Teknologi Budidaya Jagung Komposit (Bersari Bebas)

0

Unsurtani.com – Di Provinsi Jambi, jagung banyak digunakan untuk bahan makanan ringan dan bahan baku industri makanan ternak. Konsumen jagung terbesar selama ini adalah untuk pangan dan industri pakan ternak ayam. Dalam ransum pakan ayam, komponen terbesar adalah jagung (50%) sehingga semakin tumbuhnya industri pakan menuntut penyediaan jagung yang semakin meningkat.

Salah satu varietas jagung komposit yang sesuai untuk lahan masam adalah SUKMARAGA dengan sifat sebagai berikut :

  • Umur : 105 – 110 hari
  • Tinggi Tanaman : 180 – 220 cm
  • Warna Biji : Kuning
  • Bentuk Biji : Semi Mutiara
  • Bobot 1000 Biji : 240 – 280 gram
  • Potensi Hasil : 8,5 t/ha
  • Tahan Penyakit Bulai, bercak dan Karat Daun.
  • Wilayah Pengembangan sampai ketinggian 600 m diatas permukaan laut (dpl).

Simak juga: Teknik Budidaya Jagung Lamuru

A. BENIH

Gunakan benih yang berlabel dengan daya kecambah minimal 90%. Kebutuhan benih jagung untuk satu hektar lahan adalah 20 kg.

B. PENYIAPAN LAHAN

Lahan tempat pertanaman harus bersih dari sisa-sisa tanaman dan tumbuhan pengganggu. Tanah dibajak dengan kedalaman 15 – 20 cm, gemburkan dan ratakan, atau tanpa olah tanah (TOT) pada tanah bersatektur gembur tau pengoalahan tanah ringan (minimum tillage).

C. PENANAMAN

  • Buat lubang tanam dengan tugal sedalam 5 cm
  • Jarak tanam 75 cm x 40 cm (2 tanaman/rumpun) atau 75 cm x 20 cm (1 tanaman/rumpun)
  • Masukkan benih dalam lubang tanam dan tutup dengan tanah atau pupuk kandang

D. PEMUPUKAN

  • Takaran pupuk 300 kg Urea/ha + 150 kg SP36/ha + 100 kg KCI/ha
  • Pupuk diberikan 2 kali, pertama saat tanam dengan dosis 1/3 dosis Urea atau (100 kg urea/ha), seluruh dari dosis SP36 dan KCL dengan dosis masing-masing (150 kg SP36/ha + 100 Kg KCI/ha).
  • Pemupukan kedua diberikan 30 HST, yaitu memberikan 2/3 sisa Urea atau (200 – 200 kg urea /ha).
  • Pupuk diberikan dalam lubang/larikan 10 cm disamping tanaman dan ditutup dengan tanah.

E. PENYIANGAN

Penyiangan pertama pada umur 15 hari setelah tanam. Penyiangan kedua pada umur 28 – 30 hari setelah tanam,dilakukan sebelum pemupukan kedua.

F. PEMBUMBUNAN

Setelah dilakukan penyiangan kedua, lalu lakukan pemupukan kedua dengan 200 kg Urea/ha, setelah itu lakukan pembumbunan agar tanaman tegak dengan kokoh dan tumbuh dengan baik.

G. PENGENDALIAN HAMA & PENYAKIT

  • Penyakit bulai : adalah penyakit utama pada tanaman jagung yang disebabkan oleh jamur Sclerospora maydis. Pengendalian penyakit bulai dengan perlakuan benih ,1 kg benih dicampur dengan 2 g Ridomil atau Saromil yang dilarutkan 7,5 – 10,0 ml air.
  • Hama penggerak : dikendalikan dengan pemberian insektisida Furadan 3G melalui pucuk tanaman (3 – 4 butir/tanaman.)

H. PEMBERIAN AIR

Khusus pertanaman pada musim kemarau, pada saat sebelum tanam, 15 hari setelah tanam (hst), 30 hst, 45 hst, 60 hst dan 75 hst (6 kali pemberiaan). Sumber air dapat dari irigasi permukaan atau tanah dangkal (sumur) dengan pompa.

I. PANEN

Jagung sudah siap dipanen jika klobot sudah mongering dan berwarna coklat muda, biji mengkilap, dan bila ditekan dengan kuku tidak membekas.

Simak juga: Teknologi Budidaya Jagung Spesifik Lampung

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini