PANDUAN Pemeliharaan dan Peremajaan Tanaman Karet

0

Unsurtani.com – Di kalangan petani karet, tanaman yang belum bisa disadap atau belum berproduksi sering disebut dengan komposisi I, yaitu tanaman berumur 1 – 4 tahun. Pemeliharaan tanaman karet sebelum berproduksi hampir sama dengan pemeliharaan tanaman perkebunan pada umumnya, yakni meliputi penyulaman, penyiangan, pemupukan, seleksi dan penjarangan, serta pemeliharaan tanaman penutup tanah.

A. Penyulaman

Tidak semua bibit karet yang ditanam di lahan bisa hidup. Persentase kematian bibit yang bisa ditolerir dalam budi daya karet adalah sebesar 5%. Karenanya, diperlukan penyulaman untuk mengganti bibit yang mati tersebut.

Kegiatan penyulaman dilakukan saat tanaman berumur 1 – 2 tahun karena saat itu sudah ada kepastian tanaman yang hidup dan yang mati. Karena penyulaman dilakukan saat tanaman berumur 1 – 2 tahun, bibit yang digunakan berupa bibit stum tinggi berumur 1 – 2 tahun agar tanaman bisa seragam.

Sebelum penyulaman dilakukan perlu diketahui penyebab kematian bibit. Jika kematian disebabkan oleh bakteri atau jamur, tanah bekas tanaman harus diberi fungisida. Pelaksanaan penyulaman dilakukan pada pagi hari pukul 06.00 – 09.00 atau sore hari pukul 15 – 17.00, saat cuaca tidak terlalu panas untuk mengurangi risiko kematian.

B. Penyiangan Kebun

Lakukan penyiangan paling sedikit 3 – 4 kali setahun dengan cara menebas atau mengoret (disebut juga dengan ‘menyangko’ dalam bahasa Bugis/Makassar) tumbuhan pengganggu (gulma) pada area selebar 1 meter ke kiri dan kanan dari jalur tanam atau membentuk lingkaran di sekitar tanaman karet. Penyemprotan herbisida tidak dianjurkan pada karet berumur kurang dari setahun, karena akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

C. Pemupukan

Lakukan pemupukan sesuai dengan waktu penyiangan, yaitu 3 – 4 kali setahun. Setelah kebun selesai disiangi lalu dilanjutkan dengan pemupukan sehingga unsur hara dalam pupuk dapat maksimal diserap oleh tanaman karet.

Langkah-langkah pemupukan adalah sebagai berikut:

1. Buat parit kecil mengelilingi pohon karet, lalu tabur pupuk secara merata dalam parit, dan timbun dengan tanah.

2. Sesuaikan jarak pemupukan dari batang karet dengan umur tanaman. Untuk karet berumur di bawah 3 tahun, jarak parit yang dianjurkan untuk memupuk adalah 30 – 50 cm dari pangkal batang, sementara untuk tanaman yang berumur lebih dari 3 tahun, jarak parit pemupukan adalah 100 – 150 cm dari pangkal batang.

3. Takaran pemupukan tergantung umur tanaman, dan dapat dilihat pada tabel di bawah. Jenis pupuk yang digunakan juga bermacam-macam, namun akan lebih baik bila petani melakukan pemupukan lengkap untuk tanaman karet, yaitu pupuk yang mengandung unsur NPK (nitrogen, fosfor, dan kalium) yang sangat dibutuhkan tanaman.

Pemupukan lengkap bisa dilakukan dengan menggunakan pupuk campuran yang sudah mengandung NPK dalam satu kemasan pupuknya atau menggunakan pupuk tunggal yang hanya mengandung salah satu unsur tersebut (seperti Urea, SP36, dan KCl).

4. Pupuk kandang tidak dianjurkan, karena di beberapa kasus yang ditemukan, dapat menyebabkan serangan penyakit jamur akar pada tanaman karet. Sementara, pupuk kieserit yang mengandung magnesium (Mg) perlu diberikan karena dibutuhkan tanaman dalam proses fotosintesis (pembentukan zat makanan).

Berikut adalah takaran beberapa jenis pupuk yang dianjurkan per pohon per tahun berdasarkan umur tanaman :

Umur Tanaman Jenis pupuk dan dosis pemupukan (gram/pohon/tahun)
Urea SP36 KCI Kieserit
Pupuk dasar 125
1 tahun 250 150 100 50
2 tahun 250 250 200 75
3 tahun 250 250 200 100
4 tahun 300 250 250 100
5 tahun 300 250 250 100
6 – 15 tahun 350 260 300 75
16 – 25  tahun 300 190 250 75
> 25 tahun sampai
2 tahun sebelum
peremajaan
20 150

(Sumber: Balai Penelitian Sembawa, Pusat Penelitian Karet, 2009)

D. Pembuangan Tunas Palsu dan Tunas Cabang

Tunas palsu adalah tunas yang tumbuh bukan dari mata okulasi, dan biasa ditemukan pada tanaman karet yang masih tahap pembibitan dalam polybag atau tanaman yang baru ditanam di kebun. Tunas ini harus segera dibuang sebelum berkayu dengan cara memotong mengunakan pisau tajam. Pemotongan juga harus sedekat mungkin dengan tempat keluarnya tunas.

Tunas cabang adalah tunas yang tumbuh pada batang utama. Tunas-tunas cabang yang ketinggiannya mencapai 2,75 – 3 meter dari permukaan tanah perlu dibuang guna mendapatkan bidang sadap yang bulat, tegak, dan lurus.

E. Pembentukan Percabangan

Pembentukan percabangan pada tanaman karet sangat tergantung pada jenis klonnya. Karet klon GT1 dan RRIM600 sulit membentuk percabangan sendiri, sedangkan klon lainnya relatif mudah. Pada jenis klon yang sulit membentuk percabangan sendiri, kita dapat mencoba beberapa teknik untuk merangsang percabangan.

Teknik tersebut antara lain: penyanggulan, pengguguran daun, pengikatan batang, pembuangan ujung tunas, dan pemenggalan batang.

Cara yang paling dianjurkan adalah dengan teknik penyanggulan karena lebih mudah, murah, dan tidak melukai batang karet. Selain itu, percabangan juga akan mudah dan banyak muncul. Penyanggulan dilakukan apabila tanaman karet telah mencapai ketinggian 3 meter namun belum membentuk percabangan.

Caranya adalah sebagai berikut :

  • Ikat atau sanggul daun pada payung teratas yang telah berwarna hijau tua dengan karet gelang atau daun alang-alang.
  • Calon cabang akan bermunculan dari atas tangkai daun setelah 1 – 2 minggu.
  • Buka ikatan apabila sudah muncul tunas agar tunas batang utama tetap tumbuh dan tunas cabang yang muncul akan tumbuh besar.

PEREMAJAAN TANAMAN KARET

Tanaman karet mencapai puncak produktivitasnya pada usia antara 12 – 20 tahun. Setelah umur tersebut, maka produktivitasnya menurun dan perlu diremajakan ketika berumur 25 – 30 tahun. Peremajaan kebun umumnya dilakukan dengan pembukaan lahan dan penanaman bibit karet baru.

Saat meremajakan kebun karet, kayu karet yang sudah tua dapat dimanfaatkan sebagai kayu bakar atau pun dijual sebagai bahan bangunan, bahan baku industri mebel dan industri pengolahan kayu lainnya.

Diperkirakan dalam 1 hektar kebun karet yang akan diremajakan, bisa didapatkan hingga 50 meter kubik kayu bulat yang dapat diproses menjadi kayu gergajian.

Kini permintaan kayu karet baik untuk dijual di dalam negeri maupun untuk diekspor terus meningkat. Malaysia dan Thailand merupakan negara pengekspor produk kayu karet yang terbesar di dunia saat ini, dan Indonesia memiliki potensi yang sama besarnya dengan kedua negara tersebut.

Simak juga :

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini