidak teratur. Untuk itu 1 bulan kemudian diperlukan seleksi tunas dengan meninggalkan sebanyak 4–8 tunas/tanaman dengan posisi terpencar mengelilingi batang (Gambar 11).
  • Setelah tunas berumur 2–3 bulan dengan diameter antara 3–4 cm maka tunas/cabang telah siap dicangkok.
  • Setiap selesai panen cangkokan, tunas baru akan selalu muncul dengan jumlah dua kali lipat sehingga suatu saat semua bagian batang tanaman induk akan tertutup tunas. Dalam kondisi seperti ini harus dilakukan seleksi tunas agar tidak terjadi tumpang tindih antartunas dengan memelihara tunas maksimal 20 tunas/cabang/tanaman.
  • Perkiraan rerata kapasitas produksi tunas/tanaman/tahun adalah satu tanaman x 20 tunas x tiga kali/tahun = 60 tunas/pohon/tahun, identik dengan 120.000 tunas/ha/tahun (jarak tanam tanaman induk 2 m x 2,5 m). Rasio kecukupan benih cangkok dari 1 ha tanaman induk dapat mencukupi lahan produksi sebanyak 108 Ha (dengan jarak tanam 3 m x 3 m).

3. Mencangkok tunas

Cara mencangkok tunas/cabang pepaya pada tanaman induk sama dengan cara mencangkok tunas/cabang pepaya tanaman produksi.

Simak juga :

Manfaat Ganda Benih Cangkokan

Di samping dapat memenuhi kebutuhan populasi tanaman pepaya yang 100 % hermaprodit, cangkokan pepaya juga dapat digunakan untuk membuat tabulampot pepaya hermaprodit (Gambar 12). Hal ini dapat dicapai karena benih cangkokan pepaya akan berbunga dan berbuah meskipun ditanam di pot. Tabulampot ini sangat bermanfaat untuk memenuhi gizi keluarga di perkotaan yang luas lahannya sangat terbatas sekaligus dapat berfungsi sebagai tanaman hias.

Kesimpulan

Keragaman jenis kelamin yang sering terjadi pada populasi tanaman pepaya dapat diatasi dengan cara mengganti tanaman betina dan atau tanaman jantan dengan menggunakan benih cangkokan yang berasal dari pohon induk pepaya berkelamin sempurna (hermaprodit).

Apabila seluruh populasi pepaya sejak awal tanam sudah menggunakan benih cangkokan asal pohon induk hermaprodit, maka akan diperoleh populasi tanaman pepaya yang 100 % hermaprodit dengan pertumbuhan yang seragam. Manfaat lain dari benih pepaya cangkokan adalah dapat memenuhi kebutuhan tanaman pekarangan di perkotaan karena benih ini dapat dibudidayakan dalam media pot (tabulampot) dengan produksi normal.

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini