Teknologi Budidaya Jagung Spesifik Lampung

0

Unsurtani.com – Guna memenuhi kebutuhan jagung nasional sebanyak 20 juta ton, maka Pemerintah pada tahun 2015 meluncurkan program upaya peningkatan produksi jagung berbasis kawasan agribisnis melalui Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) Jagung.

Produksi jagung Lampung pada tahun 2014 mencapai 1,72 juta ton dengan luas panen 338.885 ha (produktivitas 5,074 ton). Produktivitas tersebut masih dapat ditingkatkan melalui penerapan teknologi spesifik lokasi.

A. Pemilihan Benih

  • Gunakan benih berlabel, dengan daya tumbuh minimal 95%.
  • Kebutuhan benih 15-20 kg/ha tergantung besar kecilnya biji.

B. Pengolahan Lahan

  • Pengolahan tanah dilakukan dengan olah tanah sempurna, yaitu minimal satu kali bajak dan satu kali garu.
  • Bila tanah gembur, maka pada musim tanam kedua (MT2) pengolahan lahan dilakukan tanpa olah tanah (TOT).

C. Penanaman

Pada lahan yang telah siap ditanami, buat koakan dengan cangkul tepat dimana benih akan ditugal sesuai dengan jarak tanam. Isikan pupuk kandang/kompos sebanyak 50-100 gram 3-7 hari sebelum benih ditugal, atau dapat juga diberikan pada saat tanam sebagai penutup benih. Gunakan pupuk kandang yang sudah matang (dengan ciri tidak panas apabila digenggam dan tidak berbau).

Jarak tanam yang dianjurkan adalah :

  • 75 cm x 20 cm, dengan jumlah benih 1 biji/lubang
  • 75 cm x 40 cm, dengan jumlah benih 2 biji/lubang

D. Pemupukan

Takaran pupuk yang dianjurkan untuk jagung adalah 350 – 400 kg Urea + 100-150 kg SP36 + 50 – 100 kg KCl per ha dengan tahapan pemberian seperti pada Tabel 1, berikut:

Tabel 1. Takaran pupuk dan waktu pemberian pada tanaman jagung

Waktu
Pemupukan
Urea
(kg/ha)
SP36
(kg/ha)
KCl
(kg/ha)
7 hst 100 100 – 150 50
28 – 30 hst 150 0 – 50
42 – 50 hst 100 – 150

Bila tidak tersedia pupuk SP36 dan KCl, gunakan Phonska dengan takaran pupuk : 250 – 300 kg Urea + 350 kg Phonska, dengan tahapan pemberian seperti pada Tabel 2.

Tabel 2. Takaran dan waktu pemberian pupuk urea dan phonska pada tanaman jagung

Waktu
Pemupukan
Urea
(kg/ha)
Phonska
(kg/ha)
7 hst 250 – 350
28 – 30 hst 150
42 – 50 hst 100 – 150

E. Cara Pemupukan

  • Cara pemberian pupuk, ditugal sedalam ± 5cm, pada jarak sekitar 10 cm dari samping pangkal tanaman dan ditutup dengan tanah.
  • Pada saat pemupukan III (42 – 50 hst), takaran pupuk urea yang diberikan berdasarkan tingkat kehijauan daun. Ukur tingkat kehijauan daun dengan menggunakan Bagan Warna Daun (BWD) seperti pada gambar berikut:

F. Pengendalian Gulma (Penyiangan)

  • Penyiangan pertama pada umur 14 – 20 hst dilakukan dengan cangkul bersamaan dengan pembumbunan.
  • Penyiangan kedua dilakukan sesuai pertumbuhan gulma dan dapat dilakukan secara manual seperti pada penyiangan pertama. Sebaiknya hindari penggunaan herbisida guna menciptakan kelestarian lingkungan.

G. Pengendalian Hama Secara Hayati

Hama yang banyak menyerang tanaman jagung adalah lalat bibit, penggerek batang dan penggerek tongkol, dapat dikendalikan secara alami dengan menyemprotkan biopestisida berbahan aktif cendawan Beauveria bassiana dengan takaran 2 gr/liter air pada sore hari.

H. Pengendalian Penyakit

  • Penyakit utama tanaman jagung adalah penyakit bulai yang disebabkan oleh jamur Peronoschlerospora, penyakit bercak daun dan penyakit busuk pelepah.
  • Penyakit bulai dikendalikan dengan 1) menanam varietas unggul tahan bulai seperti BISI 816, BIMA 3 Bantimurung, dan BISMA). 2) Hindari penanaman pada masa pergantian musim, 3) menanam serempak, dan 4) memusnahkan tanaman terserang.
  • Penyakit busuk pelepah daun biasanya terjadi pada saat tongkol sudah mulai mengalami pengisian biji. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan menyemprotkan biofungisida berbahan aktif cendawan Trichoderma dengan takaran 10 gr/liter pada sore hari.

I. Pengairan (Pada Musim Kemarau)

Tanaman jagung memerlukan pengairan terutama pada umur 15, 30, 45, 60, dan 75 hst. Apabila tidak ada hujan (kekeringan), lahan pertanaman jagung pada umur tersebut perlu diairi.

Sistem pengairan dengan pompanisasi tanaman jagung lahan kering

J. Panen

  • Sebaiknya jagung dipanen pada umur satu minggu setelah matang fisiologis. Matang fisiologis yaitu pada saat lebih dari 50% biji jagung dalam satu baris per tongkol sudah membentuk lapisan warna hitam.
  • Jagung siap dipanen ditandai dengan kelobot sudak mengering dan berwarna coklat muda, biji mengkilap dan bila ditekan dengan kuku tidak membekas. Jika panen dilakukan terlambat akan menurunkan mutu jagung.

Simak juga :

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini