Teknik Meningkatkan Mutu Benih Wortel dengan Pemanfaatan Boron dan Giberelin

0

Unsurtani.com – Wortel (Daucus carota) berasal dari Eropa dan Asia Barat Daya yang memiliki pertumbuhan bentuk yang masih beragam, kemudian menyebar ke seluruh bagian dunia (Banga, 1984). Tanaman wortel merupakan tanaman sayuran yang banyak digemari masyarakat. Kebutuhan masyarakat akan wortel terus mengalami peningkatan. Mengingat komoditas wortel sudah merambah ke berbagai daerah dalam pemasarannya dan kebutuhan konsumen yang kian meningkat, tentunya peluang usaha tanaman ini memiliki prospek yang lebih baik.

Ketersediaan benih berbagai jenis tanaman budidaya yang bermutu tinggi merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha di bidang pertanian. Benih yang ditanam harus benih yang bernas dan bagus. Selanjutnya, pemupukan serta pemberantasan hama dan penyakit. Untuk wortel, masalah sering muncul pada produksi benihnya, yaitu benih dari wortel tersebut hampa.

Upaya peningkatan produksi dan kualitas benih juga dapat dilakukan melalui pemberian boron. Defisiensi boron dapat menyebabkan pembentukan bunga steril dan jumlah biji yang rendah (Rawson 1996, Rerkasem Lordkaew 1996). Jean-Michel et al. (2013) menyatakan GA3 (Giberelin) dalam tanaman berhubungan erat dengan beberapa bentuk pertumbuhan dan perkembangan, seperti merangsang pembentukan bunga dan buah.

Pemberian giberelin pada tanaman saat berbunga dapat meningkatkan kandungan auksin sehingga mencegah terjadinya absisi bunga (Gardner et al. 1991). Untuk menghasilkan benih wortel yang bermutu, tahapannya adalah menyeleksi umbi pohon induk, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, pemangkasan, panen dan pascapanen benih, serta pengemasan dan penyimpanan.

A. Seleksi Pohon Induk

Umbi wortel yang sudah siap panen dengan bobot, diameter, dan panjang umbi yang seragam, lalu daun wortel dipotong dan ditinggalkan sekitar 15 cm.

B. Pengolahan Lahan dan Tanam

Pengolahan lahan dilakukan dengan cara tanah dicangkul sedalam 40-50 cm. Dibuat lubang tanam ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm dengan jarak 30 cm x 90 cm. Umbi wortel yang telah diseleksi dipotong pada bagian ujung/bawah ⅓ bagian, kemudian ditanam.

C. Pemeliharaan

Pemupukan diberikan dengan pupuk organik 100 g/tanaman dan pupuk anorganik dengan dosis 90 kg/ha N (Nitrogen), 135 kg/ha P2O5 (Difosfor pentaoksida), dan 100 kg/ha K2O (Kalium oksida). Pupuk N dan K2O diberikan dua kali, yaitu 1 bulan setelah tanam (BST) dan 2 BST, sedangkan pupuk organik dan pupuk P2O5 diberikan seluruhnya pada umur 1 BST.

Pemupukan Boron dilakukan dengan membuat lubang disamping tanamam dan ditabur sebanyak 15 kg/ha. Pemberian giberelin dilakukan dengan cara menyemprot tanaman dengan dosis 90 ppm/l air, dilakukan pada umur 4, 6, 8, 10 dan 12 minggu setelah tanam (MST). Pemberian Boron dan Giberelin dapat meningkatkan bobot benih 110% dibanding perlakuan kontrol. Penyiraman dilakukan 2 hari sekali bila musim kemarau. Pembumbunan dilakukan pada saat tanaman berumur 1 dan 2 BST. Pemangkasan cabang tersier dilakukan pada saat tanaman berumur 2-3 BST. Pemasangan ajir dilakukan agar tanaman tidak rebah. Setiap tanaman diberi ajir, tangkai bunga diikat dengan ajir agar tanaman dapat berdiri kokoh.

Untuk mencegah serangan hama tanaman, dilakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif profenofos, klorantranilipol 50 g/l, dan imidakloprid dengan konsentrasi 0,5 – 1,0 cc/l air, untuk mengendalikan penyakit tanaman dilakukan penyemprotan fungisida Mankozeb atau Difenokonasol 250 g dengan konsentrasi 2 g/l air serta untuk pengendalian tungau dilakukan penyemprotan akarisida Sammite dengan dosis 1 cc/l air. Penyemprotan dilakukan seminggu sekali atau tergantung tingkat serangan hama/penyakit tanaman di lapangan.

D. Panen dan Pascapanen

Panen benih sudah dapat dilakukan pada saat umur ± 3,5 – 4 BST. Umbel yang sudah matang berwarna cokelat dipanen lalu dijemur sehingga biji dapat dirontokkan dari tangkainya. Biji yang sudah rontok diremas sehingga lepas dari bulunya. Untuk membersihkan biji dari bulunya ditampi sehingga bersih lalu dikemas. Benih yang sudah lebih dari 1 tahun disimpan, bila ditanam sebaiknya diuji terlebih dahulu daya kecambahnya.

Pemberian pupuk Boron 15 kg/ha dan Giberelin 90 ppm/l air menghasilkan daya kecambah benih yang lebih tinggi dibandingkan kontrol, yaitu 88,22%. Dengan demikian, pemberian Boron 15 kg/ha dan Giberelin 90 ppm/l air sangat berperan penting bagi tanaman perbenihan wortel.

Simak juga : 

Kesimpulan

Peningkatan produksi benih wortel tergantung dari seleksi pohon induk, pengolahan lahan dan pemeliharaan. Kegiatan pemeliharaan meliputi pemupukan dengan pupuk organik dan anorganik. Salah satu jenis pupuk anorganik yang digunakan yaitu boron dan Giberelin yang dapat meningkatkan bobot benih dan daya kecambah dibanding kontrol.

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini