4 Ramuan Pestisida Hayati Untuk Pertanian Organik

0

Unsurtani.com – Produk pertanian organik semakin berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi pangan sehat yang aman dan bebas dari bahanbahan kimia. Gaya hidup sehat dan preferensi konsumen yang demikian menyebabkan permintaan produk pertanian organik semakin meningkat.

Pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan penggunaan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia. Tujuannya untuk menyediakan produk-produk pertanian (bahan pangan) yang aman bagi kesehatan orang yang memproduksi/ membudidayakannya dan yang mengkonsumsinya, serta tidak merusak/ ramah lingkungan.

Beberapa pestisida hayati yang dapat digunakan untuk pertanian organik diantaranya: ekstrak daun sirsak, daun nimba, daun pepaya, dan umbi gadung. Cara pembuatan pestisida hayati tersebut sebagai berikut:

1. Ekstrak Daun Sirsak untuk Mengendalikan Kutu Daun dan Trips

Bahan:

  • Daun sirsak : 100 lembar
  • Sabun colek : 2-3 sendok makan
  • Air : 1,5 liter

Cara membuat:

  • Rebus daun sirsak dengan 1,5 liter air hingga mendidih dan air tersisa 1 liter.
  • Campurkan sabun ke dalam air rebusan daun sirsak tersebut.

Cara pemakaian:

  • Campur 1 liter pestisida ekstrak daun sirsak dengan 14 liter air. Masukkan ke dalam sprayer untuk disemprotkan pada tanaman.
  • Waktu penyemprotan pada pagi hari sebelum jam 10.00 atau sore hari jam 15.00 – 18.00.
  • Penyemprotan dapat dilakukan dua kali dalam seminggu secara rutin untuk mencegah dan melindungi tanaman dari kutu daun dan trips.

2. Ekstrak Daun Nimba untuk Mengendalikan Hama Tungau, Kutu sisik, Kutu loncat

Bahan:

  • Daun nimba : 1 kg
  • Air : 10 liter

Cara membuat:

  • Rebus 1 kg daun nimba dengan 10 liter air hingga mendidih.
  • Dinginkan air rebusan tersebut sebelum disemprotkan pada tanaman.
  • Pestisida ekstrak daun nimba dapat disimpan hingga 12 bulan sejak dari pembuatan, tetapi untuk memberikan manfaat yang maksimal, sebaiknya segera digunakan setelah dibuat.

Cara pemakaian:

  • Air rebusan daun nimba yang sudah dingin dimasukkan ke dalam sprayer untuk disemprotkan pada tanaman.
  • Waktu penyemprotan pada pagi hari sebelum jam 10.00 atau sore hari jam 15.00 – 18.00.
  • Penyemprotan dapat dilakukan dua kali dalam seminggu secara rutin untuk mencegah dan melindungi tanaman dari kutu sisik.
  • Kegunaan lainnya untuk mengendalikan hama tungau eriophyidae penyebab burik kusam pada buah jeruk selain mengendalikan kutu sisik (Aonidella auranti) dan kutu loncat (Diaphorina citri).
  • Keunggulan: ekstrak daun nimba aman bagi manusia dan lingkungan, dapat dipadukan dengan cara pengendalian lain, aman bagi musuh alami hama tanaman jeruk, lebih murah daripada insektisida sintesis.

3. Ekstrak Daun Pepaya untuk Mengendalikan Ulat dan Hama Penghisap Tanaman

Daun pepaya mengandung bahan aktif papain yang efektif mengendalikan ulat dan hama penghisap tanaman seperti aphis, rayap, hama kecil, ulut bulu, dan serangga.

Bahan:

  • Daun pepaya : 1 kg
  • Detergen : 30 gr
  • Minyak tanah : 2 sendok makan
  • Air : 10 liter

Cara membuat:

  • Daun pepaya 1 kg kurang lebih 1 ember besar, ditumbuk sampai halus.
  • Hasil tumbukan direndam dalam 10 liter air, ditambah 2 sendok makan minyak tanah dan 30 gram ditergen.
  • Hasil campuran larutan daun pepaya dengan bahan lainnya disaring setelah didiamkan selama satu malam.

Cara pemakaian:Larutan hasil saringan esktrak daun pepaya dimasukkan ke dalam sprayer dan bisa langsung diaplikasikan ke tanaman.

4. Umbi Gadung untuk Mengendalikan Tikus (Memandulkan dan Membunuh)

Bahan:

  • Umbi gadung : 1 kg
  • Dedak padi : 10 kg
  • Tepung ikan : 100 gr
  • Kemiri : beberapa biji
  • Air : secukupnya

Cara membuat:

  • Umbi gadung dikupas, dan dihaluskan bersama kemiri.
  • Bahan gadung dan kemiri yang sudah halus dicampur dengan tepung ikan, dedak padi dan air hingga tercampur menjadi adonan yang rata.
  • Adonan dibuat pelet dan dijemur hingga kering.

Cara pemakaian: Pelet gadung kering diletakkan di sarang atau lubang-lubang tikus

Simak juga:

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini