Teknologi Prosesing TEMBAKAU SRINTIL Temanggung Mutu Tinggi

0

Unsurtani.com – Mutu tembakau temanggung dipengaruhi oleh kadar nikotin. Semakin tinggi mutu tembakau maka semakin tinggi kadar nikotinnya. Mutu tembakau juga dipengaruhi oleh posisi daun dan ketinggian tempat penanamannya.

Ketinggian diatas 800 m dpl berpotensi menghasilkan tembakau srintil. Kondisi cuaca selama pertumbuhan, panen, dan pascapanen yang optimal (Mei-Oktober) berpotensi menghasilkan tembakau srintil lebih tinggi. Proses pengolahan tembakau srintil temanggung ditunjukkan pada Gambar 1.

Gambar 1. Diagram alir pengolahan tembakau rajangan

Kriteria Kematangan Daun

Kriteria daun telah masak optimal dilihat dari wujud fisik, sebagai berikut:

  • Daun atas dan daun pucuk berwarna kuning dengan bercak-bercak seperti mosaik.
  • Kedudukan daun yang belum masak lebih tegak dibandingkan daun yang telah masak.

Semakin subur tanah menyebabkan kandungan klorofil dalam daun lebih tinggi sehingga umur panen lebih lama.

Simak juga :

Panen

Daun yang menghasilkan srintil pada umumnya adalah daun ke-10 ke atas. Cara pemetikan dilakukan bertahap antara 5-7 kali dengan selang waktu 2-7 hari. Setiap pemetikan dipetik 2-3 lembar daun, sehingga daun yang berpotensi menjadi srintil adalah petikan ke-5 hingga ke-7. Waktu pemetikan anatara pukul 09.00 sampai 11.00 atau antara pukul 16.00 – 18.00. Daun yang masih basah mudah memar, patah, atau sobek.

Pemeraman

Pemeraman diawali dengan sortasi. Pemeraman bertujuan mengubah warna daun dan menjadi media pertumbuhan mikroorganisme puthur kuning (Gambar 3). Pemeraman dilakukan dengan cara penggulungan. Setiap gulungan terdiri atas 15 sampai dengan 20 lembar daun dengan diameter 10-12 cm. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat pemeraman, antara lain:

  • Tempat pemeraman harus tertutup, bebas sinar matahari dan lampu yang dapat meningkatkan suhu.
  • Lantai tempat pemeraman harus bersih dan kering serta diberi alas tikar atau gedek.
  • Daun tembakau yang telah diatur, kemudian ditutup dengan tikar atau daun pisang.
  • Pemeraman dengan daun berdiri lebih baik karena mengurangi himpitan antar daun.

Perajangan

Perajangan dilakukan dengan memasukkan gulungan daun tembakau pada alat perajang yang terbuat dari kayu (jongko rajang), kemudian dilakukan pengirisa menggunakan pisau yang besar (gobang). Semakin tinggi mutu srintil rajangan semakin lebar.

Pengeringan

Sebelum dikeringkan, daun tembakau diatur diatas rigen dengan ketebalan 2-3 cm. Penjemuran dilakukan selama 1-2 hari. Selama penjemuran dilakukan pembalikan 2-3 kali. Tembakau srintil yang telah kering saat dipegang terasa kesat dan berminyak. Semakin tinggi mutu tembakau srintil memerlukan proses pengeringan dan pengembunan yang lebih lama.

Pengemasan

Tembakau srintil dikemas dalam keranjang bambu dan beralaskan pelepah batang pisang kering. Kriteria pengemasan tembakau srintil sebagai berikut:

  • Satu keranjang diisi tembakau srintil dengan mutu yang sama.
  • Setiap keranjang mempunyai ukuran yang sama.

Simak juga :

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini