Teknik Peremajaan Kapak Kulai Tanaman Kopi yang Sudah Tua (Berumur > 8 Tahun)

0

Unsurtani.com – Kopi merupakan komoditas perkebunan unggulan dan mempunyai peran penting bagi perekonomian di Provinsi Bengkulu. Peranan ekonomi yang dimaksud adalah sebagai sumber pendapatan, bahan baku industri, dan lapangan kerja bagi penduduk Prov. Bengkulu. Luas tanaman kopi mencapai 94.232 ha dan diusahakan oleh hampir 100 ribu kepala keluarga (KK).

Perkebunan kopi di Bengkulu tersebar dengan sentra utama di Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang, kemudian disusul Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, dan Bengkulu Selatan. Seluas 50.205 ha atau 54% dari pertanaman kopi di provinsi Bengkulu berada di Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang (Badan Pusat Statistik Prov. Bengkulu, 2013).

Produktivitas kopi di Bengkulu adalah 0,71 t/ha/tahun. Produksi ini tergolong relatif rendah jika dibandingkan dengan potensi hasilnya yang seharusnya dapat mencapai lebih dari 1,5 t/ha/tahun (Erdiansyah dan Yusianto (2012). Hal tersebut teridentifikasi terjadi akibat penggunaan benih asalan, minimnya pemupukan organik maupun anorganik, dan kurangnya pemeliharaan tanaman berupa pewiwilan, pemangkasan, sertapengendalian OPT.

Selain alasan teknis, rendahnya produktivitas juga dapat disebabkan oleh lemahnya kelembagaan tani, tingkat intensitas pendampingan penyuluhan yang minim, infrastruktur pertanian yang kurang memadai, serta rendahnya kemauan petani untuk berinvestasi. Kondisi tersebut semakin menurun akibat lambatnya tindakan peremajaan terhadap tanaman-tanaman yang telah menua.

Peremajaan adalah strategi untuk meningkatkan produktivitas pada tanaman yang tua, terkena hama dan penyakit, serta produktivitas yang memang rendah. Terdapat teknik peremajaan kapak kulai sebagai salah satu alternatif pilihan dan bahkan menjadi solusi dari permasalahan petani kopi di Prov. Bengkulu.

Teknik Peremajaan Kapak Kulai

Kapak kulai merupakan teknik rehabilitasi atau peremajaan (klonisasi) tanaman kopi yang telah tua atau berumur > 8 tahun tanpa melakukan pembongkaran tanaman. Kapak kulai dilakukan dengan melukai kulit dan kayu pada batang utama yakni 1/3 dari diameter batang pada ketinggian 1-1,25 m dari permukaan tanah.

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini