Teknologi Fermentasi Koro Pedang (Tempe Benguk, Canavalia ensiformis)

0

Unsurtani.com – Sebagian besar kedelai dibutuhkan untuk bahan baku tempe dan tahu. Produksi kedelai nasional tidak mampu memenuhi kebutuhan, sehingga harus dipenuhi melalui impor. Kacang-kacangan lokal seperti koro pedang (Canavalia ensiformis) dapat diberdayakan untuk mengatasi kondisi tersebut.

Koro pedang memiliki keunggulan ditinjau dari aspek agroekologi. Jenis tanaman ini mampu tumbuh di lahan-lahan marjinal, sehingga untuk memproduksinya tidak perlu berkompetisi dengan tanaman lain yang membutuhkan tanah subur seperti halnya kedelai.

Valia atau tempe benguk adalah produk olahan koro pedang yang dibuat melalui proses fermentasi seperti halnya tempe kedelai, namun dengan sifat berbeda dengan tempe kedelai. Proses fermentasi valia pada dasarnya diadopsi dari proses fermentasi tempe kedelai. Fermentasi dilakukan oleh ragi tempe (Rhizopus oligispora sp.).

Karakteristik

Valia atau tempe koro pedang memiliki penampilan mirip dengan tempe kedelai, berbentuk padatan kompak dengan miselia seperti kapas dipermukaannya, rasanya gurih khas koro pedang dan teksturnya empuk. Valia mengandung protein sekitar 9 – 10%, sehingga dapat menjadi sumber protein.

Alur Pembuatan Valia

Biji koro diselimuti oleh kulit biji yang cukup tebal dan melekat kuat Ukuran bijinya sangat besar, 3 – 4 kali lebih besar dari biji kedelai. Biji tersebut perlu dimodifikasi menjadi koro pedang cacah.

Keunggulan

  • Valia mengandung peptida yang mampu berfungsi sebagai penghambat ACE (Angiotensin Converting Enzyme) sehingga berpotensi sebagai anti hipertensi.
  • Valia dapat diolah lebih lanjut menjadi aneka hidangan nikmat seperti skotel, valia bacem, valia kare, valia semur, dan sebagainya.
  • Titik impas produksi setara dengan tempe kedelai.

Simak juga :

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini