Daftar 4 JENIS WERENG Hama Utama Tanaman Padi

0

Unsurtani.com – Sekarang ini hama wereng merupakan hama utama yang telah menyerang tanaman padi yang cukup luas dengan intensitas serangan yang berat. Di Indonesia, populasi wereng sering ditemukan dalam jumlah yang tinggi, sehingga mengakibatkan keringnya tanaman padi atau disebut hoppperburn (Baehaki dan Widiarta, 2009).

Pada tanaman padi terdapat empat jenis wereng, yaitu wereng coklat (Nilapavarta lugens Stal.), wereng punggung putih (Sogatella furcifera Horv.), wereng hijau (Nephotettix virescens Distant), dan wereng loreng/zig-zag (Recilia dorsalis).

Dua jenis wereng yang disebut awal disebut wereng batang (plant hopper) sedangkan dua jenis wereng yang terakhir disebut wereng daun (leafhopper) (Suwarno, dkk., 2013).

1. Wereng Coklat (Nilaparvata lugens)

Wereng coklat merupakan salah satu hama utama dan penting pada pertanaman padi. Siklus hidupnya 23-33 hari, selama hidupnya seekor wereng coklat dapat menghasilkan telur sampai 1000 butir. Namun, karena adanya pengaruh lingkungan kemampuan bertelur di lapangan hanya mencapai 100-600 butir.

Secara langsung wereng coklat dapat merusak tanaman melalui penghisapan cairan pada sistem vascular (pembuluh tanaman). Secara tidak langsung, wereng coklat merupakan vektor bagi penyakit virus kerdil hampa dan virus kerdil rumput. Batas ambang ekonominya adalah 15 ekor/rumpun.

2. Wereng Hijau (Nephotettix spp)

Wereng hijau merupakan salah satu hama utama yang sering menyebabkan kerusakan pada tanaman padi, karena hama tersebut dapat menularkan (vektor) penyakit tungro. Kerusakan yang diakibatkan oleh wereng hijau dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung karena kemampuan wereng hijau menghisap cairan sel tanaman, sehingga pertumbuhan tanaman terhambat dan secara tidak langsung dapat menjadi vektor penyakit tungro (Meidiwarman, 2008; Mariati, 1999).

Di Indonesia terdapat empat spesies wereng hijau, yaitu Nephotettix virescens, N. nigropictus, N. malayanus, dan N. parvus. Di antara empat spesies tersebut, N. virescens merupakan vektor yang paling efisien dalam menularkan kompleks virus penyebab penyakit tungro (Widiarta, 2005).

3. Wereng Punggung Putih (Sogatella furcifera)

Selain wereng hijau, hama yang menjadi kendala dalam produksi tanaman padi ialah wereng punggung putih. Hama ini mampu membentuk populasi besar dalam waktu singkat dan merusak tanaman pada fase pertumbuhan (Herlinda, dkk., 2008).

Sogatella furcifera merupakan hama yang merusak batang tanaman padi dengan cara menggerek dan menghisap batang padi yang menyebabkan pembentukan anakan tertunda, pembentukan butir-butir padi berkurang, tanaman terlihat seperti terbakar, dan akhirnya mati karena cairan tanaman dihisap (Sjakoer, 2010).

4. Wereng Loreng/Zig-zag (Recilia dorsalis)

Wereng zig-zag atau wereng loreng merupakan vektor virus penyakit tungro selain wereng hijau, semakin tinggi populasi wereng zig-zag dengan disertai adanya sumber inokulum yang telah ada dilapangan maka akan diikuti semakin tinggi luas serangan virus tungro pada tanaman padi.

Hal ini didukung pernyataan yang menyatakan bahwa serangga penular virus tungro terutama adalah wereng hijau Nephotettix virescens dan N. nigropictus. Wereng loreng Recilia dorsalis juga merupakan vektor namun kurang efisien.

Simak juga :

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini