Proses Pembuatan SELAI LEMBARAN Buah Mangga

0

Unsurtani.com – Selai lembaran merupakan modifikasi selai oles menjadi lembaran yang kompak, plastis, tidak lengket, praktis, dan mudah dibawa, sehingga lebih mudah dalam penyajiannya. Selai lembaran menjadi alternatif produk pangan yang dapat dikonsumsi bersama roti tawar.

Selai lembaran merupakan salah satu diversifikasi produk olahan dari puree. Puree buah adalah hancuran daging buah dalam bentuk bubur yang merupakan produk olahan setengah jadi sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi panen buah yang berlimpah pada musim panen.

Semua jenis buah-buahan dapat dijadikan puree, terutama yang memiliki daging buah yang tebal. Puree buah ini dapat dibuat dengan memanfatkan buah-buahan off grade yang diolah lebih lanjut menjadi aneka produk makanan dan minuman yang bernilai ekonomis tinggi, seperti jus, jeli, dodol, es krim, dan selai.

Buah mangga merupakan buah musiman berdaging buah tebal dan beraroma kuat, sehingga cocok dijadikan puree. Proses pembuatan puree mangga yaitu sortasi bahan baku, pengupasan dan pemisahan bagian tidak dapat dimakan, pencucian, penghancuran bahan (pulping), pengemasan, dan penyimpanan beku.

Puree mangga beku dapat dipertahankan kualitasnya hingga 1 tahun sehingga memungkinkan konsumen tetap dapat menikmati mangga di luar musim dalam bentuk olahan.

Proses Pembuatan Selai Lembaran Mangga

Bahan-bahan yang digunakan pada pembuatan selai lembaran buah mangga adalah :

  • Puree mangga,
  • Gula,
  • Air, dan
  • Tepung agar sebagai bahan pengikat.
Proses pembuatan selai lembaran mangga

Produk selai lembaran yang baik adalah bentuknya sesuai permukaan roti, tidak cair atau terlalu lembek, namun juga tidak terlalu kaku. Seperti halnya keju lembaran, ukuran selai lembaran dibuat dengan ketebalan ± 2 mm dengan ukuran 8,50 x 8,50 cm sesuai dengan permukaan roti.

Tingkat kematangan buah mangga akan mempengaruhi rasa, warna, dan aroma selai lembaran mangga yang dihasilkan. Semakin matang buah mangga maka aroma, warna, dan rasa yang dihasilkan semakin baik.

Apabila hendak mengonsumsinya tidak perlu menggunakan sendok atau pisau untuk mengoles, cukup dengan membuka kemasan dan meletakannya pada permukaan roti, kemudian siap untuk dikonsumsi.

Penyimpanan Selai Lembaran

Selai merupakan salah satu pangan olahan katagori semi basah, dengan kandungan air yang cukup tinggi sehingga mikroba dapat tumbuh subur, akibatnya selai tidak dapat disimpan dalam waktu yang lama.

Bahan pengawet dapat diberikan pada produk olahan semi basah agar dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama. Jenis pengawet yang digunakan adalah sodium benzoate dengan takaran ± 0,10% (b/b). Penambahan sodium benzoat dapat mempertahankan mutu selai lembaran hingga 6 bulan pada penyimpanan suhu kamar.

Simak juga :

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini